Minggu, 21 April 2024

SOSOK 14 TAHUN

Aku melihat sosok itu,

Sosok yang hilang begitu saja vanished away lebih dari dekade. 

Cerita dimulai pagi ini aku akan bersiap untuk pergi ke gereja di salah satu paroki di Jakarta Timur. Suasana seperti biasa, kami dapat tempat duduk di balkon atas karena hari ini kami datang sedikit telat. Misa berjalan normal sampai suatu ketika persiapan komuni, para prodiakon berkumpul ke atas pelataran altar, dan aku melihat sosok pria paruh baya dan aku tahu dia siapa, dia papa nya panda (let we keep call him Panda). Aku coba langsung celingak celinguk dari atas balkon kebawah tempat duduk umat, and yes! Yes! I saw him! I saw Panda for the very first time since mid 2010 in Junior high school. Aku cuma bisa terdiam, badan sedikit kaku dingin. Aku menghela nafas, tersenyum dan berkata dalam diam. “Wow, glad to know you doing well”. Dia sehat, terlihat baik, teramat baik. Terima kasih Tuhan.

:)

Kamis, 15 Juni 2023

LEFT BEHIND

Jaman sekarang banyak sekali istilah istilah baru yang dipakai di kalangan anak anak muda,

Mereka menyebutnya core trauma


Ya core trauma yang awalnya terdengar terlalu berlebihan, pernah terfikirkan

“Emang ada orang yang tidak bisa berdamai dengan trauma nya?”

“Emang ada ya orang yang tidak bisa bangkit dari yang mereka sebut trauma mereka?”


Ternyata, core trauma itu ada juga pada aku.

Lucu, tapi iya, ada.

Aku takut dan trauma banget pada keadaan ditinggalkan.

Aku ditinggalkan orang tua ku jaman aku kecil, aku dibesarkan oleh tante dan kakek nenek ku. Orang tua ku sibuk sampai tidak selalu setiap hari berkunjung.

Aku ditinggalkan oleh mama ku karena dia pindah agama

Aku ditinggalkan oleh teman temanku karena aku tidak memiliki cukup uang untuk bisa bergaul dengan mereka

Aku ditinggalkan oleh orang tuaku untuk berusaha kuliah sendiri, mencari beasiswa. (Cerita ini paling melelahkan)

Aku ditinggalkan oleh mama ku yang meninggal 2021 silam

Aku ditinggalkan papa ku saat aku ingin menjalani operasi tidak ada kepedulian dari dia.

Aku ditinggalkan oleh papa ku yang memilih pinjol dan perlahan membuat hubungan ku dan dia seperti ada jurang antara kita karena dia bisa saja seketika act crazy karena uang

Aku ditinggalkan oleh kakak kakak ku yang perlahan sudah move on dan tidak ingin peduli lagi kepada papaku

Aku takut-sangat-amat-sekali-banget takut ditinggalkan

Dan hari ini saat ini detik ini, aku bener bener sedang mengalami dan merasakan kembali core trauma itu.

Aku tidak mengerti mengapa, tapi yang aku mengerti people come and go easily.


Angkat kepala, jalani kembali harimu, biar core trauma menjadi trauma yang kamu pegang janji tidak akan pernah kamu lakukan pada orang lain. 


Kamis, 06 Oktober 2022

BONTOT (BUNTUT)

Hmm..

Kalau boleh bertanya kepada saudara ku, bagaimana rasanya menjadi anak bungsu atau yang biasa kita sebut anak bontot (dari kata buntut)?

Enak

Paling di manja dan disayang

Dimenangkan terus dari kakak nya

Selalu di jajanin kakak nya

Yang paling di lindungi

Yang selalu dapet apa yang dimau


Sstttt, itu hanyalah di stereotype orang-orang, bukan kehidupan bontot ku. Kalau boleh aku curhat banyak sekali hal hal yang membuatku kadang bertanya kepada orang tua ku “ma, pa, kenapa aku dilahirin si? Kasian juga kan aku, kasian juga kalian. Emang nya engga kasian sama aku?”

Aku yang sedari kecil terlihat tercukupi segalanya, tidak juga. Malah setelah aku beranjak dewasa dan sampai hari ini pun aku kadang mencari apasih yang dikatakan orang menjadi anak bontot tuh enak?

Btw, aku tiga bersaudara, kaka laki laki dan kaka perempuan yang nomor dua.


Ini adalah kisah nyata hidupku

Sedikit banyak aku hanya ingin menceritakan pengalaman ku sebagai anak bontot. yang dimulai sedari SMP sudah empot empotan bayar uang sekolah karna “katanya” keuangan keluarga sedang tidak baik baik saja at the same time aku jarang bertemu orang tua karena aku dibesarkan di rumah nenek (dengan alasan karena kedua orang tua ku sibuk kerja). Saat ini aku tu berfikir “orang tua dua duanya bekerja, masa iya tidak bisa bayar uang sekolah? Agak lain memang”

Aku yang SMA dengan penuh kerelaan masuk ke Sekolah Negri karena katanya geratis biaya sekolahnya. Ya, kedua kaka ku masih dibiayai uang sekolahnya, aku kedapatan geratis.

Saat SMA pun tak sehari dua hari aku engga bisa makan siang karena tidak punya uang. Menjauhi segala aktifitas atau organisasi yang mungkin manyita waktu lama karena aku tidak memiliki kendaraan pribadi (mengandalkan metromini) 

Cukup enak untuk anak bontot?

Saat aku memasuki waktunya untuk kuliah, orang tua ku yang terlihat bisa beli apa saja itu mengatakan bahwa mereka tidak memiliki dana lagi untuk aku kuliah. 

Jadi, aku dicarikan rekomenasi oleh mamaku untuk masuk politeknik yang bisa memberi beasiswa anak didiknya. Singkat cerita, aku mendapatkan beasiswa tersebut dengan bersusah payah belajar dengan penuh giat dan tekun untuk mendapat peringkat 3 besar agar mendapat beasiswa.

Kaka ku yang pertama dibelikan motor CBR, kakaku yang kedua dibelikan motor Scoopy. Yang mana keduanya adalah kredit. Orang tuaku rela melakukan kredit padahal tidak bisa membiayai aku kuliah. Jarak rumah ke kampus ku 20km. Menggunakan ojek online

Tapi rumah ke kampus kaka ku hanya 5km. Tapi dia yang dibelikan kendaraan. Agak lain memang.

Sampai aku kuliah aku melalui jalur beasiswa prestasi. Setiap bulan aku mendapat uang saku yang kadang papaku minta untuk keperluan mendesak “katanya”.kurang lebih 3 tahun aku push my limit untuk tetap belajar dengan tekun meski karang tidak bisa makan siang karena gapunya uang. Pulang kuliah juga mencari teman untuk nebeng ketika tidak punya uang. Sampai TIDAK berangkat kuliah karena tidak punya uang untuk naik angkutan umum.

Bungsu? 

Dipertengahan tahun kuliahku, kantor papaku bangkrut dan perusahaannua memiliki utang cukup besar sehingga aset pun semua habis. Ya, sekitar tahun kedua kuliahku, papaku sudah stay at home.

Setelah selesai kuliah. Segala Puji Bagi Allah karena aku dilancarkan dan mendapatkan pekerjaan dengan cepat. 

Di awal karir ku, aku mendapati mama jatuh sakit. Aku setiap hari bolak balik RS dan kadang brangkat kerja dari RS. Karena kerjaku mobile keliling jakarta, kadang aku sempatkan jam istirahat untuk bertemu mamaku di RS (ya, papaku juga di rs kok nemenin mama).

Sampai aku berfikir untuk melanjutkan kuliah lagi atas amanah papaku yang tidak suka aku hanya lulusan D3, harus S1 (yang diwaktu bersamaan tuntutan beliau pun tidak di sertakan dengan modal. Intinya dia tidak terima anaknya hanya D3, gengsi)

Didasari atas beban psikis itu, akhirnya aku memberanikan diri untuk lanjut S1. Saat aku melanjutkan studi S1 ku, papaku berbicara soal biaya BPJS yang tidak bisa dibayar karena sudah tidak bekerja. Karena hubungan ku dengan mama cukup lebih dekat daripada anak anak yang lain, mamaku meminta tolong aku untuk membiayai BPJS agar mama tetap bisa dirawat di RS. 

Saat tahun akhir kuliah, rumah kami sempat di segel oleh PLN karena tidak membayar uang listrik, akhirnya mamaku kembali meminta kepadaku untuk membiayai listrik rumah.

Saat akan tiba kaka pertamaku hendak menikah, kami memberesi rumah kami yang sudah reot karena bangunan yang sudah tua menggunakan uang hasil jual tanah kebun orang tuaku yang mana uangnya akan dialokasikan juga untuk biaya nikah kakaku, Akhirnya kakaku menikah.

Pernah tidak tebesit dalam pikiran ku.. “kan yang duluan kerja dia, kenapa engga minta bayarin ini itu sama dia?”

Yagasi? Kakaku dua, kedua nya sudah bekerja saat aku mulai bekerja, ditambah melanjutkan kuliah


Ya, kata mereka “kasian, dia mau nikah biar nabung dulu”

owh.


Sampai akhirnya 3/4 dari biaya primer rumah aku yang biayai dengan penuh dengan ketelitian managemen uang agar cukup, mengurangi segala gaya hidup yang tidak perlu. Menabung pula agar memiliki pegangan ketika dalam keadaan darurat. Pokoknya uang ku setiap peser dalam pantauan ketat aku.

Singkatnya, aku lulus kuliah S1 ku tanpa uang sepeserpun dari orang tua.

Lanjut, suatu hari ada konflik, saat itu mamaku sudah pulang dari rs. Dan tiba tiba kambuh di rumah, dengan reaksi kambuhnya adalah BAB hitam dan muntah darah. Aku disitu panik karena mamaku hampir ilang kesadaran. Aku minta papaku untuk segera siap siap berangkat ke RS. Papaku dengan gaya santai nya dia menghubungi kaka sepupuku yang memiliki mobil untuk menjemput kita.

Kurang lebih sudah setengah jam kami menunggu dan mamaku sudah lemas berbaring di kasur. Aku konfirmasi lagi “pa, mas billy* sampai mana?”

“Lagi dijalan dari sukabumi*” jawab papaku. Dengan kondisi rumah kami di bogor* 

Tak lama papaku menghampiriku dan mengatakan “cil, minta duit buat ongkos dan bensin mas billy* , 150 lah”

Aku menyeringai “ha? Aku gapegang cash segitu adanya 50rb” akhirnya papaku minta 50 dari dan 100 nya dari kaka kedua ku yang kebetulan pegang uang cash.

15 menit menunggu, aku kulai gusar. Aku cek aplikasi taksi online, dan mendapati biaya ke RS itu 50rb an saja.

Aku menghampiri papaku diruang tamu yang sedang ngopi “pa, bilang mas billy* aja kita naik taksi online aja ini cuma 50rb aja kok biar cepet”


Dan kalian tau apa reaksi papaku? Matanya membelalak menatapku san mengatakan dengan cepat sambil balik badan menuju kepintu utama “yaudah sana kamu sama mama naik taksi online, papa mau nunggu mas billy*”

Mendengar itu, i swear to God aku mau ambil palu aku mau ketok kepalanya sampe bocor. Untung masih inget Tuhan.


Kejadian yang lucu itu berakhir pada prcakapan ku bersama mamaku yang dari dalam hati aku mau sediakan mobil 1 yang kecil dirumah karena didasari pengalaman kejadian itu. Singkat cerita akhirnya akhir tahun itu aku beli mobil kecil. Dengan harapan next kalau ada apa apa yang bersifat emergency dan butuh kendaraan tidak perlu berdebat panjang lebar langsung bisa berangkat apalagi yang berhubungan dengan kesehatan mamaku.

Wah. Dipikir pikir keuangan ku semakin tercekik nih. Listrik, grocery bulanan, aksidensial kebutuhan obat obatan mamaku,  cicilan mobil. Dan PASTInya aku memiliki kebutuhan pribadi dong.

Kesumpekan rumah ku juga dilengkapi oleh motor CBR kaka pertamaku yang di kembalikan oleh kakaku dengan alasan di apartemennya kalau setiap daftarkan kendaraan harus bayar biaya keamanan dan parkir bulanan yang bagi dia memberatkan disamping itu STNK nya masih atas nama mama aku.

Setelah sekitar 2 3 bulan motor itu dirumah, papaku memberikan info bahwa motor tersebut sudah dari 3 tahun lalu belum dibayarkan pajaknya. Aku be like “ha?”

Lalu papaku dengan ringannya bilang “kamu ada 2jt engga cil? Buat bayarin pajak nya”

Tau dong reaksi ku? He he

“Lah make juga kaga kenapa aku yang disuruh bayar? Sana tuh mas Coki* suruh bayar lah enak banget papa ngomongnya”


“Itu mas Coki kan udah punya anak kasian kalau disuruh bayar”

“Gada! Dia harus manage uang nya, ini kan pengeluaran tetap dianya aja yang make buat gaya hidup gamungkin duitnya engga ada” disitu aku meledak banget.

Dan papaku cuma reaksi sambil menghela nafas “hmm iya yaudah deh”

Yaudah deh yaudah deh MIKIR KONTIL! Dalem hatiku yang sudah panas dan meledak ledak.

Setelah itu aku tidak tahu apakah akhirnya pajak motor itu dibayar oleh siapa. Yang pasti AKU GAMAU!

Sampai kita time skip ke hari dimana aku mengusahakan motor CBR itu untuk dijual karena sangat sudah tidak dipakai cuma parkir dn sempit sempitin doang. Dan lumayan akhirnya dengan bantuan cowoku, motor itu terjual kurang lebih 13jt.

Dan setelah terjual ada obrolan singkat papaku yang mengatakan mau ngasih duit hasil jual motor itu ke kaka cowoku. Gatau sih rada aneh aja, rawat engga (karna asli tu motor busuk banget), dibayar pajak engga, masa duit hasil jualnya dikasi kedia. Ya serah deh yang penting tu 13 jt bukan angka yang kecil untuk seorang pengangguran yang masih butuh makan dkk.

——————————-Batas suci————————————

Yap, sampailah pada hari yang kurang menyenangkan, mamaku meninggal dunia.

Hidupku sekarang bersama kaka kedua ku dan papaku.

Ya, pas awal mamaku meninggal, papaku mengatakan kepadaku bahwa PBB rumah kami belum di bayar bayar sejak 6 tahun yang lalu dan meminta aku untuk bayarin. Kurang lebih 2jt karna plus denda.

Syok engga sih? Aku langsung potong “lah lah, kenapa ga dibayar rutin kan setahun cuma sekali gasampe gope pula”

Dengan entengnya papaku menjawab “ya kan waktu itu mama udah sakit” ucapnya.

Aku dalem hati “yeeh itumah papa ajak yang alig, malah penyakit mama dijadiin bumper” dan lucunya aku lupa saat itu kan baru tahun lalu jual CBR dapet 13jt kenapa tahun lalu engga dilunasin kan ya puncak komedi engga sih? Malah sekarang minta sama si bungsu YANG NOTABENENYA gapernah bisa dibiayain apa apa dari sekolah, makan, dll malah selalu menjadi pemangku keuangan keluarga ini. Apa apa aku apa apa aku. Alesan gaminta kakaku karna dulu mau nikah, udah nikah alesan nya punya anak. Lucu.


Setelah beberapa bulan mamaku meninggal aku di diaknosa ada kista di payudara, yang membuatku harus di operasi. Sampai perawatan awal sampai menjelang hari H pun aku kabari papaku aku akan operasi di hari tersebut.

Ketika hari H pagi pagi kakaku sudah bersiap untuk menemaniku, saat kami membangunkan papaku untuk mengantar ke RS papaku yang baru bangun itu menjawab “hmm itu nanti naik Taksi Online atau di anterin Rama*?”

aku syok banget masa respon pertama yang terlintas di otak dia saat tau anaknya ini mau operasi kok malah suruh orang lain anterin? (Btw Rama tu cowo aku), LOOO YANG HARUSNYA ANTER MALEH. Apa aku bukan anak kali ya? hanya sebuah produk percobaan biologi yang gasengaja jadi anak?

Dah aku kecewa banget banget sama papaku hari itu


Lompat ke present day


Saat ini kondisi keuanganku saja sudah sangat pas, sekarang sudah 90% dkebutuhan financial rumah aku yang biayain, jangan tanya apa saja yang dibayar, mending saya ungkapkan yang TIDAK saya bayar, yaitu uang Keamaman komplek 50rb dan uang PDAM <200rb. Ini kaka kedua ku yang handle

Kamu tanya apa aja? Ya sisanya semua aku yang “dengan besar hati sambil menghela nafas panjang”…..bayar.

Kenapa? Lagi dengan alasan “kasian ka Cika* mau nikah” yang satu mas Ciko* dulu kasian udah mau nikah pas udah nikah trus kasian biaya buat anak. Tar ka Cika* udah nikah pas punya anak bilangnya buat biaya anak atau biaya a i u e o dalam rumah tangga baru.

Yang jadi pertanyaan ku ketika nanti aku mau merencanakan pernikahan bakal berfikir kasian sama aku karna mau nabung buat nikah engga? WKWKWKWK SIAPA YANG MAU BAYARIN HIDUP LO, PA?

Bungsu? Enak? 

Ya kalau stereotype nya berjalan di aku. Kata orang orang kan anak bungsu tuh waktu kecil diemong, remaja di jajanin kaka yang udah lebih tua, pas kuliah dibayarin kaka yang udah kerja, pas kerja diajak jalan sama keluarga kaka. Trus aku balik balas budi buat biayain rumah dan ortu setelah kalian tinggalin aku ya VALID.  Lah ini dari kelian disini sampe kelian disana gapernah tu merasa jadi adik, malah merasa jadi paling kaka diantara kalian berdua :)


Sekarang aku selalu teriak ke papa ke mereka tentang hal ini.

Tapi apa? saya yang kalian lihat begini tersiksa nya aja sengaja tutup mata, kalian yang tau dan mendengar teriakan ku malah tutup telinga.

Bunuh saja aku sekalian langsung, jangan pelan pelan gini. 


Lagi pula aku sudah cukup lelah, mau istirahat saja :)


Ps: untuk kalian yang gatau rasanya jadi seperti saya dan masih selalu memberika Toxic Positivity, maaf saya resign dari hubungan bersama kalian. 

Rabu, 05 Oktober 2022

SAMBATERS OF THE DAY

Hmm

Sambat dihari Selasa yang super heroik. 

Baru juga pulang dengan menempuh waktu perjalanan sampai 2,5 jam (yang normal nya 40 menit) karna hujan, banjir, macet. B a n g e t

Sampai rumah baru touchdown, di hubungi lah , yuk online.


Aku cuma menghela nafas. Alig. Gatau lo apa yang gue alami suaat


Senin, 07 Juni 2021

MANUNGGAILING KAWULA GUSTI

Hai selamat siang sahabat blogger.


Kembali lagi akhir nya aku yang doyan nya cerita pengalaman hidupku yang menurut aku masih pantas untuk di share ke temen-temen.


Manunggailing Kawula Gusti. 

Agak asing ya bagi kalian. Ini adalah sebuah peribahasa jawa. Kalau arti harfiah nya adalah "Bersatunya Abdi dengan Tuan"

Ini konsep agama kejawen. Aku sebenernya bercerita ini karena aku baru saja ngobrol sedikit banyak dengan teman ku seputar ke-Tuhan-an dengan realita kehidupan.

Diawali denga puasa. Trus hal hal yang di pandang mistik. Bahkan ada yang sampai masuk dalam kategori kemurnian tertinggi sampai bisa levitating (melayang). 

Bahkan yang diajarkan kepadaku lewat sekolah minggu saja "jika iman kita sebesar biji sesawi maka kita bisa memindahkan sebuah gunung jika kita mau"

Ya. Aku merasa karna memang aku adalah ciptaan Tuhan menurut gambaran nya, maka aku menganggap bahwa ada pribadi Tuhan jauh di dalam lubuk hatiku.

Begini peristiwa yang ingin aku share baru baru saja terjadi.

Tapi kita harus bijak memahami nya jangan sampai ada konklusi yang bersifat keberpihakan karna aku tidak bernita memojokan siapapun dalam postingan ini.


Sebenernya ada peristiwa yang baru saja terjadi antara aku dengan pacarku. Ini kekanak-kanakan sih. 

Begini. Pas hari selasa, aku seperti memiliki firasat yang kurang enak. Seperti tidak semangat atau enggan untuk melalukan apa apa.

Lalu aku siang hari dijemput karna pacarku baru seselesai urusan dari bengkel vespa. Aku pun di jemput dan kami pulang ke rumah dia.

Sesampainya si sana seperti biasa kami bermain dengan anak anak nya Pororo (kucing yang direscue sama dia pertengahan 2020 lalu di depan rumah nya). Kami sekedar melihat lihat dan lihat. Sambil bikinin susu dan bermain bersama Pororo.

Lalu setelah bosan kami masuk ke rumah dan dia ngomongin soal Mobile Legend, "ciel, aku udah naik ke Legend dong. Solo rank tadi"

Aku seneng banget saat itu. Wah keren banget naik solo rank jadi kita sama sama Tier Legend. Trus dia juga bilang temen nya yang namanya Jess.97 juga udah naik ke Epic. Jadi kita bisa main bareng-bareng lagi sama temen temen Lion Air nya dia.

Trus aku tanya aja iseng "ow tadi kamu main sama Jesslyn?"

Dia jawab "hmm cuma sekali iya"

Entah aku curiga aja gitu.


Selang sampai sore kami main lalu aku mandi. Selesai mandi gantian dia mandi. Pas dia mandi aku cek hp ku buka Mobile Legend. Aku cek history dia. Selama rank tadi. Ternyata bener-bener solo kok engga ada Jess.

Aku bingung. There must be some reason kenapa dia bilang ranked 1x sama Jess. Biasanya yang diucapin prtama itu paling bener. Akhirnya aku coba cek history nya gameplay Jess. Pas ranked tadi siang memang cukup banyak juga kaya push rank gitu dan bener gada nama Lynxcross disitu.

Ada yang aneh aku rasa. 

Maaf akhirnya aku harus cek hp dia. WA iya. Obrolan nya aku gapeduli aku cuma mau cari informasi mengenai ucapan tadi siang dia yang harus di buktikan kebenaran nya. Dan aku nemu. Foto dia nge foto hp nya yang 1 lagi dengan tampilan home nya Mobile Legend. 

"Titisan Dewa" itu namanya.

Aku coba re-check lagi history Game Play Jess.

Fortunately, ada nama Titisan Dewa dan. . . Mereka bener bener main bareng cukup lama sekitar 7 game. Ya hero yang di gunakan aku tahu yang dia bisa saja. Ini pasti dia.

Aku akhirnya coba cek hp dia 1 nya. Dan yap login Mobile Legend nya adalah akun baru yang bahkan aku tak tahu itu ada.

Meski dia sempat pernah bicara ingin buat akun baru untuk memperbaiki WinRate.

Aku cuma menghela nafas panjang untuk menenangkan diri aku.


Keesokan harinya aku membuat dia mengakui sebenernya apa yang terjadi. Dan akuvsaat itu marah besar karna dia berbohong tentang cewek kepada aku. Pokoknya aku saat itu super sakit hati.

Tapi aku tetep berusaha biar ini under control aja.

Dan akhirnya setelah semua diakui dan bla bla bla. Dia pun berjanji engga main ML dulu 1 bulan.

Akupun saat itu benar-benar muak dengan game ini karna bisa bikin pacarku sampai berbohong apalagi tentang cewek. Aku bahkan gapernah peduli dia WA an siapa asal jangan sampe "bohong" karna aku bener bener benci akan 1 hal itu.

Akhirnya esoknya kami agak sedikit cek cok.

Dan bla bla bla. Pada kamis malam sedikit mereda. Karna kami belum ketemu sejak saat itu sehingga aku belum bisa tenang. Kita harus ketemu.

Akhirnya jumat pulang kerja kita ketemu dan membicarakan hal ini. Aku spend time dirumah dia dan ya tanpa main Mobile Legend seperti biasanya.

Lalu keesokan harinya aku diajak untuk jalan ke mall bersama ortunya. Tapi ortu dia mencar dan kami berdua juga mencar jalan berdua. Lalu kami membeli snack di FH. Lalu beli minuman di DownTown nya Mall tersebut.

Mulailah akhirnya kita sedikit membuka topik mengenai perdebatan kemarin.

Memang sejak smalem aku berfikir rasanya kurang pas kalau dia mempunish diri dia untuk tidak main mobile legend selama 1 bulan. Karna after that toh akan main lagi. 

Masalah nya bukan disitu titik berat konflik antara kita. Ini kan karna dia berbohong sama cewek lain kepada aku. Bukan karna kebanyakan main mobile legend. Jadi pun kalau dia mempunish diri dia engga main 1 bulan engga akan ada pelajaran yang di petik bukan?

Akhirnya aku bilang

"Sebenernya aku kurang setuju dengan kamu harus vacuum main ML 1 bulan. Karna engga adil rasanya buat kamu toh kamu kan bukan karna main ML sampe lupa waktu dan tanggung jawab. Pesan ku si cuma next nya jangan pernah bohong lagi dalam bentuk sekecil apapun (apalagi kalau dia rasa tahu itu merugikan salah 1 pihak)"


Akhirnya engga lama tuing. Jess setelah 3 hari engga WA dia untuk ngajak main ML pun tiba-tiba ngajak lagi. Hm? Agak aneh kenapa pas banget aku allowed dia trus baru diajak lagi. Haha entah lah.


Akhirnya kami pun pulang dan dirumah dia aku push rank bersama dengan Jess dan temennya 2 orang. Dan itu permainan tim kita paling kacau yang pernah ada. 4x main cuma menang 1x dong. Ranked pula.


Dan pacarku pun kapok dan enggan main lagi saat itu disamping aku juga puyeng kerna kalah mulu.

Wkwkwkwk asli bad day for ranked itu.

Aku ngebatin.

Kaya kepasrahanku itu Tuhan yang lanjutin aja. Like Tuhan tuh ada didalem hati ku apa yang aku rasakan itu Tuhan paham betul.

Yang aneh nya bener bener setelah aku memperbolehkan dia main lagi, jess baru mengabari dia lagi via WA. Aneh

Lalu kami main dibuat bener bener tidak berkesan banget ke 3 orang itu. Bener bener kacau main nya seperti engga fokus. Dan pacarku akhirnya malah jadi gemes juga sama lose strike itu. Aku juga weh wkwkwk turun 1 bintang.


Mungkin ini yang sedikit dinamakan Manunggailing Kawula Gusti.

Seperti aku memang sejak awal sudah bersatu dengan Tuhanku jadi isi hatikupun Tuhan tahu Tuhan yang atur. Aku tinggal pasrah saja.


Pengalaman kemarin bener bener membuatku cukup drop dan aku tak ingin hal itu terulang lagi. 


Sincerely,


Laurentia Manunggailing Kawula Gusti.

Kamis, 10 Oktober 2019

PERJU(MAW)ANGAN

Akhirnya blog ini kembali menjadi Tujuan utamaku

Kalimat perjuangan.

Adalah kalimat yang sangat luas makna nya. Salah satu makna nya, perjuangan merupakan suatu usaha untuk meraih sesuatu yang diharapkan demi kemuliaan dan kebaikan.

Apa yang diharapkan oleh si pejuang? Yaitu kemuliaan dan kebaikan.

Apasih makna nya berjuang bersama sama? Penjabarannya kurang lebih sama hanya saja berarti mengandung makna timbal balik. Atau satu sama lain melakukan hal yang sama.

Berjuang rohaniah. Berjuang badaniah.
Aku meluaskan kembali pola pikirku dengan adanya 2 perbedaan perjuangan antara rohaniah dengan badaniah.

Berjuang itu ada enak nya ada engga enaknya. Kata orang disebut dengan proses yang akan berakhir pada hasil. Ada perjuangan yang proses nya enak dan hasil nya enak,ada perjuangan yang proses nya engga enak namun hasil nya enak, ada yang proses nya enak namun hasil nya engga enak dan yang paling parah ada yang proses nya tidak enak dan hasilnya tidak pula enak.

Itu adalah risiko dari perjuangan. Hasil siapa yang menentukan? Tuhan.

Yang kita lakukan apa? Ya cuma bisa lakukan yang terbaik aja.. kaya lagunya Asian Games "and give your best, God will do the rest"

Mengenai tahu menahu kata perjuangan.. aku paham betul rasanya. Makanya dapat ku katakan jika aku jabarkan disini bukanlah lagi perjuangan namun per-jumawa-ngan.

Tapi ya somehow someone still yeld me come on fight togerther,dont let me fight alone.

Its hurt, AF. Hurt me so deeply.

So apasih yang pernah ku ketahui soal perjuangan? Just share sedikit banyak campur tangan Tuhan atas perjuangan dan ke-mengalah-an ku.
"Siapa sih yang kamar nya ber Ac dan ber Tv?
"Siapa sih yang kuliah nya dibayarin?
"Siapa sih yang motor nya dibeliin? Bahkan sampai 2x?
"Siapa sih yang ini itu ini itu?

Bukan aku. Mereka.
Aku suđah tahu gimana rasanya berjuang.
Sekarang aku masih berjuang. Cari pekerjaan yang sebaik baiknya ku bisa berkembang dan menopang keuangan keluargaku dengan gimana pun cara menggapai sampai ke sana.

Dalam berhubungan pun perjuangan itu ada dan memang HARUS ada.
Kadang ku menđengar ungkapan layaknya tak pernah ku lakukan perjuangan and he always did.

Yea secara badaniah memang perjuangan dia tak ada tandingannya. Pribadi Pejuang dapat ku anggap dalam dirinya.

Tapi apakah ku melakukan perjuangan badaniah? Maybe yes a little or maybe unseen.

Tapi satu hal yang ku tahu dia memang berjuang memperjuangkan hubungan ini dengan ikut ambil andil dalam perjuangan ku.
Semisal, aku harus ke rs malam malam untuk antar barang. Okay suatu hal yang PASTI ku dapat lakukan dan sering ku lakukan bahkan sebelum ada dirinya, setelah ada dia. Dia menjadi ikut berjuang bersama ku. He is amazing..

Ketika aku bekerja. Risiko seorang pekerja adalah bagaimana caranya agar sampai ke tempat kerja, melakukan suatu pekerjaan itu. Dan atasan tak akan mau tahu event kamu rumah jauh atau gapunya kendaraan yang penting bisa sampai situ. Saat itu aku bernegosiasi untuk meminjam motor operational kantor untuk ku jadikan akomodasi kerumah-kantor karna cabang baru itu jauh.

Mereka bilang okay. Dan ku jalani apa adanya PP menggunakan motor ber label kantor hihi. Dan dia kembali ingin ikut berjuang dalam hidup aku dengan akhirnya membeli motor dan aku PP bersama dirinya. Gangerti lagi dah.... keren

Ketika ku bekerja di hari minggu, aku berangkat pagi. Pulang malam karna lokasinya di mall jadi ikut jam operational mall.
Saat ku jalani beberapa kali akhirnya dia ingin ikut berjuang juga dengan mengantar ku dan menjemput aku di malam nya.

Sampai pernah ada yang nyeletuk "lu pacar apa supir grab sih"
Wow ita something and hurt me so much.

Jujur aku tak pernah memaksa sedikit pun untuk mengantar atau menjemput ku.
Perjuangan badaniah badaniah itu aku sudah familiar dan sudah ku lakukan dalam beberapa tahun kebelakang ini.

Aku sakit ketika ungkapan itu terdengar oleh nya bahkan sampai ke telinga ku. Rasanya aku menjadi orang paling bersalah sejagat raya antariksa karna membuat suatu pria harus menanggung beban orang lain yang notabene nya belum menjadi siapa siapa nya.

Okay.
He is amazing in that way

How about perjuangan rohaniah.
Perjuangan yang dilakukan untun kepentingan kepentingan yang berlandaskan rohaniah atau hal yang tidak terlihat namun dapat di rasakan.
Perasaan.

Pengorbanan perasaan aku pun tak kurang familiar. Namun yang ku rasakan memang banyak hal hal tentang perasaan ku yang harus aku tumbangkan untuk dapat tetap bertahan disini.

Kadang perasaan ingin ini ingin itu pernah pasti namanya peyempuan.
Perjuangan untuk menyenangkan hati seorang pasangan

Lebih bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan hati. Bagaimana kita bisa mengalahkan ego masing masing. Bagaimana kita menghadapi suatu berselisihan.

Jujur untuk masalah ini aku pribadi yang keras. Dia pribadi yang keras.
Kadang kita tak mau mengalahkan ego masing masing.

Tapi satu hal yang memang belum dia ketahui. Begitu banyak hal hal "menyenangkan" pikirku yang ku tanggalkan karna aku sudah hopeless untuk mendapatkan darinya.
Semisal do something that makes us happy gitu or make her happy.

Kadang hal hal sepele perintilan yang cewek suka gitu...... hehe kadang ku imagine kapan ya bisa begitu.
Tapi hal itusudah di kotak an sejak awal... dengan kalimat "ya aku mah apa adanya aja ini caraku.."

Dengan kalimat pengkotakan yang dia buat sudah berkontradiksi dengan hal yang dia katakan tentang perjuangan. Karna dia melihat dari sisi perjuangan badaniah saja tanpa mengimbangkan perjuangan rohaniah.

Pikirku soal berhubungan perjuangan rohaniah sudah membuatku harus dengan segala kerendahan hati menurunkan level keinginan ku sampai ke layer yang paling bawah sampai aku sudah tidak dapat lagi berharap dapat apa apa hanya ingin dia saja disini.

Iya karna aku tahu untuk meminta apapun aku sudah buang jauh jauh keinginan ku alhasil hanya tersisa "aku pengen kamu disini. Udah itu aja aku gamau yang lain. Cukup"

Aku jadi melihat oh perjuangan badaniah yang selama ini dilakukan memang atas dasar latar belakang ku saja yang istimewa dan perlu treatment khusus. Dan dia mau ikut ambil andil dan itu keren si.

Tapi kalau perjuangan badaniah yang ku lakukan ke dia hampir tidak terlihat. Wkwkw so he got everything. His family have enough. Jadi ketika aku ingin ikut campur ke urusan keluarganya be lyke...... "heloooo..." or "excuse me...?"

Manusia berdosa saja hanya bisa ditebus oleh darah yang suci. Bukan darah yang lebih berdosa.

Aku hanya sudah menanggalkan segalanya keinginan lucu lucu ku. Karna aku harus menerima ke "apa adaan" nya dia. Ku perlu bicara disini kalau aku engga mau berjuang sama dia udah ku tuntut macem macem yang kebanyakan pasangan diluarsana jadikan standar untuk treatment dalam berpacaran. Atau kasarannya kalau aku gabisa dapatkan aku tinggal aja. Kasarnya. Tapi kan aku ngaca juga gitu. Please deh... material jaman now udah basi. Aku bertahan karna berdasarkan hanya niat-baik-dia.

Mungkin bagi dia engga terlalu berasa karna belum pernah beneran pacaran. Kalau aku cukup berasa karna pernah merasakan pacaran. Walaupun kandas juga.. jelek nya iya sih di kasih manis manis manis... eh kandas.. so menurut aku, aku percaya masih ada titik terang dari ke-apa-adaan nya hubungan ini dapat berhasil di akhirnya ada amin sodara sodara???? Amin ^^

Thanks. I got it. From now on i understand what is moreee selfish than word "I".. are "E, G, and O"

I have nothing i know. And i cant reach anything, I know

Karena yang ku tahu akan selalu ada kata Juang dan Angan dalam Perjuangan.

Angan yang harus ku kubur dalam dalam.
Sedih ya. Wkwkwk. Tapi mungkin ini yang terbaik sejauh ini. Aku masih percaya

Rabu, 09 Oktober 2019

HEAVY ROTATION

Another short story...

"Ga... apa kabar?"

"Ya? Kabarku baik vin."

"Oia. Aku mau tanya, Kamu inget engga tempo dulu aku pernah mimpi buruk. Kita putus?"

"Oh iya. Aku ingat."

"Kamu tahu engga penyebab nya dimimpi itu?"

"Oh iya aku belum tahu ya."

":)"


(Seminggu yang lalu)

Ini adalah sebuah rotasi. Sebuah hal yang terjadi berulang ulang. Dan sangat berat. Apakah ini yang dinamakan heavy rotation?

Aku Loving. Dan pacarku adalah Raga.
Kami sedang mengalami fase hubungan yang paling tidak di sukai oleh kebanyakan orang. Yaitu, Pembelajaran.

Bukannya tidak disukai, namun kebanyakan orang pasti mengalami suatu benturan pendapat dan kondisi dimana harus mengutamakan kata hati atau kata logika.

Aku pribadi yang sangat tidak menyukai pertengkaran. Aku sangat membencinya. Namun, aku ingin tahu seberapa jauh aku dan Raga dapat bertahan dengan jalan tengah dari setiap perbedaan pendapat yang ada.

Suatu hubungan bisa bertahan ketika 2 pendapat berbeda dari 2 kepala yang berbeda yang terlahir dari 2 rahim yang berbeda yang di masukan ke 1 jalur keluar tengah keduanya dapat menerima.

Hanya itu. Kita sering mendengar "kita gacocok, kita berbeda, terlalu jauh berbeda"
Itu karena memang semua hal tidak dapat di paksakan untuk di tarik ke jalur tengah karna bisa saja jalur tengah itu akan mematikan untuk salah 1 dari kedua pribadi tersebut.

Tidak bisa disalahkan,artinya bukan jodohmu.

Namun, hal yang ingin ku ceritakan tentang Raga adalah dia pribadi yang sangat Sabar dan Santuy, ke-santuy-an nya tersebut yang kadang membuat keadaan semakin keruh.
Ketika sebuah hal yang terjadi berulang ulang. Dengan masalah yang berda. Dengan fase penjajakan yang ada namun, ia terus mengambil sikap yang berulang dan membuat keadaan menjadi berat namun masih bisa dijalani.

Aku pribadi yang sangat tidak menyukai pertengkaran, namun ini harus terjadi untuk tidak ditemukan kata penyesalan atau keterlanjuran di tingkat yang selanjutnya.

Teman saya pernah berkata
"Vin...Vin... aku takut kamu pacaran aja nelongso nanti nikah tambah nelongso"
Celetukan yang sedikit menggetarkan hatiku.

Apakah orang lain harus seikut bercampurnya seperti itukah akan hubungan orang?

Aku merenung sejenak. Memikirkan sebuah hal yang sangat menggangu untuk diingat.

Ketika kita sedang bertengkar ringan atau bertengkar hebat, tanggapan nya seperti nothing happen. Ke-cengagas cengenges-an nya Raga itu membuat keadaan sama sekali tidak lebih baik.

Apakah aku salah?
Aku juga tidak paham. Sampai saat ini aku selalu "ya sudahlah. Mungkin memang caranya"

Tapi untuk beberapa case tidak bisa seperti itu.
Ke-cengagas cengenges-an itu sangat memperkeruh keadaan. Hal yang terus berulang ulang. Pertengkaran yang harus nya mendewasakan kita. Tetapi seakan tidak ada perubahan atau naik level karna goal untuk mencapainya dengan... ke-yasudah-an.

Kata maaf sulit terucap.
Kata terima kasiu sulit terucap.

Terssenyum,ketawa kecil, sambil membercandakan dengan usaha mencairkan suasana adalah cara anak SMA dan cinta monyet.

Itu-tidak-akan-berhasil-dalam-hubungan-tingkat-serius.

//Di mimpi itu aku berantem hebat dengan Raga. Dan seperti yang terjadi di dunia nyata dan sudah berulang kesekian kali nya, dia datang ke depan rumahku. Ketika ku membuka pintu gerbang dia langsung tersenyum. Dengan raut wajah ku bingung dan mengerutkan alis karna kondisi 5 menit yang lalu baru saja terjadi pertengkaran lewat chatting kita.

Dia berusaha bercandain aku, godain, berusaha mencairkan swasana layaknya cinta anak SMA yang "semakin membenci semakin cinta"

Disitu aku hentak dan aku menjadi sangat marah. Aku tak tahu mengapa di mimpi itu aku dapat marah atas sikap nya. Padahal di dunia asli. Tak bisa ku utarakan amarah sehebat itu. Atau mungkin, kependaman dalam hati selama ini, akhirnya meledak lewat mimpi.

Dia pun mengangkat tas gendong nya dengan raut wajah yang berubah 180 derajat dari yang ceria tadi. Dan dia pergi. Dan tidak kembali//

"Dan penyebab nya... kita lakukan kembali didunia nyata Ga."

"Iya.."

"Aku minta maaf. Its not working. Mungkin diluar sana ada wanita yang bisa menerima cara kamu menyelesaikan masalah dalam hubungan. But not this relationship. Not us"

:)
What Is On Your Mind? by Laurentia Tricilya Cascarine. Diberdayakan oleh Blogger.