Jumat, 17 Oktober 2025

Horog

 Halo bloggers.

akhirnya aku punya kesempatan untuk kembali mengungkapkan isi hati yang sebenernya ini tabu untuk di ceritakan ke orang maka, aku cuma bisa cerita ke blogger, menjadi ruang untukku bisa meluapkan segala hal mengesankan yang aku temui di hidupku.


sudah sekira nya sejak 15 tahun lalu saya sudah tidak pernah menemui sosok panda itu, hmm mengapa aku masih mengatakan panda ya? padahal pun kayanya itu sudah tidak menjadi hal yang penting untuk di sebut. Tetapi ada kala nya hal yang tak perlu di nyatakan, tetap di sembunyikan.

kala itu aku sedang downscrolling ig aku di hari yang super biasa di kamar ku di tengah tengah pulau di selatan Indonesia. tiba tiba di thumbnail postingan explorer aku, ada wajah yang amat sangat aku kenali, ya aku kenal meski dia sudah tidak dengan rambut tahun 2010an dengan jambang yang sangat dia dewakan itu. dia dengan pakaian putih dengan latar merah yang tidak asing dan kuyakini awalnya seperti acara sangjit. (jujur aku gatau tata cara pernikahan adat chinesse sih). aku buka postingan itu, mereka sedang saling memberikan angpao. dan saling memberikan hormat ke kekeluarga. lalu kulihat mempelai wanita nya menggunakan baju pengantin, dan yap aku yakini ini acara pernikahan, bukan lamaran.

dengan kondisi dalam keasadaran penuh, aku kepo dengan mempelai wanitanya. anggaplah namanya Anggun Permata (karena aku lihat begitu cantik bak intan, cantik paripurna), Dengan penuh kesadaran aku mau liat ig nya, and boom! Profile tidak ditemukan. Aku bingung apa itu vendor salah tag dan mention kah?


Akhirnya aku coba iseng cari profil dia pake second akun aku. And yeahhh aku bisa buka ig nya. Trus aku sontak berfikir. “Jangan jangan dia TAUUU anjieerr aku siapa dan siapa nya panda atau kaya masa lalu nya panda? WAKAKAKAKA” aku jujur shoooock. Aku aja baru tahu nama dia, ternyata aku udah jauuhh di block entah sejak kapan. HAHAHA lucu banget pikir ku.


Eh wait. Aku dulu inget banget jadi throwback sekitar 2017. Pas itu aku baru komunikasi lagi sama panda lewat LINE setelah ratusan purnama. Dan aku inget itu dia udah berbeda pribadinya, pas aku ajak ngobrol tuh lebih stabil, ga marah marah terus seperti waktu di FB jaman 2009.

Nah yang aneh nya, tiba tiba lagi ngobrol di LINE, muncul notifikasi bahwa kontak LINE ku di block dari panda. Dan aku pun akhirnya lost kontak since then. 

Sejak saat itu komunikasi ku dengan panda terputus selamanya. Dan next akhirnya aku baru ketemu pertama kalinya dengan suamiku.


Anywaaayyy back to topic. Sekarang aku merasa kay Horog. Heran. Ternyata dia bisa tahu ada “saya” duluuuu yang sempat ada di hidup panda sampai sampai di block padahal aku ga pernah coba ganggu mereka ever since panda block my LINE tho.


Horog


Minggu, 21 April 2024

SOSOK 14 TAHUN

Aku melihat sosok itu,

Sosok yang hilang begitu saja vanished away lebih dari dekade. 

Cerita dimulai pagi ini aku akan bersiap untuk pergi ke gereja di salah satu paroki di Jakarta Timur. Suasana seperti biasa, kami dapat tempat duduk di balkon atas karena hari ini kami datang sedikit telat. Misa berjalan normal sampai suatu ketika persiapan komuni, para prodiakon berkumpul ke atas pelataran altar, dan aku melihat sosok pria paruh baya dan aku tahu dia siapa, dia papa nya panda (let we keep call him Panda). Aku coba langsung celingak celinguk dari atas balkon kebawah tempat duduk umat, and yes! Yes! I saw him! I saw Panda for the very first time since mid 2010 in Junior high school. Aku cuma bisa terdiam, badan sedikit kaku dingin. Aku menghela nafas, tersenyum dan berkata dalam diam. “Wow, glad to know you doing well”. Dia sehat, terlihat baik, teramat baik. Terima kasih Tuhan.

:)

Minggu, 07 Januari 2024

NEW LASTLY CHAPTER

Setelah sekian panjang perjalanan cinta ini, akhirnya sampailah pada lembar pertama buku terakhir ku.

Setelah lelah mengejar tetapi tetap tertinggal, mencoba memahami tetapi dibuat semakin tidak mengerti, mendewasakan diri tetapi malah menyakiti diri sendiri, mencoba berlari tapi tersandung tersungkur lagi.

Buku terakhir ini yang akan menjadi final chapter dari kisah sedih The World Without Border selama 15 tahun lamanya.

Aku menemukan dia. Di bawah pohon beringin pelataran gereja katolik St Mikael Kranji. Menatapku dengan penuh kekhawatiran, dengan gesture yang memintaku untuk berhati hati melangkah, padahal kami tidak saling kenal.

Aku menemukan dia. Yang datang ke rumah sakit untuk menjenguk mama ku di tengah malam dan mengantar kasur untuk ku bisa tidur nyaman di rumah sakit.

Aku menemukan dia. Yang tidak perlu sembunyi sembunyi dari orang tuanya, membuka pintu lebar untukku dan menjadikan ku sebagai bagian dari keluarganya. Tak perlu bertengkar. Tak perlu melihat masa lalu. Tak perlu ada negosiasi ras agama suku.

Aku diterima, aku mengetuk, dan pintu gereja dibukakan. Dan Altar jadi langkah pertama perjalanan penuh masa depan sejahtera kami, selamanya.

Kamis, 15 Juni 2023

LEFT BEHIND

Jaman sekarang banyak sekali istilah istilah baru yang dipakai di kalangan anak anak muda,

Mereka menyebutnya core trauma


Ya core trauma yang awalnya terdengar terlalu berlebihan, pernah terfikirkan

“Emang ada orang yang tidak bisa berdamai dengan trauma nya?”

“Emang ada ya orang yang tidak bisa bangkit dari yang mereka sebut trauma mereka?”


Ternyata, core trauma itu ada juga pada aku.

Lucu, tapi iya, ada.

Aku takut dan trauma banget pada keadaan ditinggalkan.

Aku ditinggalkan orang tua ku jaman aku kecil, aku dibesarkan oleh tante dan kakek nenek ku. Orang tua ku sibuk sampai tidak selalu setiap hari berkunjung.

Aku ditinggalkan oleh mama ku karena dia pindah agama

Aku ditinggalkan oleh teman temanku karena aku tidak memiliki cukup uang untuk bisa bergaul dengan mereka

Aku ditinggalkan oleh orang tuaku untuk berusaha kuliah sendiri, mencari beasiswa. (Cerita ini paling melelahkan)

Aku ditinggalkan oleh mama ku yang meninggal 2021 silam

Aku ditinggalkan papa ku saat aku ingin menjalani operasi tidak ada kepedulian dari dia.

Aku ditinggalkan oleh papa ku yang memilih pinjol dan perlahan membuat hubungan ku dan dia seperti ada jurang antara kita karena dia bisa saja seketika act crazy karena uang

Aku ditinggalkan oleh kakak kakak ku yang perlahan sudah move on dan tidak ingin peduli lagi kepada papaku

Aku takut-sangat-amat-sekali-banget takut ditinggalkan

Dan hari ini saat ini detik ini, aku bener bener sedang mengalami dan merasakan kembali core trauma itu.

Aku tidak mengerti mengapa, tapi yang aku mengerti people come and go easily.


Angkat kepala, jalani kembali harimu, biar core trauma menjadi trauma yang kamu pegang janji tidak akan pernah kamu lakukan pada orang lain. 


Kamis, 06 Oktober 2022

BONTOT (BUNTUT)

Hmm..

Kalau boleh bertanya kepada saudara ku, bagaimana rasanya menjadi anak bungsu atau yang biasa kita sebut anak bontot (dari kata buntut)?

Enak

Paling di manja dan disayang

Dimenangkan terus dari kakak nya

Selalu di jajanin kakak nya

Yang paling di lindungi

Yang selalu dapet apa yang dimau


Sstttt, itu hanyalah di stereotype orang-orang, bukan kehidupan bontot ku. Kalau boleh aku curhat banyak sekali hal hal yang membuatku kadang bertanya kepada orang tua ku “ma, pa, kenapa aku dilahirin si? Kasian juga kan aku, kasian juga kalian. Emang nya engga kasian sama aku?”

Aku yang sedari kecil terlihat tercukupi segalanya, tidak juga. Malah setelah aku beranjak dewasa dan sampai hari ini pun aku kadang mencari apasih yang dikatakan orang menjadi anak bontot tuh enak?

Btw, aku tiga bersaudara, kaka laki laki dan kaka perempuan yang nomor dua.


Ini adalah kisah nyata hidupku

Sedikit banyak aku hanya ingin menceritakan pengalaman ku sebagai anak bontot. yang dimulai sedari SMP sudah empot empotan bayar uang sekolah karna “katanya” keuangan keluarga sedang tidak baik baik saja at the same time aku jarang bertemu orang tua karena aku dibesarkan di rumah nenek (dengan alasan karena kedua orang tua ku sibuk kerja). Saat ini aku tu berfikir “orang tua dua duanya bekerja, masa iya tidak bisa bayar uang sekolah? Agak lain memang”

Aku yang SMA dengan penuh kerelaan masuk ke Sekolah Negri karena katanya geratis biaya sekolahnya. Ya, kedua kaka ku masih dibiayai uang sekolahnya, aku kedapatan geratis.

Saat SMA pun tak sehari dua hari aku engga bisa makan siang karena tidak punya uang. Menjauhi segala aktifitas atau organisasi yang mungkin manyita waktu lama karena aku tidak memiliki kendaraan pribadi (mengandalkan metromini) 

Cukup enak untuk anak bontot?

Saat aku memasuki waktunya untuk kuliah, orang tua ku yang terlihat bisa beli apa saja itu mengatakan bahwa mereka tidak memiliki dana lagi untuk aku kuliah. 

Jadi, aku dicarikan rekomenasi oleh mamaku untuk masuk politeknik yang bisa memberi beasiswa anak didiknya. Singkat cerita, aku mendapatkan beasiswa tersebut dengan bersusah payah belajar dengan penuh giat dan tekun untuk mendapat peringkat 3 besar agar mendapat beasiswa.

Kaka ku yang pertama dibelikan motor CBR, kakaku yang kedua dibelikan motor Scoopy. Yang mana keduanya adalah kredit. Orang tuaku rela melakukan kredit padahal tidak bisa membiayai aku kuliah. Jarak rumah ke kampus ku 20km. Menggunakan ojek online

Tapi rumah ke kampus kaka ku hanya 5km. Tapi dia yang dibelikan kendaraan. Agak lain memang.

Sampai aku kuliah aku melalui jalur beasiswa prestasi. Setiap bulan aku mendapat uang saku yang kadang papaku minta untuk keperluan mendesak “katanya”.kurang lebih 3 tahun aku push my limit untuk tetap belajar dengan tekun meski karang tidak bisa makan siang karena gapunya uang. Pulang kuliah juga mencari teman untuk nebeng ketika tidak punya uang. Sampai TIDAK berangkat kuliah karena tidak punya uang untuk naik angkutan umum.

Bungsu? 

Dipertengahan tahun kuliahku, kantor papaku bangkrut dan perusahaannua memiliki utang cukup besar sehingga aset pun semua habis. Ya, sekitar tahun kedua kuliahku, papaku sudah stay at home.

Setelah selesai kuliah. Segala Puji Bagi Allah karena aku dilancarkan dan mendapatkan pekerjaan dengan cepat. 

Di awal karir ku, aku mendapati mama jatuh sakit. Aku setiap hari bolak balik RS dan kadang brangkat kerja dari RS. Karena kerjaku mobile keliling jakarta, kadang aku sempatkan jam istirahat untuk bertemu mamaku di RS (ya, papaku juga di rs kok nemenin mama).

Sampai aku berfikir untuk melanjutkan kuliah lagi atas amanah papaku yang tidak suka aku hanya lulusan D3, harus S1 (yang diwaktu bersamaan tuntutan beliau pun tidak di sertakan dengan modal. Intinya dia tidak terima anaknya hanya D3, gengsi)

Didasari atas beban psikis itu, akhirnya aku memberanikan diri untuk lanjut S1. Saat aku melanjutkan studi S1 ku, papaku berbicara soal biaya BPJS yang tidak bisa dibayar karena sudah tidak bekerja. Karena hubungan ku dengan mama cukup lebih dekat daripada anak anak yang lain, mamaku meminta tolong aku untuk membiayai BPJS agar mama tetap bisa dirawat di RS. 

Saat tahun akhir kuliah, rumah kami sempat di segel oleh PLN karena tidak membayar uang listrik, akhirnya mamaku kembali meminta kepadaku untuk membiayai listrik rumah.

Saat akan tiba kaka pertamaku hendak menikah, kami memberesi rumah kami yang sudah reot karena bangunan yang sudah tua menggunakan uang hasil jual tanah kebun orang tuaku yang mana uangnya akan dialokasikan juga untuk biaya nikah kakaku, Akhirnya kakaku menikah.

Pernah tidak tebesit dalam pikiran ku.. “kan yang duluan kerja dia, kenapa engga minta bayarin ini itu sama dia?”

Yagasi? Kakaku dua, kedua nya sudah bekerja saat aku mulai bekerja, ditambah melanjutkan kuliah


Ya, kata mereka “kasian, dia mau nikah biar nabung dulu”

owh.


Sampai akhirnya 3/4 dari biaya primer rumah aku yang biayai dengan penuh dengan ketelitian managemen uang agar cukup, mengurangi segala gaya hidup yang tidak perlu. Menabung pula agar memiliki pegangan ketika dalam keadaan darurat. Pokoknya uang ku setiap peser dalam pantauan ketat aku.

Singkatnya, aku lulus kuliah S1 ku tanpa uang sepeserpun dari orang tua.

Lanjut, suatu hari ada konflik, saat itu mamaku sudah pulang dari rs. Dan tiba tiba kambuh di rumah, dengan reaksi kambuhnya adalah BAB hitam dan muntah darah. Aku disitu panik karena mamaku hampir ilang kesadaran. Aku minta papaku untuk segera siap siap berangkat ke RS. Papaku dengan gaya santai nya dia menghubungi kaka sepupuku yang memiliki mobil untuk menjemput kita.

Kurang lebih sudah setengah jam kami menunggu dan mamaku sudah lemas berbaring di kasur. Aku konfirmasi lagi “pa, mas billy* sampai mana?”

“Lagi dijalan dari sukabumi*” jawab papaku. Dengan kondisi rumah kami di bogor* 

Tak lama papaku menghampiriku dan mengatakan “cil, minta duit buat ongkos dan bensin mas billy* , 150 lah”

Aku menyeringai “ha? Aku gapegang cash segitu adanya 50rb” akhirnya papaku minta 50 dari dan 100 nya dari kaka kedua ku yang kebetulan pegang uang cash.

15 menit menunggu, aku kulai gusar. Aku cek aplikasi taksi online, dan mendapati biaya ke RS itu 50rb an saja.

Aku menghampiri papaku diruang tamu yang sedang ngopi “pa, bilang mas billy* aja kita naik taksi online aja ini cuma 50rb aja kok biar cepet”


Dan kalian tau apa reaksi papaku? Matanya membelalak menatapku san mengatakan dengan cepat sambil balik badan menuju kepintu utama “yaudah sana kamu sama mama naik taksi online, papa mau nunggu mas billy*”

Mendengar itu, i swear to God aku mau ambil palu aku mau ketok kepalanya sampe bocor. Untung masih inget Tuhan.


Kejadian yang lucu itu berakhir pada prcakapan ku bersama mamaku yang dari dalam hati aku mau sediakan mobil 1 yang kecil dirumah karena didasari pengalaman kejadian itu. Singkat cerita akhirnya akhir tahun itu aku beli mobil kecil. Dengan harapan next kalau ada apa apa yang bersifat emergency dan butuh kendaraan tidak perlu berdebat panjang lebar langsung bisa berangkat apalagi yang berhubungan dengan kesehatan mamaku.

Wah. Dipikir pikir keuangan ku semakin tercekik nih. Listrik, grocery bulanan, aksidensial kebutuhan obat obatan mamaku,  cicilan mobil. Dan PASTInya aku memiliki kebutuhan pribadi dong.

Kesumpekan rumah ku juga dilengkapi oleh motor CBR kaka pertamaku yang di kembalikan oleh kakaku dengan alasan di apartemennya kalau setiap daftarkan kendaraan harus bayar biaya keamanan dan parkir bulanan yang bagi dia memberatkan disamping itu STNK nya masih atas nama mama aku.

Setelah sekitar 2 3 bulan motor itu dirumah, papaku memberikan info bahwa motor tersebut sudah dari 3 tahun lalu belum dibayarkan pajaknya. Aku be like “ha?”

Lalu papaku dengan ringannya bilang “kamu ada 2jt engga cil? Buat bayarin pajak nya”

Tau dong reaksi ku? He he

“Lah make juga kaga kenapa aku yang disuruh bayar? Sana tuh mas Coki* suruh bayar lah enak banget papa ngomongnya”


“Itu mas Coki kan udah punya anak kasian kalau disuruh bayar”

“Gada! Dia harus manage uang nya, ini kan pengeluaran tetap dianya aja yang make buat gaya hidup gamungkin duitnya engga ada” disitu aku meledak banget.

Dan papaku cuma reaksi sambil menghela nafas “hmm iya yaudah deh”

Yaudah deh yaudah deh MIKIR KONTIL! Dalem hatiku yang sudah panas dan meledak ledak.

Setelah itu aku tidak tahu apakah akhirnya pajak motor itu dibayar oleh siapa. Yang pasti AKU GAMAU!

Sampai kita time skip ke hari dimana aku mengusahakan motor CBR itu untuk dijual karena sangat sudah tidak dipakai cuma parkir dn sempit sempitin doang. Dan lumayan akhirnya dengan bantuan cowoku, motor itu terjual kurang lebih 13jt.

Dan setelah terjual ada obrolan singkat papaku yang mengatakan mau ngasih duit hasil jual motor itu ke kaka cowoku. Gatau sih rada aneh aja, rawat engga (karna asli tu motor busuk banget), dibayar pajak engga, masa duit hasil jualnya dikasi kedia. Ya serah deh yang penting tu 13 jt bukan angka yang kecil untuk seorang pengangguran yang masih butuh makan dkk.

——————————-Batas suci————————————

Yap, sampailah pada hari yang kurang menyenangkan, mamaku meninggal dunia.

Hidupku sekarang bersama kaka kedua ku dan papaku.

Ya, pas awal mamaku meninggal, papaku mengatakan kepadaku bahwa PBB rumah kami belum di bayar bayar sejak 6 tahun yang lalu dan meminta aku untuk bayarin. Kurang lebih 2jt karna plus denda.

Syok engga sih? Aku langsung potong “lah lah, kenapa ga dibayar rutin kan setahun cuma sekali gasampe gope pula”

Dengan entengnya papaku menjawab “ya kan waktu itu mama udah sakit” ucapnya.

Aku dalem hati “yeeh itumah papa ajak yang alig, malah penyakit mama dijadiin bumper” dan lucunya aku lupa saat itu kan baru tahun lalu jual CBR dapet 13jt kenapa tahun lalu engga dilunasin kan ya puncak komedi engga sih? Malah sekarang minta sama si bungsu YANG NOTABENENYA gapernah bisa dibiayain apa apa dari sekolah, makan, dll malah selalu menjadi pemangku keuangan keluarga ini. Apa apa aku apa apa aku. Alesan gaminta kakaku karna dulu mau nikah, udah nikah alesan nya punya anak. Lucu.


Setelah beberapa bulan mamaku meninggal aku di diaknosa ada kista di payudara, yang membuatku harus di operasi. Sampai perawatan awal sampai menjelang hari H pun aku kabari papaku aku akan operasi di hari tersebut.

Ketika hari H pagi pagi kakaku sudah bersiap untuk menemaniku, saat kami membangunkan papaku untuk mengantar ke RS papaku yang baru bangun itu menjawab “hmm itu nanti naik Taksi Online atau di anterin Rama*?”

aku syok banget masa respon pertama yang terlintas di otak dia saat tau anaknya ini mau operasi kok malah suruh orang lain anterin? (Btw Rama tu cowo aku), LOOO YANG HARUSNYA ANTER MALEH. Apa aku bukan anak kali ya? hanya sebuah produk percobaan biologi yang gasengaja jadi anak?

Dah aku kecewa banget banget sama papaku hari itu


Lompat ke present day


Saat ini kondisi keuanganku saja sudah sangat pas, sekarang sudah 90% dkebutuhan financial rumah aku yang biayain, jangan tanya apa saja yang dibayar, mending saya ungkapkan yang TIDAK saya bayar, yaitu uang Keamaman komplek 50rb dan uang PDAM <200rb. Ini kaka kedua ku yang handle

Kamu tanya apa aja? Ya sisanya semua aku yang “dengan besar hati sambil menghela nafas panjang”…..bayar.

Kenapa? Lagi dengan alasan “kasian ka Cika* mau nikah” yang satu mas Ciko* dulu kasian udah mau nikah pas udah nikah trus kasian biaya buat anak. Tar ka Cika* udah nikah pas punya anak bilangnya buat biaya anak atau biaya a i u e o dalam rumah tangga baru.

Yang jadi pertanyaan ku ketika nanti aku mau merencanakan pernikahan bakal berfikir kasian sama aku karna mau nabung buat nikah engga? WKWKWKWK SIAPA YANG MAU BAYARIN HIDUP LO, PA?

Bungsu? Enak? 

Ya kalau stereotype nya berjalan di aku. Kata orang orang kan anak bungsu tuh waktu kecil diemong, remaja di jajanin kaka yang udah lebih tua, pas kuliah dibayarin kaka yang udah kerja, pas kerja diajak jalan sama keluarga kaka. Trus aku balik balas budi buat biayain rumah dan ortu setelah kalian tinggalin aku ya VALID.  Lah ini dari kelian disini sampe kelian disana gapernah tu merasa jadi adik, malah merasa jadi paling kaka diantara kalian berdua :)


Sekarang aku selalu teriak ke papa ke mereka tentang hal ini.

Tapi apa? saya yang kalian lihat begini tersiksa nya aja sengaja tutup mata, kalian yang tau dan mendengar teriakan ku malah tutup telinga.

Bunuh saja aku sekalian langsung, jangan pelan pelan gini. 


Lagi pula aku sudah cukup lelah, mau istirahat saja :)


Ps: untuk kalian yang gatau rasanya jadi seperti saya dan masih selalu memberika Toxic Positivity, maaf saya resign dari hubungan bersama kalian. 

Rabu, 05 Oktober 2022

SAMBATERS OF THE DAY

Hmm

Sambat dihari Selasa yang super heroik. 

Baru juga pulang dengan menempuh waktu perjalanan sampai 2,5 jam (yang normal nya 40 menit) karna hujan, banjir, macet. B a n g e t

Sampai rumah baru touchdown, di hubungi lah , yuk online.


Aku cuma menghela nafas. Alig. Gatau lo apa yang gue alami suaat


Senin, 07 Juni 2021

MANUNGGAILING KAWULA GUSTI

Hai selamat siang sahabat blogger.


Kembali lagi akhir nya aku yang doyan nya cerita pengalaman hidupku yang menurut aku masih pantas untuk di share ke temen-temen.


Manunggailing Kawula Gusti. 

Agak asing ya bagi kalian. Ini adalah sebuah peribahasa jawa. Kalau arti harfiah nya adalah "Bersatunya Abdi dengan Tuan"

Ini konsep agama kejawen. Aku sebenernya bercerita ini karena aku baru saja ngobrol sedikit banyak dengan teman ku seputar ke-Tuhan-an dengan realita kehidupan.

Diawali denga puasa. Trus hal hal yang di pandang mistik. Bahkan ada yang sampai masuk dalam kategori kemurnian tertinggi sampai bisa levitating (melayang). 

Bahkan yang diajarkan kepadaku lewat sekolah minggu saja "jika iman kita sebesar biji sesawi maka kita bisa memindahkan sebuah gunung jika kita mau"

Ya. Aku merasa karna memang aku adalah ciptaan Tuhan menurut gambaran nya, maka aku menganggap bahwa ada pribadi Tuhan jauh di dalam lubuk hatiku.

Begini peristiwa yang ingin aku share baru baru saja terjadi.

Tapi kita harus bijak memahami nya jangan sampai ada konklusi yang bersifat keberpihakan karna aku tidak bernita memojokan siapapun dalam postingan ini.


Sebenernya ada peristiwa yang baru saja terjadi antara aku dengan pacarku. Ini kekanak-kanakan sih. 

Begini. Pas hari selasa, aku seperti memiliki firasat yang kurang enak. Seperti tidak semangat atau enggan untuk melalukan apa apa.

Lalu aku siang hari dijemput karna pacarku baru seselesai urusan dari bengkel vespa. Aku pun di jemput dan kami pulang ke rumah dia.

Sesampainya si sana seperti biasa kami bermain dengan anak anak nya Pororo (kucing yang direscue sama dia pertengahan 2020 lalu di depan rumah nya). Kami sekedar melihat lihat dan lihat. Sambil bikinin susu dan bermain bersama Pororo.

Lalu setelah bosan kami masuk ke rumah dan dia ngomongin soal Mobile Legend, "ciel, aku udah naik ke Legend dong. Solo rank tadi"

Aku seneng banget saat itu. Wah keren banget naik solo rank jadi kita sama sama Tier Legend. Trus dia juga bilang temen nya yang namanya Jess.97 juga udah naik ke Epic. Jadi kita bisa main bareng-bareng lagi sama temen temen Lion Air nya dia.

Trus aku tanya aja iseng "ow tadi kamu main sama Jesslyn?"

Dia jawab "hmm cuma sekali iya"

Entah aku curiga aja gitu.


Selang sampai sore kami main lalu aku mandi. Selesai mandi gantian dia mandi. Pas dia mandi aku cek hp ku buka Mobile Legend. Aku cek history dia. Selama rank tadi. Ternyata bener-bener solo kok engga ada Jess.

Aku bingung. There must be some reason kenapa dia bilang ranked 1x sama Jess. Biasanya yang diucapin prtama itu paling bener. Akhirnya aku coba cek history nya gameplay Jess. Pas ranked tadi siang memang cukup banyak juga kaya push rank gitu dan bener gada nama Lynxcross disitu.

Ada yang aneh aku rasa. 

Maaf akhirnya aku harus cek hp dia. WA iya. Obrolan nya aku gapeduli aku cuma mau cari informasi mengenai ucapan tadi siang dia yang harus di buktikan kebenaran nya. Dan aku nemu. Foto dia nge foto hp nya yang 1 lagi dengan tampilan home nya Mobile Legend. 

"Titisan Dewa" itu namanya.

Aku coba re-check lagi history Game Play Jess.

Fortunately, ada nama Titisan Dewa dan. . . Mereka bener bener main bareng cukup lama sekitar 7 game. Ya hero yang di gunakan aku tahu yang dia bisa saja. Ini pasti dia.

Aku akhirnya coba cek hp dia 1 nya. Dan yap login Mobile Legend nya adalah akun baru yang bahkan aku tak tahu itu ada.

Meski dia sempat pernah bicara ingin buat akun baru untuk memperbaiki WinRate.

Aku cuma menghela nafas panjang untuk menenangkan diri aku.


Keesokan harinya aku membuat dia mengakui sebenernya apa yang terjadi. Dan akuvsaat itu marah besar karna dia berbohong tentang cewek kepada aku. Pokoknya aku saat itu super sakit hati.

Tapi aku tetep berusaha biar ini under control aja.

Dan akhirnya setelah semua diakui dan bla bla bla. Dia pun berjanji engga main ML dulu 1 bulan.

Akupun saat itu benar-benar muak dengan game ini karna bisa bikin pacarku sampai berbohong apalagi tentang cewek. Aku bahkan gapernah peduli dia WA an siapa asal jangan sampe "bohong" karna aku bener bener benci akan 1 hal itu.

Akhirnya esoknya kami agak sedikit cek cok.

Dan bla bla bla. Pada kamis malam sedikit mereda. Karna kami belum ketemu sejak saat itu sehingga aku belum bisa tenang. Kita harus ketemu.

Akhirnya jumat pulang kerja kita ketemu dan membicarakan hal ini. Aku spend time dirumah dia dan ya tanpa main Mobile Legend seperti biasanya.

Lalu keesokan harinya aku diajak untuk jalan ke mall bersama ortunya. Tapi ortu dia mencar dan kami berdua juga mencar jalan berdua. Lalu kami membeli snack di FH. Lalu beli minuman di DownTown nya Mall tersebut.

Mulailah akhirnya kita sedikit membuka topik mengenai perdebatan kemarin.

Memang sejak smalem aku berfikir rasanya kurang pas kalau dia mempunish diri dia untuk tidak main mobile legend selama 1 bulan. Karna after that toh akan main lagi. 

Masalah nya bukan disitu titik berat konflik antara kita. Ini kan karna dia berbohong sama cewek lain kepada aku. Bukan karna kebanyakan main mobile legend. Jadi pun kalau dia mempunish diri dia engga main 1 bulan engga akan ada pelajaran yang di petik bukan?

Akhirnya aku bilang

"Sebenernya aku kurang setuju dengan kamu harus vacuum main ML 1 bulan. Karna engga adil rasanya buat kamu toh kamu kan bukan karna main ML sampe lupa waktu dan tanggung jawab. Pesan ku si cuma next nya jangan pernah bohong lagi dalam bentuk sekecil apapun (apalagi kalau dia rasa tahu itu merugikan salah 1 pihak)"


Akhirnya engga lama tuing. Jess setelah 3 hari engga WA dia untuk ngajak main ML pun tiba-tiba ngajak lagi. Hm? Agak aneh kenapa pas banget aku allowed dia trus baru diajak lagi. Haha entah lah.


Akhirnya kami pun pulang dan dirumah dia aku push rank bersama dengan Jess dan temennya 2 orang. Dan itu permainan tim kita paling kacau yang pernah ada. 4x main cuma menang 1x dong. Ranked pula.


Dan pacarku pun kapok dan enggan main lagi saat itu disamping aku juga puyeng kerna kalah mulu.

Wkwkwkwk asli bad day for ranked itu.

Aku ngebatin.

Kaya kepasrahanku itu Tuhan yang lanjutin aja. Like Tuhan tuh ada didalem hati ku apa yang aku rasakan itu Tuhan paham betul.

Yang aneh nya bener bener setelah aku memperbolehkan dia main lagi, jess baru mengabari dia lagi via WA. Aneh

Lalu kami main dibuat bener bener tidak berkesan banget ke 3 orang itu. Bener bener kacau main nya seperti engga fokus. Dan pacarku akhirnya malah jadi gemes juga sama lose strike itu. Aku juga weh wkwkwk turun 1 bintang.


Mungkin ini yang sedikit dinamakan Manunggailing Kawula Gusti.

Seperti aku memang sejak awal sudah bersatu dengan Tuhanku jadi isi hatikupun Tuhan tahu Tuhan yang atur. Aku tinggal pasrah saja.


Pengalaman kemarin bener bener membuatku cukup drop dan aku tak ingin hal itu terulang lagi. 


Sincerely,


Laurentia Manunggailing Kawula Gusti.

What Is On Your Mind? by Laurentia Tricilya Cascarine. Diberdayakan oleh Blogger.