Rabu, 31 Desember 2014
THIS IS IMPORTANT
Hm, dibilang penting sih mungkin engga terlalu banget tapi mungkin untuk beberapa orang, ini bisa jadi sebuah evaluasi atau pembelajaran ya.
Kalau kalian ingin menjadi seorang stalker saking penasaran akan sesuatu, hm aku bilang sih harus hati hati, pasti kalian engga mau ketahuan kan? Nah aku sih engga tahu motif stalker ini tuh ingin ngetes atau emang penasaran dan ingin tahu.
Aku belum lama protect all of my fuckin social media. Dunno why just wanna keep it all for my self and my friends. That's all. Dan entah kenapa aku merasa aman aja gitu kalau aku memprotect. Ya tujuan masing masing beda lah ya.
Oia lanjut, nah aku tak tahu tiba tiba ada yang follow IG ku namanya sebut saja @kopling_bajaj (anggap saja ya). Nah awalnya ah mungkin akun biasa kali ya, terus aku buka follower 0, post 0, nah yang bikin ketawan stalker yaitu following nya cuma 4, yaitu aku, 9gag, 8crab, dan 8factcrab.
Pembelajarannya, jangan sampe kamu ketawan banget tuh pengen tahunya foto orang itu doang sampe follownya itu doang dan sisanya artis atau akun terkenal, ketawan nanti. Nah itu 1.
Lalu engga lama ada yang friend request path aku. Nama yang sama Kopling Bajaj (anggap saja). Nah itu kesalahan kedua. Karena itu akan langsung mengkondisikan orang yang sama dengan yang follow Ig aku, dan lebih jelas nya, dia moment nya cuma 2 pas aku liat waktu itu, aku buka "joined path" hari itu udah itu doang, otomatis momen 1 nya itu added laurentia Tricilya cascarine kan?
Then, aku besoknya cek profil momen aku. Karena Kopling Bajaj ini engga pake foto jadi mudah untuk melihat seen ku. Nah seen ku sampe sekitar berapa bulan yang lalu itu seen terbarunya si Kopling Bajaj, karena kelihatan tanpa foto. Harusnya paling tidak dia jangan pake nama yang sama dengan nge follow IG ku, dan pasanglah foto, siapa kek cari di google juga mudah. Nah itu yang kedua.
Setelah itu, ada yang request friend di twitter aku pula dengan nama yang sama pula. Kopling Bajaj lagi. Why....why? Harusnya twitter itu paling amat sangat sekali banget tempat mudah untuk stalker karena kalau kamu ganti nama dengen bukan pake nama kopling bajaj, itu aku pasti engga kepikiran orang yang sama, kenapa? Karen follower twitter aku ya rata rata atau banyak lah yang ava nya telor, dan follower engga sampe 10 dengan tweet 0 dan following banyak namun terselip akun ku. Aku engga akan kepikiran itu stalker yang sama dengan ig dan path aku. Pembelajaran aja sih, ya semestinya stalker itu harus menjadi stalker. Harua bisa menyembunyikan diri. Nah itu yang ketiga.
Sebenarnya ya mudah kalau mau mencari tahu seseorang. Cuma ya pembelajaran aja, harus mengkondisikan se normal mungkin jangan sampai si target merasa. Dan sebelum bertindak kondisikan kaya seseorang itu mau cari tahu tentang mu, kira kira hal hal apa aja yang bikin kamu merasa normal normal saja atau tidak di kepo in lha bahasa jaman sekarangnya.
Just another intermezo in the midnight. Hehe happy year end fellas.
Sabtu, 27 Desember 2014
SILENT NIGHT IN 25TH OF DECEMBER part 3
Another..........
Shelby, kalau impian natal mu terwujud, apa yang akan kamu lakukan?
Hah? Kenapa do?
Iya itu, apa yang bakal kamu lakuin?
Hm, apa ya do? Aku bakal menjadi bintang jatuhmu, kamu wish apa, aku kabulin
Lho kok aku?
Iya kan karna kamu aku jadi menggapai impian natalku.
"Shel..."
Ya do?
"Shel..."
Lho do, kamu mau kemana?
"Shel..." seseorang memanggilku.
Aku membuka kedua mataku perlahan.
"Syukurlah kamu sudah sadar nak.", mama ku yang memandangku dengan khawatir seketika muncul kembali senyum nya itu.
"Aku di rumah ma?", tanya ku.
"Iya sayang, kamu tiba tiba pingsan abis selesai nyanyi, kami semua sangat panik kemarin malam, kamu kenapa sayang? Kamu kurng makan kah?" Tanya mama ku.
"Kayanya sih begitu ma, kemarin begitu berat." Jawabku. Dan mamaku segera memelukku.
Aku pun tersenyum,
"Selamat ya sayang, tadi malam kamu bernyanyi dengan indahhhhh sekali., mama bangga sama kamu", kata mamaku.
"Makasih ya maaa, berkat dukungan mama juga kan?"
"Oia, selamat natal ya sayang, i love you!" Kata mama dalam pelukanku.
"Aaih mama, iya selamat natal juga ma, i love you most!", jawabku.
Setelah beberapa jam ku bersantai di kamar akhirnya ku memutuskan untuk keluar kamar dan melihat suasana natal di ruang keluarga di bawah.
Ketika ku menuruni tangga, satu langkah demi satu langkah, ku mendengar suara yang tak asing.
"Silent night.... holy night....
Itu suara nyanyian ku semalam! Aku memperceoat langkahku. Sepertinya keluargaku sedang menonton pertunjukan ku semalam, dan seketika terdengar denting piano ku dari ruang keluarga, ku memperlambat langkahku. Ku mendatangi ruang keluarga.
Ku melihat seseorang sedang memainkan piano, mengiringi nyanyianku itu.
Mataku pun membelalak dan aku membatu, ku langsung meneteskan airmata dengan derasnya sambil menutup mulutku dengan tangan.
"Yu....do?", ku mengenal sosok itu, itu Yudo!
Dan dia pun menghentikan jarinya yang sedang memainkan piano, lalu ia mengambil handphone, menghentikan video penampilan yang sedang ia tonton lalu berdiri dan menatapku seketika langsung tersenyum,
"Shelby....." katanya sambil tersenyum ringan.
Aku mengambil langkah perlahan mendekati Yudo yang masih berdiri menatapku. Akhirnya aku berlari langsung mendarat di pelukannya.
"YUDOOOOOOOOOOOOOOO!!" Teriakku dalam pelukannya sambil terus menangis, "kamu kemana saja! 5 tahu pergi begitu saja, aku sebel!! Sebel!!" Lanjutku sambil menepuk nepuk dadanya. Dan ia tetao memelukku erat.
"Aku disini shelby". Katanya sambil terus mengelus elus kepalaku mencoba menenangkanku.
"Kamu bernyanyi indah sekali, sudah ke 5x nya ku ulang video itu, dan kuiringi nyanyian mu disini. Kamu luar biasa! Dan kamu cantik sekali, kamu tambah cantik sekarang." Katanya dengan nada sedikit rintih.
Ku terkaget dan melihat ke arah wajahnya,
"Yudo?! Kenapa kamu menangis? Do? Ada apa?" Tanyaku karena terkejut. Aku mencoba mengusap air matanya dan Ia pun mengusap air mata nya juga.
"Kamu siap siap gih, kita harus pergi sekarang bie". Kata Yudo dengan tiba tiba.
"Lho? Memang kita mau kemana?", tany ku bingung.
"Nanti aja kamu akan tahu kok hehehe, yuuuk! Uh kamu bau iler ih jorok! Sana gih!", katanya menjawabku. Meledekku dan aku langsung tertawa saja. Lalu aku segera beranjak bersiap siap, mandi, sarapan, segalanya.
Ku mendatangi ruang tamu tempat Yudo menunggu, lalu ia menatap kehadiranku.
"Gimana? Sudah siap kan aku! Hehehe! Yuuukk!" Tanya ku.
"Kamu cantik sekali bie. 5 tahun terasa banyak berubah ya." Kata Yudo.
"Hehe kamu bisa aja, yaudah yuk berangkat.", jawabku.
Kami pun segera berangkat. Di jalan Yudo tidak banyak berbicara. Sepanjang jalan di selimuti kesunyian.
Kami hanya beberapa kali saling menatap, aku tersenyum sendiri karena sungguh aku sangt rindu pada Yudo.
Dia pun juga sesekali menatapku sambil tersenyum.
Dan mobil kami pun berhenti di gedung CYC. Aku pun bingung dan bertanya kepada Yudo.
"Mau apa do kesini?" Tanya ku.
"Yuk! Putri, kita sudah sampai", jawab Yudo, namun tak menjawab pertanyaanku.
Ia menarik tangan ku menuju pintu masuk, Sampai di dalam ku melihat suasana sangat sepi, ya mungkin karena tidak ada konser apapun jadi sepi, lalu mau apa kita kesini?
Dan Yudo membawa ku menuju belakang panggung di balik tirai di atas panggung. Aku semaki bingung dan bertanya kepada Yudo, "do, mau ngapain sih kita?"
Ia tersenyum menatapku, "yuk kita wujudin mimpi kita beruda", dan Yudo membuka tirai panggung itu, dan terbuka lah seperti saat aku tampil konser tadi malam. Disitu sudah banyak bapak bapak kekar berpakaian rapih sedang duduk hendak menonton kami berdua.
Aku menatap Yudo.
"Kamu siap?!" Tanya Yudo yang sudah duduk di kursi piano siap memainkan piano itu, aku pun menatapnya sambil menutup mulut ku karna terkejut.
Ku lihat seperti sebuah taman yang sangat luas, dengan bunga dan kupu kupu beterbangan, mengelilingi kita, terasa bebas, ringan, dan semua begitu terasa hampir tidak nyata, dentingan piano dari tarian jemari Yudo, mengiringi nyanyianku saat itu,
"Silent night..... holy night..... all is calm.... all is bright... round yon virgin mother and child....
Holy infant so tender and mild.... sleep in heavenly peace....
Sleep.....in....heavenly....peace.......
(24 desember 2012)
"Saya mohon pak, ijinkan saya untuk keluar tanggal 26 saja, saya mohon pak, saya ingin bertemu seseorang, saya ingin sekali menemuinya, saya mohon!" Kata Yudo memohon.
"Silent night.... holy night.... son of God.....
(27 Desember 2012)
"Maafin aku ya shel." Katanya sambil memelukku.
Aku tak lagi bisa menatap nya, ku berlutut terjatuh dan dia memelukku erat dalam jeruji besi ini.
"Love's pure light........
"Tapi itu sebenarnya salahku kan?" Jawabku dalam pelukannya "bukan kamu harusnya yang berada dalam jeruji besi ini. Tapi aku, aku yang menabrak pengendara motor yang ugal ugalan 5 tahun lalu." Jawabku sambil hanya memandang ke arah bawah.
"Ssshhh sudah sudah engga bukan salah kamu" Jawab Yudo mencoba membela ku. Dan terus mengusap kepalaku.
"Nyawa mu menjadi bayaran nya.", jawabku menegaskan perkataan Yudo.
"Radiant beams from thy holy face........
Ku berjalan menyusuri lorong, menutupi wajah ku dengan tangan dan bersandar di dinding lorong itu. Ku mulai menitikan air mata, Bimo mendatangiku di lorong itu dan melukku erat. Sambil menutup kedua telingaku.
"Bernyanyilah, bernyanyilah untuk dia shel" kata Bimo. Ditengah tangisanku ku mulai membuka mulutku dan bernyanyi,
"With the dawn of redeeming grace.........
Jesus.....Lord...and thy birth......
Jesus.....Lord...and thy.....birth........"
"SHELBYYYYYY!!!!!!" Teriak Yudo. Yang sempat kudengar tetapi seketika hilang setelah peluru menembus kepala dan jantungku.
Ku melihat sosok putih menyodorkan tangan hendak mengajakku menuju....rumah Bapa.
Yudo yang berdiri di balik pagar itu berteriak dan menangis melihatku akhirnya istirahat selama-lamanya, dari kejauhan Yudo terus meneteskan air mata dan mungkin saja suratku sudah dibaca olehnya
"Mungkin setelah kamu membaca surat ini, aku sudah mendahului mu bahagia. Maaf ku minta mereka memberikan obat bius pada makan siangmu agar ku dapat menjelaskan kepada mereka. Menjelaskan kebenaran, aku tidak takut, aku sama sekali tidak takut, impian terbesarku sudah kamu wujudkan, kita bersama wujudkan, saat nya ku menjanjikan bintang jatuh untuk mu, kamu tidak boleh menolak, oke? Wahaha. Oia, satu hal yang tak pernah ku ungkapkan, kamu tahu apa?
I love you Yudo Bramantyo. Kapan kapan aku akan menjemputmu, see you soon!"
THE END
SILENT NIGHT IN 25TH OF DECEMBER part 2
Another..........
(10 Desember 2012)
Dear Yudo
Hei yang sibuk mulu di Berlin ya engga kirim kirim surat, hehe.
Apa kabar do? Kangen nih! Kamu pulang kan natal nanti?
Oia aku punya kabar gembira lho, impian ku dari dulu kamu tahu kan?
YUP! Aku bakal nanyi di CYC tahun ini, wow impian semua orang do dan aku dapet kesempatan ini, sungguh keajaiban natal banget! Dan kebetulan kan pas banget tahun ini kamu pulang. Kamu bisa kembali jadi pengiring piano CYC lagi. aaa Yudo bakal ngiringin bie nyanyi! Engga sabar!
Kamu dateng ya hehe aku sudah siapkan tempat untuk mu, bareng sama keluargaku dan Bimo.
Aku juga bakal siapin brownies kesukaan kamu, aku bakal buat dengan cinta. Hihi.
Sampai bertemu ya, engga sabar tanggal 25 nanti. Yey!
See you soon
Your fella! Shelby
(23 Desember 2012)
Aku bersiap siap hendak menyambut Yudo di bandara, aku harus tampil cantik, hehe supaya Yudo kaget, kan 5 tahun sudah engga bertemu, kira kira Yudo jadi seperti apa ya? Apa gemukan? Atau kurusan? Makin tinggi mungkin? Duh bikin penasaran.
Setelah bersiap siap aku segera turun tangga
"BIM BIM! Bimo mana? Aku mau berangkat sekarang nihh" teriakku sambil mencari cari Bimo.
"Iya iya shel jangan teriak teriak d........" jawab Bimo sambil menatap ku heran, "....ong", ia menatapku samakin heran sambil mendekatiku. "Shel, sumpah, asli lu cantik banget hari ini", katanya perlahan sambil memandangiku. Aku yang menjadi takut langsung menoyol dahinya.
"EH!sadar wey bengong aja, ini kan hari special, Yudo bakal pulang, aku harus tampil beda dong wahaha gimana gimana oke kan?", kataku menjawab Bimo.
"Oke oke kok oke banget, cantik, sip deh!" Jawab Bimo sangat mantap semakin meyakinkan ku dan siap untuk bertemu kembali dengn Yudo.
Kami segera keluar rumah dan memasuki mobil Bimo. Kami menuju bandara Soekarno Hatta. Mobil kami melaju tidak terlalu cepat namun tidak juga lambat, dan ku merasa sikap Bimo sedikit canggung, ia menjadi lebih diam dari biasanya. Dan sesekali menatapku misterius gitu,
Aku melihatnya juga dan mulai merasa tidak nyaman,
"Eh! Bim, ada apa sih? Kok kamu liat aku begitu banget? Kan serem", tanya ku dan membuat Bimo sedikit terkejut.
Ia pun langsung membuang pandangan dariku dan melihat kembali ke arah jalan,
"Ah engga, beda aja lu hari ini, lebih dewasa keliatannya. Hehehe"
"Oh ya? Bagus dong! Pasti Yudo suka deh ya?"
"Wahaha sekali kali napa lu bales pujian gua tub Bimo, jangan Yudo terus dong", katanya sedikit menyindir.
Kami pun tertawa bersama.
Bandara Soekarno Hatta
Aku berdiri di dekat pintu keluar nya, aku sesekali melihat ke arah dalam kalau saja Yudo sudah landing. Dan Bimo yang duduk tak jauh dari situ sesekali berdiri dan berjalan mondar mandir. Ap mungkin pesawatnya delay ya? Yudo sama sekali belum kasih kabar.
Sekitar 2 jam kami menunggu Yudo yang belum kunjung datang, kemana ya Yudo? Dan akhirnya pikiran negtive ku pun mulai bermunculan,
Apa dia ketinggalan pesawat?
Atau dia di jahatin di hipnotis?
Atau dia engga jadi ke Jakarta hari ini?
Aduh Yudo kamu dimana?
"Shel, kita pulang saja yukkk" udah hampir 5 jam kita nunggu Yudo nih, aku mulai ngantuk shel.", kata Bimo, dan aku berbalik menatap nya dengan lesu.
"Yudo kemana ya Bim?"
"Aku juga tidak tahu nih kamu di kabarin nya memang gimana?", tanya Bimo kepadaku.
"Entah lah sebenernya dia engga kasih kabar jm berapanya.
Kami berdua menghela nafas.
"Yaudah Bim, mungkin saja dia sudah di rumah, tadi kita yang telat dateng, atau pulsa nya hbis jadi tak bisa mengabari kita, positif ajs dehhh yuk Bim, kita pulang?", kataku sambil menatap Bimo yang sesekali memejamkan mata karena mengantuk.
"Oh iya iya shel sorry aku ketiduran nih, aku ngsntuk sekali,", kata Bimo,
Dan kami pun meninggalkan bandara itu. Dengan perasaan....sedikit kecewa.
(25 Desember 2012)
"Maaaaa, Yudo mana!? Dia sama sekali eengga kasih kabar setelah dia terbang dari Berlin. Aku khawatir ma, aku gugup, mana 3 jm lagi aku tampil, maaaa!" Teriak ku smbil memeluk mama karena aku sungguh tidak tenang, malam ini malam penting buat aku, ku ingin natal tahun ini berbeda, super special, aku bernyanyi di CYC 2012, pati jadi natal terbaik.
Semestinya....
(Malam hari menjelang konser natal.)
Aku mondar mandir dengan high heels yang lama lama membuat sakit kaki ku ini, Bimo yang sesekali mencoba menenangkanku
"Shel shel lu tenangin diri dong shelm bentar lagi kan lu tampil, lu harus fokus shel calm down" katanya sambil mengikuti langkah ku yang masih saja mondar mandir.
"Engga bisa bim, ini udah jam berapa? 15 menit lagi aku tampil tapi Yudo belum dateng dateng juga."
Aku yang semakin panik sudah tidak bisa di tenangkan lagi bahkan Bimo masih terus mencoba menghentikan ku dan tiba tiba dia memeluk ku.
"Sudah shel, kalau pun dia engga datang kamu harus tetep tampik maksimal, jangan marah jika dia engga datang, aku bakal tetep booking tempat duduk dia kalau saja dia datang, tapi ini kesempatan besar awal karir kamu, kamu harus bisa nyanyi dengan maksimal, aku yakin suara mu bisa sampai ke telinga Yudo dimana pun dia berada, oke? Dont panic", katanya sambil memeluk dan mengusap belakang kepalaku. Aku yang tidak bisa membalas pelukannya hanya terdiam, dan ku rasa cara nya lumayan manjur, aku merasakan sedikit lebih tenang, ketegangan seluruh tubuh ku perlahan mereda.
"Makasih ya bim, makasih, lu emang the best palls buat gua". Dan ia pun melepaskan pelukannya dan kami di kagetkan dengan panggilan dari eo acara itu.
"Shelby febiola, 5 menit lagi ready!"
Aku pun terkaget dan menatap Bimo panik.
Dia pun tersenyum, "udah jangan panik, kamu malam ini udah cantik, kamu harus nyanyi dengan suara mu yang cantik itu juga! Oke!" Kata Bimo semakin menyemangatiku,
Aku pun langsung merasa mendapat kekuatan.
Sekilas flashback 6 tahun lalu ketika ku duduk di bangku penonton di acara CYC 2006, Yudo memulai percakapan saat konser dimulai..
-Shelby?
Ya do?
-Apa harapan natal terbesarmu?
Harapanku?
-Iya.
Kalau aku ya do, aku mau nyanyi di panggung itu. Panggung CYC di hari natal. Kalau kamu do?
-Hm, kalau kamu bernyanyi, harapanku aku bisa mengiringi kamu juga di panggung CYC.
Jadi, kita bakal 1 panggung?
-Iya shel. Kita wujudin sama sama yuk! Mau engga? Kalau umur kita sudah cukup kita persembahin di malam natal.
Iya Yudo,
Dari balik tirai yang akan terbuka, aku harap aku melihat wajahmu...
Yudo, aku harap kamu bisa mendengarku bernyanyi malam ini,
Tirai pun terbuka dan penonton yang sudah memenuhi bangu, juga sorot lampu yang tertuju kepadaku, membuatku seakan akan tak bisa melihat bangku penonton karena sorot lampu saat ini.
Suara tepukan tangan mengawali nyanyianku....
"Silent night............
Holy night..........
All is calm.....
All is bright.......
Ku melihat ke arah pemain piano, Yudo?
Ku melihat banyangan Yudo yang sedang memainkan piano mengiringiku, mataku mulai berkaca kaca, ku melihat bangku Yudo yang sudah disediakan Bimo masih saja kosong. Emosiku pun meluap ku nyanyikan terus lagu ini
Sleep in heavenly peace.... sleep in heavenly peace........
Saat sesekali ku melihat kearah bangku itu, ku lihat bayangan diriku dan duduk bersama Yudo di sampingku diriku yang dahulu mengagumi tempat ini, tatapan Yudo kecil, yang begitu terpesona melihat ku yang sedang bernyanyi disini, mataku semakin berkaca kaca, hampir tak kuasa menahan bendungan air di mata ini....
Silent night.........
Holy night.........
Son of God...........
Love's pure light..........
Ku semakin meluapkan emosi ku di atas panggung ini, dengan harapan Yudo mendengar suaraku dari sana, dari manapun dia berada...
Dan tak kuasa lagi, air mataku pun jatuh di tengah nyanyian ku, mengingat Yudo, mengingat impian ku yang sudah terwujud....
Air mata segar melewati pipiku...
....Jesus...Lord and thy birth..........
Jesus... Lord and thy birth..........."
Seketika langsung terdengar suara tepukan tangan dari seluruh penonton dan ku masih menatap shock dengan air mataku yang masih membasahi pipiku, ku liat bangku Yudo yang tetap kosong saat itu, ku liat Bimo dan keluargaku bertepuk tangan dengan meriah dan menunjukan raut muka penuh kebahagiaan. Membuatku luluh dan membuat jantungku berdebar debar.
Tepukan tangan yang semakin meriah memecahkan pandangan ku, semakin dan semakin membuat tubuh ini berat. Jantungku berdebar semakin kencang.. seketika muncul bayangan senyuman di pikiranku...
Yudo...
Seketika pandangan ku gelap dan aku pun terjatuh di atas panggung...
SILENT NIGHT IN 25TH OF DECEMBER
Another Short Story..........
DIINNN.....,! DIIINNN!!!
Ku membuka mata ku melihat langit yang begitu cerah, lalu ku membuka mata kembali ku melihat seseorang menggendongku, ku membuka mata kembali ku melihat lampu sorot yang terang dan beberapa orang memakai masker, ku membuka mata kembali.... ku terbangun di kamar ku. Mimpi yang aneh. Aku memegang kepalaku karena seketika terasa pusing, terlalu banyak tidur nih.
Aku langsung menggapai telepon genggam ku. Ku ingin menghubungi Yudo.
Dan di percakapan saat itu membuat ku sangat tersentak,
"Maaf banget ya bie, but I gotta go"
"Tapi besok adalah malam natal, kamu engga bisa cancel sampai tanggal 25 aja? Do?"
"Engga bisa bie, pesawat nya udah dipesenin sama mami"
".................."
Dear Shelby..
Maaf sebelum nya memang aku mendadak begini tanpa menemui mu dulu.
Aku memang harus pergi, mamiku pun sangat mendadak memberi tahuku, aku baru tahu tadi malam, mamiku mengirimkan ku ke berlin untuk lanjut study.
Ingin rasanya aku bermalam natal bersama kamu, ingin rasanya aku menolak permintaan mami ku.
Tapi aku engga bisa.
Tenang, aku engga akan lama, 5 tahun lagi aku balik aku pasti sudah sukses dan bisa membuatmu bahagia.
Your lovely friend,
Yudo.
"Do, kenapa mendadak sekali? Kita bahkan engga sempet bertemu gini, hanya melalui telepon...."
(2 Tahun kemudian)
"Hei shel, kenapa sih lu bengong?" Tiba tiba terdengar suara cowok mengagetkan ku,
"Eh! Iya do! Maaf.." jawabku terkejut
"Do? Yaampun masih aja mikirin si Yudo kampay itu", balas cowok itu dengan sedikit nada jengkel.
"Walah! Iya maaf mo, aku kecoplosan aja kaget hehe" jawabku sambil mengusap usap belakang kepalaku.
Dia bimo, temen sekelasku yang sudah lama dekat, orang orang bilang sih, bimo itu charming, matanya bagus, hidung nya mancung, dia juga pintar, tapi yang paling dia takutkan adalah, wanita. Kenapa? Karena dia selalu di uber uber wanita, mau temen kelas, atau satu kampus, cabe, tante, sampe oma oma. Dan kenapa ia tidak takut kepadaku? Ya, karena mungkin aku satu satunya cewek uang tidak mengejar dia.
"Mo, kira kira Yudo lagi ngapain ya disana?" Tanyaku kepada Bimo.
"Hm, mungkin dia lagi mesra mesra an sama bule cantik? HAHAHA!!!" jawab dia dengan nada menggoda dan meledek.
Aku langsung menatapnya tajam
"Ah kamu mah, bukan nya menyemangatiku, malam ini kan malam natal, aku lagi nunggu surat dari dia kaya tahun lalu nih, hehehe pasti nanti saat pulang kerumah surat dia udah ada di kamarku"
"Ya namanya kan pendapat lagian mana gua tahu dia lagi ngapain. Berlin kan jauh engga di batesin pake pintu doang, tapi pake benua." Jawab dia dengan mengerutkan dahi.
Aku pun hanya memandangnya sambil menghembuskan nafas.
"Lagi pula ya shel, dia kan cuma temen lu, berarti dia deket sama cewek disana itu wajarkan?" Lanjut Bimo
"Iya sih mo, aduh ucapan mu membuatku semakin khawatir aja, duh Yudo itu udah kaya artis sih dulu di SMA, sedangkan aku tomboy"
Aku memandangnya kembali sambil mengangkat bahu.
(Malam Natal, 25 Desember 2009)
Dear my Shelby..
Hei, apa kabar kamu? Selamat Natal! FELIZ NAVIDAD!
Seketika aku keinget setiap malam natal biasanya kamu membawakan ku brownies bikinan mu yang super enak itu. Sayang, disini tidak ada yang seperti bikinan mu, kirimi aku dong hehehe.
Duh kamu juga biasanya malam natal udah bareng sama keluargaku kita pesta sampe larut. Nonton film di ruang keluarga sampai akhirnya semua tertidur hanya kita berdua saja yang masih bangun. Lalu kita keluar ke balkon ngeliat langit di malam natal yang bener bener indah.
Bahagiamana di sana? Malam disini sungguh sepi, begitu ramai tapi masih saja aku merasakan kesendirian.
Ah sudah lah, sebaiknya kamu berbahagia malam natal ini. Oke?
See you soon!
Yudo.
Aku membaca dengan perlahan dan cermat lalu aku teriak.
"Aaaaaaaa! Bimo!! Liat nih surat dari Yudo! Aduh aku makin kangen deh sama Yudo!" Kataku dengan sedikit histeris.
"Weleh weleh ada yang seneng amet nih! Malam natal nya jadi indahkan kalau dapet surat dari Yudo itu? Wahahaha", jawab Bimo ikut senang.
"Iya dong pasti itu... Yudo Bramantyo... kita pasti bakal berjumpa lagi", balas ku.
"Sssstttttt, film ny lagi seru tahu, kamu berisik banget sih shel" kata mama ku yang pandangan nya hanya tertuju pada layar televisi.
"Hehe oia maaf maf ma, yuk lanjut nonton" jawabku.
"Wahaha, sukurin makanya jangan heboh sendiri", kata Bimo.
Aku menoyol kepala nya lalu tertawa kecil, lalu kami melanjutkan menonton film.
Malam ini aku, Bimo dan keluarga ku malam natal bersama. Sungguh indah rasanya bisa spending time di waktu natal bersama keluarga sederhana dan sahabat terdekat, hanya saja....
Andaik kamu disini, Yudo.
Ditengah tayang nya film.....
"Hei shel." Tiba tiba Bimo angkat bicara di tengah film yang sedang tayang.
"Hm?" Tanya ku.
"Apa malam ini kamu bahagia?" Tanya nya kembali membalas pertanyaanku. Aku menundukan kepala dan ku melihat kedua orangtuaku juga adik ku yang sudah saling terlelap. Hanya tinggal Bimo dan aku yang masih terbangun.
"Ya... sebenarnya harusnya bisa menjadi malam yang indah. Hehe" aku melihat Bimo dengan tatapan yang berubah air mukanya "eh jadi engga enak gini suasana nya, engga apa kok cuma, aku pengen ada Yudo."
"Yeah, i got it, 3 tahun lagi, tenang ya shel", jawab Bimo sambil merangkul ku dan mengusap bahu ku untuk menenangkanku.
(2 tahun kemudian)
Aku berlari menyusuri koridor itu sambil mencari cari ruangan tempat ku beraudisi.
Oh iya aku hampir lupa, hari ini adalah hari audisi aku untuk yang ke 3x nya semenjak 3 tahun lalu aku sudah mengikuti untuk audisi menyanyi ini tapi selalu engga ada call back ya alias engga lolos.
Knock knock....
"Iya silahkan masuk", jawab seseorang dari dalam ruangan itu.
"Maaf saya telat, apa audisinya masih dibuka?", tanya ku dengan nada sedikit khawatir.
"Maafsekali dik, audisinya baruuu saja tutup.", jawab seorang juri yang sedang duduk disitu.
"Yah, sayang sekali, tapi saya mohon paling tidak ijinkan saya bernyanyi, ini saat saat yang selalu saya tunggu setiap tahunnya". Kataku sambil menekati meja juri itu dengan nada memohon.
"Hm, tapi kemungkinan nya akan kecil tidak apa kah? Silahkan"
"Aah makasih terima kasih sekali,", jawabku sambil menjabat tangan nya dengan semangat. Setelah itu mereka bersiap dengan kertas penilaian nya dan aku menuju ke posisi ku.
Sore harinya dirumah..
"Hei shel, jangan bengong terus kenapa sih!", seketika Bimo menepuk dahi ku dan membuat ku langsung tersadar karena sangat terkejut.
"BiIM! kenapa sih kamu selalu aja ngagetin aku, lama lama aku bisa kena serangan jantung kali", jawab ku sedikit jengkel.
"Duh neng, lagi PMS ya? Jutek banget, ada apa sihhh?"
"Aku telat lagi tadi pas audisi, jadi au deh hasilnya gimana, tadi aku engga di kasih surat call back, yaudah mungkin tahun depan lagi." Jawabku sedikit kecewa.
"Ckckck, yaampun sabar sabarr kamu shel, masih banyak kesempatan kok. Tetep semangat! Kalau kamu engga di panggil, lalu aku dapet surat pa dong dari kotak surat rumah kamu tadi di depan?", tanya nya sambil menyodorkan surat bertuliskan Christmas Youth Concer 2012 "Love in the Shining Tree".
Mataku terbelalak! Dan langsung merampas surat itu, dan langsung membukanya.
"BIM...!" Sambil ku berteriak.
"Apa isinya shel aku penasaran!", tanya nya sambil memegang dadanya sangat penasaran.
"Aku langsung isi concer nya! Tapi aku dapet nya tahun depan, dan kata surat ini, untuk kegigihan dan bakat yang luar biasa!!! I GOT IT! I DID IT! Yeaaahhh Thanks God!". Jawabku sambil melompat ke arah Bimo dan menari nari sambil menciumi surat ini!!
Aku akan bernyanyi di CYC 2012!
Kamis, 25 Desember 2014
KETIKA HATI ANGKAT BICARA
Seketika, saat aku termenung di kamar, hatiku mulai mengetuk. Lalu ku mulai pembicaraan di malam ini....
Hei, there's something new! You know what?
What?
No? I do make up!!! Yeppey, for the first time, glad to do this.
It's not that good, ren
Hah? Kenapa?
Ya, kenapa kamu tiba tiba do make up gitu?
Engga apa-apa, hanya iseng, dan mau jalan sama temen db hehe pengen rapih aja.
You sure? Jujur sama aku.
Oke, ya waktu itu seseorang ada yang menyarankan, begini "kalau kamu jalan sama aku itu dandan, biar enak diliat nya kan sama orang orang juga." Gitu.
Yup aku yakin, kamu kemarin dandan juga karena saran itu kan?
Engga kok serius, engga juga sih, eh ya ada benernya sih, iya deh. Sedikit keikut. Kaya sadar aja mungkin engga ada salah nya mencoba kan?
Kamu nyaman?
Nyaman kok
Beneran?
Iyaaa kamu mau ngomong apa lagi?
Oke aku ikut aja. Bagus sih menurut aku, keputusan mu untuk memoles diri seperti itu.
Ya, aku juga mikir begitu, tahu engga? Sampai sampai pas mau berangkat kan aku lagi di tempat saudara, soalnya dijemput guido di situ, eh mereka kaget lho aku dandan, aku pikir aku aneh banget dandan, aku juga awal nya malu malu gitu, karena mereka tahu sifat dasar ku itu tomboy, dan ya......seadanya aja penampilannya.
Nah kan, jadi sebenarnya kamu nyaman engga? Hayo
Iya nyaman kok, beneran deh, aku anggep itu adalah komen positif. Karena mereka terkejut. Hihi.
Tunggu, memang menurut kamu gimana?
Aku sih saranin kamu untuk yaaa jadi dirimu yang paling nyaman aja gitu. Kamu engga perlu tunjukin ke dia kalau kamu cantik karena dandan, toh dasarnya semua cewek itu cantik kok, sebelum mereka menemukan make up. Hehe
Lalu kenapa?
Ya...aku tahu banget kamu itu minder kan sama dia yang kenal sama cewek tuh makeup an semua, cantik cantik, termasuk his ex itu cantik cantik dan jago dandan, sedangkan kamu? Kamu teknik, sibuk, susah cariwaktu buat rawat diri, gitu gituuu aja. Yang ada paling kamu diketawain sama mantan atau temen temen dia yang milih cewek kaya kamu yang....biasa aja gitu tomboy lagi.
Jadi, bagaimana? Ya memang para mantan nya cantik ku lihat.
Jadi kamu maksudnya mau ngalahin atau nandingin mereka gitu? Nunjukin kalau kamu juga bisa secantik mereka dan berdandan? Gitu?
Ya, engga gitu juga sih. Lalu gimana?
Ya kamu engga akan bisa nandingin mereka dengan muka kamu, kamu engga akan bisa melawan dengan penampilanmu.
Hm.... kenapa ya? Tapi aku juga mau dibilang cantik, tapi aku di foto selalu fail.
Nah itu dia ren, kamu sadar kamu engga pake iphone, ipod, tongsis, fisheye, slr, dan seperangkat alat foto itu deh, sadar itu. Selain engga dandan, hasilnya juga.......engga bagus kan?
Tapi aku minder kalau foto sama cowok aku, karena ya kenapa ya hasil fotoku sama dia engga pernah bagus? Dan begitu mereka melihat cewek lain atau mantan nya atau temennya foto itu hasilnya selalu bagus. Kan aku minder juga kalau diliat temen temen dia. Malah pernah dibilang selera cowoku tuh rendahan, like me.
Ya sudah itu kan hanya foto, walaupun memang aslinya cantik tapi tetep aku engga pernah menyetujui kamu buat maksain seperti itu.
Tapi kalau aku kehilangan cowok karena engga secantik cewek lain?
Ya bagus.
Bagus!!!?
Ya iya lah, kamu mau nanti kamu jadi barbie barbie an? Tahu kan maksudnya
Ya engga mau lah.
Yaudah kamu biarin semua itu ngalir sesuai dengan hati nurani mu, kamu besok mau berubah ya berubah karena dirimu, bukan suruhan orang lain.
Ya tapi sekarang aku udah kehilangan, karena aku membosankan.
Ya memangnya kamu yakin kamu ditinggalkan karena wajah yang membosankan?
Eng....ga tahu sih.
Tapi ini jadi suatu pertanyaan deh, kan kamu udah selesai sama dia, lalu kamu berdandan, apa engga menyinggung perasaan dia? Kesan nya kan.....
Nah itu dia, terkesan seperti meledek yakan? Setelah selesai baru mau dandan, ya keliatannya begitu, padahal engga kok, saat dulu dia menyarankan itu aku suruh dandan di lain hari kalau jalan, okelah, aku pikir engga ada salahnya kan mencoba penampilan lebih rapih? Toh untuk kebaikanku juga.
Ya lalu?
Nah itu diaaa, bahkan setelah dia menyarankan seperti itu, kami sudah tidak pernah jalan bareng lagi, jadi aku tidak ada kesempatan buat nunjukin ke dia kalau aku bisa kok dandan. Engga ada. Dan kemarin kebetulan baru bisa jalan lagi, dan sama temen SMP, coba aja gitu dandan, hasilnya kaya apa sih, gitu lho.
Jadi, intinya gimana?
Sudahlah. Aku engga terlalu mentingin soal mukaku, begini lah, naturale, matter the most.
Alright, Kamu bisa, melawan mereka selain menggunakan wajah dan penampilanmu. Kamu bisa memulai dari kebaikan, atau sifat, atau otak, atau hobi, atau apapun. Masih banyak hal ren. Masih banyak. Tetep semangat! Inget jangan lagi lakuin hal itu, kamu ya engga cantik ya udah engga cantik aja, engga apa apa, Tuhan engga marah kok. Semua orang ninggalin kamu karena kurang cantik, tapi Tuhan selalu sama kamu, kamu tak sendiri.
Oke, i got that. Thanks.
Tetap menjadi laurentia tricilya cascarine ya.
Ya, aku laurentia tricilya cascarine.
Sabtu, 20 Desember 2014
TEAR DROP STONE
Kamis, 20 November 2014
UN-REPLIED MESSAGE
Another Short Story..........
"PING!!!"
"PING!!!"
pagi pagi pukul 3 aku mencoba menghubungi nya.
"PING!!!"
"PING!!!"
Beberapa kali aku kembali memanggil manggil nya.
Tapi tak kunjung ada jawaban, aku menghela nafas sambil menarik selimutku, mencoba kembali tidur karena terbangun akibat mimpi buruk yang baru saja aku alami.
Aku menarik selimut ku lebih lebar menutupi seluruh tubuhku, tiba tiba suatu suara mengagetkanku.
"KRIIIIIIIIIIIING!!!!!!!!!!"
Aku melonjak teriak, "TIOOOOOO!!!!!!!" Dan tiba tiba aku tersadar dan menutup mulut ku dari reflek teriakan tadi.
Aku melihat sumber suara itu yang berasal dari hand phone ku, aku melihatnya dan ternyata Tio menelefon aku.
Aku segera menggapai hand phone ku dan mengangkat telfon itu.
Hallo hallo, chelsea! Ada apa sayang kenapa kenapa kamu terbangun?
Aku mendengar suara nya lengsung menenangkan diri aku,
"Aku mimpi buruk Tio, aku takutt"
Oalah chelsea kamu mimpi apa, udah ya jangan takut, aku disini kok
Sungguh merepotkan memang keadaan seperti ini, aku jadi engga enk sama Tio tapi disisilain aku memang membutuhkan dia, setiap saat. Dan dini hari itu aku di tenangkan dia menemaniku sampai aku tertidur di tengah perbincangan kita lewat telefon genggam ini.
5 bulan kemudian.
Pagi, 7.12 a.m
"Tio, kamu sudah sampai sekolah? Kabari aku ya?" D
Hari ini aku tak dengar kabar dari dia biasanya setiap pagi ia tak lupa untuk mengucapkan selamat pagi, oia mungkin saja dia kesiangan yaa? Aku berpikir pikir dalam hati.
Ditengah hari sekolah ini, aku kembali melihat hand phone
Sent 7.12 a.m
"Tio, kamu sudah sampai sekolah? Kabari aku ya?" R
aku melihat pesan ku sudah di baca, tetapi kenapa tak di balas ya? Aku belum sempat mengecek lagi karena masih di tengah pelajaran.
Di jam istirahat aku coba cek lagi, dan ternyata masih belum dibalas tapi sudah di read.
Aku coba b0hubungi dia lagi.
Sent 12.32
"Tio, kamu sudah makan kah? Selamat makan ya! Jangan lupa doaaaa!" D
Aku kembali melanjutkan aktifitasku yaitu makan siang sama teman teman.
3.40 p.m
Pulang sekolah ini aku juga belum melihat batang hidung nya sama sekali. Hm? Dia kemana ya?
Aku mengecek hand phone.
Sent 12.32
"Tio, kamu sudah makan kah? Selamat makan ya! Jangan lupa doaaaa!" R
di read? Tetapi kenapa tak kunjung ada balasan ya?
Hm, aku coba tanya.
Sent 3.47 p.m
"Yo, kamu dimanaaa?" D
Aku coba hubungi dia terus menerus karena rasanya.....ada yang aneh aja gitu.
Sent 3.48 p.m
"Hehehe, aku udah selesai nih, kamu ada tambahan?" D
Tak lama dia membalas dan membuatku terkaget.
Sea, kamu dimana? 3.50 p.m
Aku dengan senang karena akhirnya ada balasan aku balas secepat kilat.
Sent 3.50 p.m
"Aku masih di lantai 3 nihhhhh di kelas heheheheh!" D
.......................
sekitar beberapa jam aku menunggu kembali balasan nya, tak kunjung ada.
Hm? Dia ada dimana? Pikiranku mulai lari kesana kesini, ngerti kan maksud aku? Aku udah mikir dia ini dia itu dia dimana dia sama siapa dia ngapain dansebagainya sampe sampe aku udah kaya..........whatever.
Sampai tengah malam dia balas pesanku.
Chelsea aku sudah di rumah ya... tadi hp ku mati aku engga tahu eror kenapa hp ku batre nya soak deh. 10.40 p.m
Aku yang sudah setengah ngantuk melihat dan langsung membelalakan mataku karena akhirnya dia ada kabar juga, aku langsung balass saat itu.
Sent. 10.42 p.m
"Iya yoo engga apa kok, oia kamu tadi darimana aja? Kok baru sampai rumahhh?"
Aku abis ngerjain tugas sama temenn sea dia sevel 10.56 p.m
Sent 10.57 p.m
"Oh yaudah yaudah maku ngaso ngaso dulu istirahat oke? Jangan lupa makan yaa, love you!"
Malam itu tak ada lagi kunjungan balasan dari pesan ku.
Hari demi hari aku selalu mendapati hl seperti hari ini.
Suatu Pagi, 7.00 a.m
"Pagiiii! Selamat beraktifitas, semangat! I wuff yuuu!" D
Karena sudah pasrah mungkin tidak akan lagi ada ucapan selamat pagi, aku mengantungi handphone aku dan menemani perjalanan dengan ayahku.
Sore 4.00 p.m
Aku melihat chatroom ku bersama dia.
"Pagiiii! Selamat beraktifitas, semangat! I wuff yuuu!" R sent 7.00 a.m
"PING!!!" R sent 7.25 a.m
"Aku udah sampe nih, kamu dimana? 5 menit lagi bell lho. Hati hati dijalan!" R sent 7.25 a.m
"Yo, makan bareng yukk aku bawa bekel nih, kamu sudah selesai kelas kah?" R sent 11.37 a.m
"PING!!!" R sent 12.15 p.m
"Kamu dimana? Udah makan belum, aku di kantin nih hehe nunggu kamu" R sent 12.16 p.m
"Hehehe yaudah kalau kamu lagi makan, selamat makan yaaaa! Hehe doa doa!" R sent 12.20 p.m
"Aku makan dulu ya udah mau bell nih takut engga keburu makan, aku makan duluan engga apa kan?" R sent 12.40 p.m
"PING!!!" R sent 12.40 p.m
Aku menghela nafas, dia dimana ya? Apa hp nya rusak lagi? Pikirku dalam hati, mengapa kita satu gedung tapi suliiittt sekali untuk mencarinya?
Aku memutuskan untuk turun dan berjalan jalan sembari nunggu ayahku menjemput.
Aku berjalan menuju warung yang tak jauh dari gdung sekolahku sebut saja warung babe.
Dan dari kejauhan aku melihat sosok seseorang yang sangat tak asing. Bahkan aku sangat mengenalnya.
Tio.......... dia.... minum?
Seketika dadaku langsung sesak, ku tersentak sehingga rasanya kaki ku benar benar lemas. Kaki ku yang rasanya ingin menhampirinya tetapi membatu, mematung manatapnya dari kejauhan.
Aku mencoba memutar balik badan ku dan menjauh dari tempat yang memang terkenal pergaulan yang negative itu dan Tio, yang selalu memberikan banyak kata kata untuk meyakinkan aku bahwa dia engga akan terlibat jadi satu di antara mereka, ku lihat dengan mata kepalaku sendiri, yang aku yakin dia engga sadar bahwasanya aku tadi melihat nya dengan jelas.
Aku terdiam, menatap layar handphone ku yang tak kunjung ada jawaban.
Kenapa dia melakukan itu?
Apa dia sedang setres?
Apa dia sedang banyak masalah?
Banyak beban?
Katanya hl seperti itu datang untuk membuat lebih tenang?
Menghilangkan setres?
Aku sudah bilang, jika dia ada masalah datanglah ke aku, kapanpun itu.... tapi.....
Kenapa yo?
Dirumah. 20.34 p.m
Chelsea, kamu dimana?
Terdengar bunyi notifikasi di handphone aku dan segera aku cek. Tio.... aku langsung balas.
Sent 20.38 p.m
"Dirumah dooong heheheh. Kamu dimana?" D
Dan seketika langsung di read, dan dia kngsung membalas.
20.40 p.m
Aku juga dirumah nih baru sampe sea hehe, oia abis ini aku mau kerjain tugas lagi ya di sevel sama felix..biasa
Sent 20.41 p.m
"Oh yaudah semangat semangatttttt! Oia yo...."
Kenapa?
"Hm, kira kira ada yang mu kamu jujurin?"
Ha? Apa sea?
"Ya. Apa aja yang belum kamu bilang."
Apa sih sea? Aku jadi engga enak gini.
"Yaudah to the point, tadi kamu di babe kan? Ngelakuin suatu hal yang paling aku engga suka, yakan?"
Aku dengan berani mengungkapkan karena dia memancing ku terusss, dan saat itu balasnya agak sedikit kepending, engga tahu dia kenapa dan satu jam kemudian baru balas.
21.56 p.m
Oh itu, iya tadi aku di babe,
Dia menjelaskan semua mua nya dan lumayan membuatku sakit hari, tapi aku menghargai dia mau jujur pada akhirnya, engga menyangkal karena mau sangkal apa lagi? Aku melihat nya langsung.
Malam itu perbincangan kita berakhir disitu, aku ucapkan goodnight ketika ditengah dia sedang mengerjakan tugas dengan temennya di sevel. 23.00 p,m
Esoknya. 6.00 a.m
Aku mengucapkan selamat pagi seperti biasa yang ku lakukan.
Dan eventually, tanpa jawaban.
Di perjalananku sampai hampir tiba di sekolah, terjadi rusuh di pabrik dekat sekolahku. Semua orang ricuh dan akhirnya ada yang menarik ku dari boncengan motor bersama ayahku. Aku tak sempat berteriak ayahku pun juga berusaha untuk keluar dari kerumunan dan ia tak sadar aku sudah tak lagi duduk di belakang nya.
Begitu berisik dan keadaan benar benar sangat menyeramkan.
Lempar batu dan pukul pukul dengan kayu, handphone yang masih ada di tangan ku aku pencet huruf T untuk speed dial ke Tio. Dan hp ku pun terlepas karena semua orang saling dorong mendorong.
Aku teriak karena aku terjatuh terbaring, "Tioooooooooooooo!!!!!!"
"Ugh!!" Tiba tiba perutku terinjak dan seketika aku tak bisa bernafas. Perlahan pandanganku mulai kabur dan pada akhirnya seluruh pandanganku menjadi putih.
7.00 p.m
Aku membuka mataku dan aku terbaring masih di pinggir jalan tempat terjadinya rusuh pagi hari tadi.
Dan aku melihat ke sekitar, aku mendapati handphone ku yang tergeletak tak jauh dari ku.
37 missed call, dan 11 new blackberry message.
Missed call dari Tio.
11 new bbm salah 1 nya dari Tio.
"Sayang, selamat pagii!" 7.00 a.m D
"Hei udah sampai mana?" 7.26 a.m D
"Sudah mau bell nihh seaa!!" 7.28 a.m D
"Sea kamu udah sampai?" 8.00 a.m D
"Bales kek sms ku elah!" 8.10 a.m D
"Kamu dimana sih! Kasih kabar dong!" 8.50 a.m D
"Oke deh kalau mau bales balesan karna aku jarang bales pesan kamu, fine." 10.00 a.m D
"Sea, kok aku samper kamu di kelas engga ada? Kamu engga masuk?" 11.34 a.m D
"Kamu makan dimana? Barusan aku samper ke kelas engga ada, makan dimana?" 12.09 p.m D
"Woy sea dimana!!" 2.00 p.m D
"Aku udah engga ada kelas nih, ketemu yuk sebelum pulang" 3.00 p.m D
"Yaudah deh aku balik ya sea, hati hati ya kamu kalau pulang" 3.12 p.m D
"Udah malem nihhh masih juga engga mau bales juga? Okelahh" 6.00p.m D
"Sea, udah dong marah nya, kabarin aku please." 6.40 p.m D
Aku langaung senang sekali..... dan segera membalas pesan nya semuanya dengan penuh semangatttt sambil sembari jalan pulang, wah sudah malam saja ya.
Aku berjalan dan sambil sesekali menelepon Tio, berkali kali tapi tak kunjung di angkat.
Sampai akhirnya aku tiba di ujung belikan rumah, dan melihat di rumah ku yang sudah ramai pengunjung.
Aku mendekat dan semakin terdengar suara tangisan,
Tertulis, "Chelsea Pitaloka, 13 oktober 1994 - 13 oktober 2011, 6.12 a.m"
Aku membelalakan mataku dan menutup mulutku lalu melihat ke arah diriku, dan masih engga percaya akan semua ini. Aku melihat dari luar di meja terdapat kue ulang tahun ku. Dan terlihat Tio yang jatuh berlutut di depan tempat ku tertidur.
"Chelseaaaaaaaaaa!!! Kenapaaaaaaaaa!! Maafin aku iya ini aku balas pesan kamu jangan tinggalin aku chelseaaaaa!! Maafin aku aku lakuin ini untuk hari ulang tahun kamuuu, banguuuuunnnn chelseaaaaa!!"
Melihat itu aku menurup mulutku dan rasanya Aku ingin berlari memasuki rumah ku untuk memeluknya!
Sampasi seketika ada yang menahan tangan ku, aku tersentak dan menoleh ke belakang, seseorang tersenyumm kepadaku.
Dan aku melihat ke arah rumah ku lalu dia mengajak ku untuj pergi dari tempat itu.
Yang tertinggal....pesan yang tak terbalas.
"Maafin aku chelsea, selamat istirahaat dalam damai." 8.21 p.m ................ D...
Delivered...
THE END..........