Minggu, 28 Juni 2015
PERANAN HIDUP
Aku masih tak mengerti kadang sebuah hal indah pun bisa berubah sejekab mata. Hal indah yang kita liat sekarang, bisa jadi satu detik kemudian berubah menjadi hal yang mengerikan.
Kita tidak bisa selalu memandang masa depan untuk dijadikan pelajaran, dan seharusnya kita selalu memandang masa lalu untuk belajar dan belajar. Bahkan satu detik pun berlalu sudah menjadi sebuah masa lalu. Dan tak bisa terulang kembali. Tetapi memang kejadian yang tak mungkin terjadi itu bisa jadi terjadi kembali dengan lain versi. Seperti lagu yang di cover. Atau film yang di retake. Atau masakan yang di duplikasi.
Aku sudah mengalami ini berkali kali. So many times. Dan aku benar benar mungkin belum mengerti saat itu. Tetapi sekarang aku mulai sadar ketika ku menengok masa laluku (pribadiku, bukan hubungan cinta semata), mungkin aku mempunyai suatu tujuan. Bukan untuk hanya kepada 1 orang tetapi untuk banyak orang. Hanya saja diperintahkan dari 1 orang. Hm halusnya kita sebut "di tunjuk".
Ya seperti yang orang-orang percaya imani, Bahwa kita masing masing mempunya peranan hidup. Yap! Masing-masing dari kita mempunya peranan yang berbeda beda, ada yang menjadi guru, menjadi dokter, menjadi lurah. Dan aku? Mungkin aku mulai dan baru sedikit keliatan. Walaupun masih samar.
Hm, aku dimintai untuk melayani banyak orang. Tidak terfokuskan pada 1 orang, karena setiap kali ku menetap pada 1 orang untuk aku tinggali. Pasti ada efek yang mengharuskan kita berpisah. Walaupun saat berpisah pun mereka yang meninggalkan ku jujur saja tak ada rasa sedih karna itu keinginan mereka. Tapi bukan aku, ya aku yang menjadi seperti kotak atau tempat pembuangan kesedihan mereka. Mereka sedih, mereka menuangkan ke aku lalu pergi dengan perasaan bahagia. Okay at least mereka sudah mendapatkan ruang untuk bergerak bebas kedepan. Dan apa? They said aku seperti keset yang mau aja gitu diinjek injek. Hm engga tahu ya tapi.... Rasanya aku tak seperti diinjak injak. Bodoh ya? Emang kalian pikir pasti bodoh lha mau aja dikibulin, di olok, di hina, di tinggalin pula. Tapi.... Setidaknya mereka sudah lega sekarang.
Mereka mendapatkan pandangan hidup baru.
Ketika seorang sebelum bersamaku dia hobi mancing kecemburuan ke ceweknya, sekarang dia awet dengan cewek yang sudah aman lah engga pernah digituin lagi.
Ketika sebelum bersama ku dia gonta ganti pacar seenaknya, sampai sekarang dia merasakan dan terlihat susahnya mendapat kan pacar lagi (a.k.a jombs) ketika dia tidak pernah niat untuk serius dan setia.
Ketika dia bermata belanja sebelum bersamaku, sekarang dia kembali ke mantan nya dan masih awet sampai sekarang like kemana pun seseorang membawa hati dan jauh pergi, hati akan tetap tahu kemana rumah untuk kembali.
Yak. Tugas ku sudah selesai. Dan aku masih akan melanjutkan. Ceritakanlah, maka aku akan mendengar, bertanyalah, aku akan membantu mu menjawab.
Sabtu, 20 Juni 2015
SELAMAT PAGI GENERASI MUDA
Hai selamat selamat pagi pagi para generasi muda penerus kehidupan dunia!
Generasi yang di anggap tunas baru,
Yang sangat di impikan oleh para mendiang untuk bisa menyejahterakan dunia di masa depan,
Generasi yang di anggap semakin maju dan pintar,
Tetapi tidak begitu pintar..
BELAJAR
Sebagai salah satu generasi muda aku merasa sedikit resah dan prihatin kepada masa kini dan menuju kedepan.
Pada jaman ku kecil.. Aku belajar dari bermain, terjatuh saat berlari, terluka saat bermain bola di bangku Taman Kanak kanak. Kita hanya bermain dan bermain. Sekarang aku melewati sebuah taman. Tak ada seorang anak kecil pun yang bermain dengan ayunan, prosotan, jungkat jungkit, dan sebagainya.
Sekarang aku menaiki transjakarta dan aku sudah melihat anak sekitar bawah 8 tahun sedang asyik memegang sebuah gadget memainkan permainan yang hanya melibatkan jari jari kecil mereka.
Sungguh di sayang kan.
Mungkin sebagian awam menangkap bahwa bermain di taman bermain itu adalah sebuah bentuk ke-ketinggalan-jaman-an. Padahal yang mereka tak tahu bahwa itu sangat penting untuk membuat kita belajar. Bahwa terjatuh itu sakit. Kita harus bangkit. Kita harus banyak menggerakan tubuh sejak kecil supaya setiap inci tubuh kita bisa bekerja dengan baik dan kita pasti tumbuh dengan sehat. Bukan merasakan jari yang sakit akibat terlalu lama bermain gatget. Atau tubuh yang sakit karna terlalu lama pada posisi tubuh yang sama, duduk, tiduran, duduk, tiduran, dengan gadget di tangan mungil itu.
Sadarkah?
Hai generasi muda..
SETIA
Ke soal percintaan.
Aku juga bukan lah dokter cinta yang paham betul soal percintaan yang sudah semakin rumit di kalangan jaman sekarang.
Dan aku juga memang terlihat belum banyak pengalaman. Tetapi aku belajar dari melihat, karna aku ingat kata kata salah seorang seniorku yang ku anggap bijak, dia mengatakan bahwa "kita harus bisa belajar dari pengalaman. Iya betul. Tetapi kita juga bisa belajar dari pengalaman orang lain. Karna tak selama nya kita harus tak naik kelas supaya tahu rasanya tak naik kelas"
Dan itu memotivasi aku, a lot.
Kembali, aku selalu melihat dan melihat perjalanan percintaan setiap teman yang ku kenal. Jika mereka kandas, ku pelajari apa yang harus aku hindari yang dapat mengancam kandas nya hubunganku. Jika mereka bahagia, aku pelajari apa yang membuat mereka berhasil. Memang tipe orang berbeda. Tetapi itu lah, aku tak mau salah memahami pacar ku. And so, aku terus melihat dari yang sudah sudah supaya aku mengerti dan lebih memahami pendamping ku kelak.
Sering ku bertanya...
Kalian pernah kah mengerti mengapa saat kesini masing masing individu yang memiliki pasangan sering kali tak menghargai satu sama lain?
Sering kali kalian di tinggalkan begitu saja, sering kali kalian putus nyambung, mengapa ya?
Ada suatu hal menarik yang aku temukan dari "see the unseen" yang selalu aku lakukan. Yaps... Generasi muda ini terlalu banyak.. Terlaluuuuuu banyak menghabiskan waktu dengan... Jeng jeng... Internet. Kembali ke internet tidak sehat, selalu dan selalu.
Internet itu baik, siapa bilang internet tidak baik? Tetapi kalau kasus nya untuk hanya sekedar "kepo" yang lagi "up to date".. Hmp.. Jujur itu yang bisa menjadi bahan dimana hubungan kalian itu jatuh bangun.
Yaps.. Jaman dahulu internet bukan lah menjadi sasaran utama untuk menghibur. Yakan? Itulah ke jaman generasi "labil" muda sekarang yang sekali lagi mau saja di bodohi. Semakin kalian terpaku pada satu pusat yaitu internet. Kalau tidak bijak, kalian akan menjadi sasaran empuk untuk di hasut oleh orang yang ingin menghancurkan masa depan kalian.
Jaman dahulu tak semua orang sesering sekarang untuk membrowsing, so hubungan mereka pun tak terlalu banyak tekanan eksternal seperti melihat foto cewek lebih cantik, atau cowok lebih tampan (maksudnya bukan artis, tetapi seperkawanan nya).
Tetapi sekarang semakin banyak orang "dalam konteks sedang menjalin hubungan" itu membuka internet, akan melihat teman dari teman teman teman yang bahkan jauh pun bisa melihat wajahnya dan fisiknya, juga perkembangan hidup nya HANYA dari sebuah foto. Namun visual saja bisa mempengaruhi kalian. Sungguh menyedihkan Hai pemuda dan pemudi! Sadarlah.
Hai generasi muda
TOLERANSI
Soal yang lebih intim..
Mengapa jaman sekarang banyak ke-kurang-tahu-an dan banyak terlalu terlarut dalam iming iming perkataan yang hanya ingin membuat kalian saling membenci
Mengapa generasi jaman sekarang kehilangan rasa toleransi mereka?
Aku bahas soal "toleransi beragama"
Mengapa mereka semua semakin menutup jendela hati kalian untuk melihat kearah luar? Hai generasi muda..
Jaman ku kecil. Semua terasa berbeda dari jaman ini. Aku begitu merasakan ketoleransian antar semua orang dari semua suku, agama, dan adat. Namun sekarang tidak.
Kembali ke ungkapan "toleransi beragama."
Aku tahu ini sangat unpleasure buat ngomongin soal agama yang sangat riskan untuk di bicarakan. Oke aku tidak akan membahas soal isi agama. Tetapi lebih ke hati kalian aja.
Beragama itu bebas pilihan. Tetapi me-nga-pa jaman sekarang itu kita semua semakin renggang?
Mengapa kalian sekarang hanya menunjukan urat dikepala kalian ketika melihat atau mendengar sesuatu dari agama yang lain?
Dahulu tidak begitu. Waktu natal.. Semua tetangga ku mendatangi rumah ku. Sekedar mengucapkan dan berbincang sejenak. Atau saat lebaran aku mendatangi ke tetangga tetangga ku untuk sebaliknya mengucapkan selamat dan berbincang ria. Aku merasakan puncak ketentraman dari damai nya kita.
Sungguh.
Tapi... Sekarang sudah tidak begitu..
Generasi muda yang muda-H sekali di bodohi dan di hasut oleh berbagai paham yang sebenar nya tak ada dalam kitab kita masing masing. Hanya mendengar dari cemoohan orang yang akan mengatakan itu dosa atau itu kafir "kalau misalnya" ini ini dan itu itu..
Sungguh ini mengancam masa depan masing masing agama. Kita akan semakin membenci dan membenci dan berujung pada kehancuran dan dosa juga kan? hai Generasi muda! Bangkitlah! Kita sedang di bodoh bodohi! Oleh perkembangan jaman
Mengapa kita tak mencari kebaikan dari sesama toh perbedaan itu tak selalu memisahkan bukan?
Sekarang aku tanya, apakah ada salah satu dari agama kalian yang mengajarkan untu membenci agama lain? Ada? Katakanlah coba?! Bukalah kitab kalian tunjukan! Itu kalau kalian dapat menunjukannya sih. HAHA, sekali lagi kalian di tarik keluar dari inti kalian beragama, sungguh generasi yang menyedihkan.
Hai generasi muda.. Jangan lah kalian terlalu mudah menyerap omongan orang "yang keliatan nya pintar" padahal sepintar pintar nya mereka untuk mencuci otak kalian.
Apa yang kalian butuhkan untuk mendapatkan jawaban? Berdoa. Jangan selalu meng-internet. Karna engga selama nya yang bersumber di internet itu benar. Ingat. Banyak orang yang ingin menghancurkan orang beragama. Banyak yang tak menyukai ketika kita damai, karna? Karna kita ingin di hancurkan. Karna generasi kita itu sasaran empuk yang sangat bodoh dan labil untuk tetap teguh pada hati kita dan lebih membiarkan emosi kita naik turun membara..
Berujung pada? Perselisihan antar beragama.
Sungguh buka kitab kalian. Buka sumber firman kalian. Itulah petunjuk hidup kalian. Apa kitab kalian sulit untuk dimengerti? itulah mengapa sulit, Karna kalian terlalu asik pada dunia kekinian kalian sehingga ketika jawaban dikatakan tetapi kalian tidak mendengar, malah browsing yang sekali lagi jelas belum semuanya benar!
Dan tak selama nya paham dari "OMONGAN" orang yang kalian yakini benar itu benar. Tidak. Kalian juga harus bijak menyaring apa yang orang katakan.
Dan jangan pernah takut untuk menelusuri kebenaran atau ketidak benaran dari informasi yang kalian dapatkan bahkan mengenai agama kalian sendiri pun.
Aku pun juga begitu. Banyak orang mengatakan ini itu soal agama ku. Salah dan hanya ada kesalahan. Tetapi apa? Aku jelaskan kepada mereka apa yang mereka tangkap itu totally salah... Harusnya tidak begitu.
Okelah beragama itu memang bertujuan untuk menyelamatkan kita pada akhir jaman. Tetapi apa dengan kalian meninggikan katolik, kristen, islam, buddha, hindu nya kalian dan menjatuhkan atau mengejek agama lain itu perintah dari agama kalian? Engga lah..! Hai generasi muda yang dianggap modern padahal jauh lebih kolot dari generasi penjajahan. Kalau kalian merasa bahwa agama kalian baik.. Tunjukanlah rasa toleransi kalian pada sesama. Kembalikan lah "ajaran agama" yang sesungguh nya ada dalam kitab kalian. Jangan lagi mau di bodohi oleh pastor, pendeta, ulama, biksu palsu yang hanya ingin menggembok hati nurani kalian yang sebenarnya baik tapi karna terlalu baik jadi semudah itu menyerap segala informasi.
Apakah generasi jaman sekarang ingin bertoleransi beragama? Atau BERTOPENG beragama?
Hai generasi muda. Bukalah mata kalian
Bermain lah terlusuri dunia, tahan ego kalian dalam iri hati atas apa yang mereka tunjukan di inernet yang engga terlalu ber benefit, tahan hawa nafsu kalian dalam berbagai visual dan tulisan yang sedang meracuni dan membekukan otak dan hati kalian.
Jangan menganggap kalian tahu segalanya. Padahal yang kalian ketahui jelas salah. Seperti mencontek ujian kepada orang yang lebih bodoh dari kalian.
Hai generasi muda ubahlah mindset kalian dalam membenci, sesungguhnya tak ada satupun dari kalian yang diperintahkan oleh Tuhan kalian untuk membenci. Hargailah, hormatilah, dan bukalah mata hati kalian.
Kitalah penerus bangsa, kitalah yang akan merawat dunia di masa depan, jangan sampai ketika generasi yang dahulu belajar, setia, dan bertoleransi itu sudah hilang dan habis menyisahkan kita yang akan menjadi calon penghancur dunia. Jangan. Bangkitlah!
Salam,
Salah satu Generasi Muda.
Selasa, 09 Juni 2015
ANGANKU DALAM TANGANMU
Another Short Story..........
Kadang ketika kita menggenggam sebuah tangan. Kita dapat merasakan sebuah harapan, sebuah dukungan, sebuah dorongan, sebuah masa depan, sebuah......
"Rakka!! Kamu mau kemana? Kok buru-buru sekali?"
Tanya Regina yang tersentak ketika tiba tiba Rakka bangun dari hadapannya dan terlihat tergesah gesah.
Rakka yang ingin memulai langkah nya meninggalkan Regina pun berbalik muka,
"Biasa, aku ada latihan lari untuk event running tahun depan udah telat nih, kapan kapan kita ketemu lagi"
Dan akhirnya Rakka pun melambaikan tangan nya dan pergi meninggalkan Regina yang masih duduk di tempat yang sama.
Regina memandangnya melangkah menjauhinya membuat seakan timbul rasa tak ingin berpisah walaupun dia tahu bahwa Rakka hanya ingin berlatih lari supaya saat perlombaan tahun depan dia dapat meraih juara.
2 minggu kemudian...
"Reg?? Ini apa?", tanya Rakka ketika sedang duduk di hadapannya di meja makan dan saat itu Rakka melihat bahwa di hp Regina menerima sebuah pesan yang bertuliskan
Received from : Gilang
Reg, Nanti kita ketemu an nya sore aja ya, soalnya aku harus kunjungi temen dulu. Oke? Engga apa apa kan?
Regina hanya memandang nya dan membatu. Dia tak bisa berkata apa apa melihat raut wajah Rakka yang sudah memerah, dan mungkin ingin marah.
"Reg! Jawab ini siapa? Apa apaan ini? Kamu..... Kenapa sih kamu kaya gini, coba jelasin dulu ke aku"
Tanya Rakka dengan nada bicaranya yang meninggi. Regina yang mulai ketakutan akhirnya memberanikan diri untuk menjawab,
"Maaf Rakka aku engga bilang sama kamu, dia temen ku, kita biasa nya main kalau sore sih tapi cuma temen kok beneran", jawab Regina dengan sedikit tertunduk karna Regina takuasa melihat ekspresi wajah Rakka dan dia pun merasakan rasa bersalah.
Rakka pun mulai bertanya banyak hal, dari mulai kelas berapa, umur nya berapa, temen dari mana, makanan kesukaan nya apa, hobi nya apa, kalau tidur ngorok engga. Wuaaat! Regina pun mulai gelisah.
2 bulan kemudian...
"Rakka, kamu kenapa sih masih aja mau sama cewek itu. Regina, cantik engga, engga bisa apa apa.mending sama kita kita aja, sama sama atlit lari. Hehe", kata salah seorang atlit wanita yang mempunyai tubuh hampir sempurna. Jauh melebihi Regina. Dialah Viky. Atlit lari dengan prestasi yang engga bisa lagi di tandingkan. Sangat terkenal dan keturunan orang kaya.
"Hm.. Iya juga sih tapi... Entahlah Vik aku sayang sama Regina, dia baik sekali sama aku", jawab Rakka.
Viky hanya memutarkan bola mata dan menghela napas.
Saat itu Viky mengajak Rakka untuk berjalan jalan mencari makan sembari istirahat latihan larinya,"Rak, lagi istirahat nih, cari makan yuk.gue laper banget!".
Rakka menyetujuinya dan mereka berdua berjalan melewati sebuah taman dimana dia biasa bertemu dengan Regina.
Dan seketika mata Rakka membelalak karna Rakka melihat sesosok wanita yang tak asing baginya, ya Regina.dia sedang duduk di sebuah bangku membelakangi dirinya dan Viky. Tak lama ketika Rakka melihat Regina seorang diri, datang lah seorang cowok menghampiri Regina. Dan dia tahu persis itu adalah Gilang, karna sudah beberapa kali dia berhubungan text message dengan Gilang.
Dengan penuh ke amarahan, Rakka pun menggapai tangan Viky dan berjalan menuju Regina dan Gilang.
Pertengkaran pun terjadi dengan Regina yang shock melihat pacarnya menggandeng wanita lain. Dan tatapan amarah Rakka melihat Regina yang meet up dengan lelaki lain. Pertengkaran mulut pun tak dapat dihindari. Dan akhirnya Regina menangis menyangkal apa yang Rakka sangka,
"Engga Rakka. Kamu harus percaya sama aku ini semua bisa aku jelasin", kata Regina dengan raut wajah penuh harapan.
"Yaudah jelasin Reg, sekarang jelasin!"
Teriak Rakka di depan Regina.
Dan Regina pun hanya tertunduk.
"Nah apa? Kamu tak bisa menjelaskannya bukan? Yuk Vik, kita pergi".jawab Rakka seketika dan menarik tangan Viky hendak meninggalkan Regina.
Regina yang mulai menitikan air mata berusaha mengejar kepergian Rakka,
"Rakka tunggu!", teriak Regina. Dan ketika Regina mengambil satu langkah untuk berlari menuju Rakka, ia pun terjatuh. Dia pun menangis.
Viky pun membalikan muka,"dasar cewek lumpuh aja engga sadar diri!"
Gilang pun menghampiri Regina.
Mendengar perkataan Viky, Rakka pun berbalik badan dan melihat Regina yang masih terjatuh. Rakka pun menghela napas dan membalikan badan lagi lalu akhirnya pergi meninggalkan Regina.
Satu minggu menuju hari perlombaan...
Voice note.
"Hei Rakka. Bagaimana kabar mu? Ini aku Regina, Cuma mau sampaiin kamu semangat ya untuk perlombaannya minggu depan oke?"
Pesan suara dari Regina yang mungkin sudah memenuhi pesan dari ponsel Rakka. Tak ada satupun voice note yang Rakka buka.
Hari Perlombaan Lari...
"Rakk, semangat ya! Kita hari ini jadi musuh dulu nihh setidaknya kan salah 1 dari kita harus menang supaya club kita bisa maju ke internasional.hehe awas lu ya sampe engga menang!", kata Viky sambil menepuk bahu Rakka.
Rakka pun tersenyun,"makasih ya! Lu udah selalu menyemangati gue. Beruntung banget gua punya temen lari kaya lu... Nanti.. Kalau misalnya ada waktu............."
"Pertandingan akan dimulai dalam 5 menit lagi, harap para peserta menempati posisi masing masing...!"
Seketika terdengar suara mc yang sudah mempersiapkan dimulainya lomba, Rakka pun menunda pembicaraan nya dan langsung menempati posisi. Posisi Rakka dan Viky hanya di selingi 2 peserta lain saja.
Viky yang optimis, memandang Rakka dengan penuh semangat. Mereka pun siap untuk berlari.
Bersidia.....
Siap..
Mulai!!!
Dan pertandingan pun di mulai.
Rakka dan Viky mulai berlari sekencang kencang nyaaa agar bisa menang.
Rakka berlari dan berlari sampai suatu ketika pandangan nya terpaku pada langit. Ada sebuah balon yang terbang di atasnya. Pandangan nya ke arah langit pun menembus suatu memori saat dia masih dibangku Sd. Berlari dan berlari. Seketika dia merasa ada sebuah tangan yang menggenggam nya.. Rakka terkejut dan melihat sesosok Regina menggenggam tangan nya. Mereka berlari bersama.
Sampai suatu ketika..
"Regina. Aku ambilkan balonmu ya!"
Rakka pun berlari mengejar balon itu. Balon itu mendarat di suatu ranting pohon yang lumayan tinggi. Dan ketika Rakka memanjat hendak mengambilnya, kakinya pun terpeleset dan terjatuhlah diadari atas pohon. Namun dia tahu bahwa dia tak mendarat di atas tanah. Dia mendarat di atas kaki Regina.
Saat itu Regina hanya menjerit kesakitan danmendapati bahwa kakinya patah akibat menopang seluruh tubuh Rakka.
Seketika pandangan masa lalu Rakka hilang dan melihat bahwa ia sudah hampir sampai di garis finish. Seketika ada yang membuatnya tersandung..
Rakka pun seolah terlempar karna sedang berlari dengan kecepatan tinggi.
Ia terguling dan semuanya menjadi....hancur.. Dia menepuk track lari dan rasanya ingin menangis. Memandang kedepan garis finish yang menunggu pijakannya.
Rakka punmendengar langkah lari yang berjalan menujunya. Dia tahu bahwa itu Viky dan dia tak ingin menatap Viky karna malu.
Seketika suara pun memanggil namanya,
"Rakka! Kamu engga apa apa?".
Mendengar panggilan itu, Rakka pun terkejut. Dengan suara yang amat sangat dia kenali... Regina!
Ia mencoba menolehkan kepala menuju sumber suara,
"Regina!! Kamu..." Kata Rakka.
Regina pun menangis di hadapannya,
"Hallo Rakka! Aku rindu dengan mu!"
Rakka pun memandang nya dan tahu bahwa dia juga masih merindukan Regina. Dia mencoba berdiri namun ternyata kakinya keseleo dan ia tak bisa jalan.
"Ayo kita selesaikan semua ini Rak!", jawab Regina sambil menyodorkan tangannya.
Regina pun membopong dengan tangan Rakka di bahu nya dan melangkah perlahan dengan masih tertatihnya.
Dalam sebuah tangan mu ada sebuah angan ku.
Voice note 4 week ago
"Hei Rakka, aku akhirnya harus berkata jujur. Gilang itu.....sebenernya dokter terapi aku. Aku ingin berjalan supaya saat lomba mu nanti aku bisa datang dan kamu tak malu untuk memandang ku dengan lumpuh ini. Saat ku tahu bahwa setiap genggaman tangan mu, aku merasakan adanya sebuah harapan untuk ku berjalan kembali. Maafkan aku tak memberi tahumu. Aku hanya ingin memberikan kejutan special untukmu."
Voicr note 3 weeks ago
"Selamat siang Rakka, aku sudah mulai bisa mengambil 1 langkah nih. Gimana dengan mu? Sudah bisa mengambil 1 medali emas? Hehehe semangat!"
Voice note 2 weeks ago
"Rakka, aku sudah bisa berjalan sedikit wow! Kemajuan pesat! Kamu harus semangat ya tinggal 2 minggu lagi"
Finish!!!
Rakka pun menutup kedua matanya dan menangis.
"Maafkan aku Regina!"
Minggu, 31 Mei 2015
KADANG AKU MASIH BELUM MENGERTI
Kadang banyak hal yang ku khawatirkan.
Kadang masih banyak hal yang membuatku berfikir, terdiam, dan memandang ke arah sekitar.
Melihat bahwa aku tidak sendiri
Melihat bahwa ini adalah rencana hidupku
Kadang ada saat dimana orang bisa saja merasakan kesedihan. Bukan karna putus cinta saja. Kadang banyak hal yang dapat membuat kita tidak tenanf. Harusnya tak seperti itu karna kita percaya bahwa pelangi akan muncul setelah hujan.
Matahari pun akan menyinari setelah badai berlalu.
Tapi bagaimana jika hanya aku saja yang mengetahui akan datang nya badai tersebut?
Bagaimana jika tak ada yang perduli dengan perkataan ku?
Bagaimana mereka yang mendengarkan hanya sekedar ingin tahu dan tidak mengerti?
Bagaimana jika akhir nya aku menghadapinya sendiri?
Hal ini selalu datang tiba tiba, dan hilang tiba tiba. Hal ini selalu menghantui ku.
Apa yang aku harus lakukan?
Aku tak bisa berdiam saja. Sungguh itu membuang waktu. Waktuku juga tak banyak. Ku tahu bahwa pasti akan tiba tepat pada waktunya. Namun saat itu tiba kemana kah aku harus melangkah atau berlari? Kemana kah aku akan menemukan semua jawaban?
Sampai jumat kemarin. Membuatku kembali membuka mata dan menutup mulut.
Mengapaaaa!!! Mengapa dia tak pernah mau mendengarkan aku!!!? Mengapa sulit sekali mengerti maksudku meski sudah berulang dan berjuta kali aku menyampaikan!!!?
Apa aku masih terlalu dini untuk mengungkapkan semuanya? Apa aku dipandang "tidak mengerti"? Apa aku dinilai "belum banyak pengalaman"? Sampai sampai tak ada satu katapun yang mereka percaya?
Kali ini.. Dengarkan aku.. Jangan hanya menyibakan rambut yang menutupi telinga mu. Tapi bukalah hatimu agar dapat mengerti maksud ucapan ku.
Minggu, 15 Maret 2015
BROKEN WING
Sayap..
Tak bisa selalu membawa kalian pergi kemana pun..ya?
Kadang sebuah sayap yang sudah hancur tidak akan dipercaya oleh siapapun dapat membawa mu terbang.
Aku ingin menceritakan sayapku dan sayap itu sudah sangat rapuh, karna sudah ku bawa terbang bersama beberapa orang, berkali kali aku jatuh, berkali kali sayap ku yang tidak kuat membuatku terbang terbawa angin, menjatuhkanku ke tempat yang tidak pernah di bayangkan oleh siapapun, jatuh sebelum sampai ke tujuan nya.
Kini sayap ku sudah hancur. Dan aku hanya ingin membuktikan bahwa sayapku ini masih dapat membawa seseorang terbang ke atas. Bisakah?
Semua orang sudah terlalu meracuni lingkungan sekitarku dan menyimpulkan bahwa akulah yang kelak akan menjatuhkan orang yang ku bawa terbang bersamaku. Akulah penyebab nya. Tak ada yang mempercayai sayapku.
Hanya karena aku sudah banyak membawa orang untuk terbang bersamaku dan selalu jatuh dan jatuh. Berulang kali. Membuat orang menilaiku hanyalah sebuah lelucon.
Banyak orang ingin meminjam sayapku untuk terbang. Tidak! Mereka meminjam hanya untuk di injak, di buang, dan dipermainkan, aku tak seperti itu. Sayapku istimewa, sayapku abadi, aku tidak menghancurkan sayapku agar aku menjatuhkan orang yang ku bawa terbang, kalian salah, tetapi ....arkkhh kalian tidak akan percaya.
Ku berusaha untuk menjelaskan bahwa sayap ini mampu, masih mampu, dan aku merasakan hal itu. Aku yang merasakan, memang untuk dijelaskan tidak akan ada yang percaya, aku akan membuktikan dan suatu hari nanti orang akan menyaksikan dari luar jendela, aku yang sedang membawa seseorang untuk pergi ke tujuan kami bersama.
Tapi mengapa? Ketika aku menceritakan ku kuat membawa seseorang, orang mengatakan kepadaku untuk tidak terlalu bangga sudah dapat membawa seseorang dengan sayap rapuh ini. Ya aku bahagia membawa nya, mengapa kalian tak dapat merasakan hal itu? Mengapa kalian menggap sayap ini lemah untuk terus bertahan di atas? Mengapa kalian hanya memnadang ku dari masa lalu ku saja? Apakah ketika burung pernah jatuh saat terbang lalu orang akan berfikir bahwa seekor burung tak lagi dapat terbang dan menjadi berenang? Tidak kan?
Maka mengapa jika aku sudah dapat terbang dan jatuh lalu kalian menertawaiku ketika aku dapat membawa orang terbng lagi?? Mengapa?
Sayapku abadi...sayapku akan selalu kuat membawa seseorang kemanapun ia mau, ku bebaskan, tetapi...adakah yang percaya kalau aku mampu? Adakah yang tak lagi memandang ku "menyedihkan dan lelucon"? Ada kah yang benar menuntun terbang nya aku menuju ke satu tujuan yang baik? Adakah yang tidak menyobek kembali sayapku untuk menghentikan kami di tengah jalan? Adakah yang tidak lagi mengolok sayap rapuhku ini?
Aku hanya ingin mengatakan....
Percaya kepada sayapku...semua akan baik baik saja.
Sabtu, 07 Maret 2015
KETIKA SUATU HAL KECIL BEGITU ISTIMEWA
Seperti halnya sekarang kini, tidak tahu dengan mengerti itu beda tipis.
Kadang orang menganggap bahwa dirinya mengerti segalanya padahal tidak...tidak tahu.
Banyak orang yang memberikan sesuatu kepada pacarnya dengan mencari segala informasi umum....bukan informasi mengenai sang kekasih. Mereka memeberikan dengan nilai harga atau nilai eksistensian barang itu di jaman kini, mereka berjuang untuk memberikan sesuatu yang akan di anggap berharga, berharga dalam bentuk material, bukan perasaan.
Aku....tidak pernah mengharapkan apapun yang ada pada dirinya untuk diberikan kepadaku, berikan apa yang kamu punya itu...untuk kita. Supaya kamu juga tetap memiliki nya, bukan hanya untukku, karena ku pun akan memberikan apa yang ku miliki untuk kita, dan aku tak ingin mengurangi bahkan menghilangkan apa yang kamu punya hanya karena memberikan untukku.
Aku diberikan sesuatu yang jelas dia mengerti bahkan sebelum aku mengetahui bahwa dia mengetahui nya. Dia memberikan begitu saja dengan senyum nya yang tulus dan aku tak tahu lagi harus berkata apa. Hal sederhana ini, hanya sebuah susu kotak. Yang memang sudah menjadi bagian hidup aku, dia memberikan dengan perasaan yang senang pula. Dia mungkin akan berfikir apa yang bisa membuatku bahagia dengan melihat wanita pada umumnya, tetapi akhirnya dia mendapatkan jawaban dan dia tahu aku menyukai itu....bukan yang cewek cewek umunya suka.... jangan lihat dari harganya. Memang tak seberapa. Dan hampir setiap yang sudah berlalu tidak menganggap itu memiliki makna untuk diberikan, mereka sibuk mencari benda benda yang sebenernya tidak aku butuhkan, mereka menganggap dirimereka mengerti "pacaran pada umumnya" tapi justru dia tidak tahu apapun yang benar benar mmbuatku bahagia...
Tidak, tapi ini lebih dari segera berharga, karena ke care an dia itu yang membuat susu ini jadi terlihat sangat berbeda.
Makasihh yaa! Kamu kok tahuu?
Itu yang aku ungkapkan sebagai suatu hal yang mengejutkan saat orang yang tidak kita pernah kenal sebelumnya membrikan hal yang begitu istimewa untuk kita.
Mungkin perasaan suka bagi beberapa orang itu di ungkapkan dengan memberikan barang yang masih di "kira kira" kan kalau target "akan" suka, todak benar benar mengetahui yang target suka. Tak ada rasa gengsi sedikitpun untuk memberikan barang sesimpel ini ke orang yang disayang.
Suatu hal yang hampir tidak di anggap penting oleh beberapa orang...
just.. susu?
Maksud ku ya dia jelas mengerti, kalau dia bisa memberikan barang yang jelas aku suka walaupun barang engga jelas, kenapa harus memaksakan untuk mencari barang yang "kayaknya" cewek cewek umum suka. Namun belum tentu sebetulnya aku suka. Dia tahu porsinya gitu. Kaya sop digaremin lah, dia tahu takerannya walaupun hanya sejumput ujung jari yang sedikit, dia engga memaksakan untuk memberikan lebih banyak dengan harapan kira kira lebih enak.
Dear Naufal,
Makasih untuk susunya! You are really kind!♥
Sincerely, Laurentia.
Senin, 02 Maret 2015
APA, DIMANA, BAGAIMANA, BAHAGIA.
"Apa tidak terlalu cepat ren mengungkapkan kebahagiaan seperti itu? Apa tidak terlalu dini gitu? Bukankah itu yang udah kamu lakukan kepada yang lalu lalu dan ternyata akhirnya mereka tidak seperti itu?"
itu suatu ungkapan yang memang selalu aku pikirkan selepas hubungan ku dengan C.
Aku sangat menyadari diriku yanh selalu mengungkapkan kebahagiaan semata yang aku rasakan semata yang saat semata dan berakhir dengan semata. Seperti lelucon ya?
Ku memuji mereka, menunjukan bahwa aku bahagia, aku yang terlihat sangat mengharapkan kebahagian, aku yang terlalu mengungkapkan apa yang hatiku rasakan ini. Seperti orang bodoh ya?
Tidak, bagiku itu sebuah hal yang natural. Memang bagi beberapa orang, aku jadi terlihat sangat bodoh dan terlalu mudah terbawa suasana. Tetapi aku hanya menjalani apa yang sudah Tuhan rencanakan untuk ku, kebahagiaan yang walau semata mata terjadi, jika memang itu membuat ku bahagia, ya...aku bahagia.
Kadang memang sulit untuk menerima pada akhirnya tidak sesuai dengan apa yang ku ungkapan di awal nya. People change.
Semua akkhir menyedihkan itu bukan aku yang sudah tak lagi mendapatkan kebahagiaan bersama dirinya, tetapi merekalah yang sadar bahwa aku bukan lah yang mereka cari, aku yang terlalu menempatkan kebahagiaanku kepada orang yang ku sayang, tanpa menunggu apakah akulah kebahagiaan yang mereka cari? Itulah sehingga mereka pergi, ya mereka, mereka yang dahulu seharusnya menjadi kebahagiaan ku.
Jadi menurutku tak ada kata terlalu dini untuk mengungkapkan rasa bahagia, rasa cinta,jika memang itu terjadi begitu saja ketika kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang.
Bahagia itu memang sederhana, sangat sederhana, dengan hanya duduk di belakang kursi motor beat hijau, dan melihatnya mengatur spion kanan nya dan ku dapat melihat wajah nya dari kaca itu, seketika ku pernah bertanya kenapa dia melakukan nya, dan dengan jawaban singkat
Spion kiriku buat ngeliat belakang motor ku, spion kanan ku buat ngeliat yang di belakang jok motor ku
Hanya seperti itu, semudah itu kebahagiaan muncul begitu saja, melihat nya tertawa, mmelihatnya tersenyum, melihatnya makan, melihat caranya menatapku, cara nya memanggilku, melihat nya bisa bebas berekspresi dan menjadi dirinya seperti burung yang terbang bebas di langit biru, disitu pula kebahagiaan ku ada. Aku melihat dirinya, seperti ku melihat diriku. Senyumnya pun melambangkan senyum ku.
Aku tak pernah menyesal akan hari esok, hari esok adalah sebuah kejutan, jika pada akhirnya apa yang ku ungkapkan bahagia dihari ini tak ada lagi di hari esok, itu adalah sebuah kejutan. Aku tak pernah takut.
Seperti hal nya sekarang, ia begitu banyak berkata kata yang membuatku yakin, kenapa yakin? Padahal kan kalian tahu sendiri sebelum nya selalu begitu, (ayolah jangan lagi lagi, nanti salah lagi ternyata) itulah, sebuah keyakinan. Aku tak pernah bersedia jalin hubungan jika keyakinan yang ku rasakan baru 99% pun, jika aku bersama nya berarti keyakinan ku kepadanya sudah 100%, tanpa memikirkan perkara esok dia akan mengkhianati semua, karena aku yakin, sampai detik ini, aku masih menjadi serangkaian dan bagian dari rencana masa depan nya.
Terdengar bodoh, aku bodoh, iya.
Hanya mencoba untuk tidak membohongi diriku. Aku mencintai seseorang....sepertiku mencintai diriku sendiri. 100 persen.