Rabu, 09 Oktober 2019
HEAVY ROTATION
"Ga... apa kabar?"
"Ya? Kabarku baik vin."
"Oia. Aku mau tanya, Kamu inget engga tempo dulu aku pernah mimpi buruk. Kita putus?"
"Oh iya. Aku ingat."
"Kamu tahu engga penyebab nya dimimpi itu?"
"Oh iya aku belum tahu ya."
":)"
(Seminggu yang lalu)
Ini adalah sebuah rotasi. Sebuah hal yang terjadi berulang ulang. Dan sangat berat. Apakah ini yang dinamakan heavy rotation?
Aku Loving. Dan pacarku adalah Raga.
Kami sedang mengalami fase hubungan yang paling tidak di sukai oleh kebanyakan orang. Yaitu, Pembelajaran.
Bukannya tidak disukai, namun kebanyakan orang pasti mengalami suatu benturan pendapat dan kondisi dimana harus mengutamakan kata hati atau kata logika.
Aku pribadi yang sangat tidak menyukai pertengkaran. Aku sangat membencinya. Namun, aku ingin tahu seberapa jauh aku dan Raga dapat bertahan dengan jalan tengah dari setiap perbedaan pendapat yang ada.
Suatu hubungan bisa bertahan ketika 2 pendapat berbeda dari 2 kepala yang berbeda yang terlahir dari 2 rahim yang berbeda yang di masukan ke 1 jalur keluar tengah keduanya dapat menerima.
Hanya itu. Kita sering mendengar "kita gacocok, kita berbeda, terlalu jauh berbeda"
Itu karena memang semua hal tidak dapat di paksakan untuk di tarik ke jalur tengah karna bisa saja jalur tengah itu akan mematikan untuk salah 1 dari kedua pribadi tersebut.
Tidak bisa disalahkan,artinya bukan jodohmu.
Namun, hal yang ingin ku ceritakan tentang Raga adalah dia pribadi yang sangat Sabar dan Santuy, ke-santuy-an nya tersebut yang kadang membuat keadaan semakin keruh.
Ketika sebuah hal yang terjadi berulang ulang. Dengan masalah yang berda. Dengan fase penjajakan yang ada namun, ia terus mengambil sikap yang berulang dan membuat keadaan menjadi berat namun masih bisa dijalani.
Aku pribadi yang sangat tidak menyukai pertengkaran, namun ini harus terjadi untuk tidak ditemukan kata penyesalan atau keterlanjuran di tingkat yang selanjutnya.
Teman saya pernah berkata
"Vin...Vin... aku takut kamu pacaran aja nelongso nanti nikah tambah nelongso"
Celetukan yang sedikit menggetarkan hatiku.
Apakah orang lain harus seikut bercampurnya seperti itukah akan hubungan orang?
Aku merenung sejenak. Memikirkan sebuah hal yang sangat menggangu untuk diingat.
Ketika kita sedang bertengkar ringan atau bertengkar hebat, tanggapan nya seperti nothing happen. Ke-cengagas cengenges-an nya Raga itu membuat keadaan sama sekali tidak lebih baik.
Apakah aku salah?
Aku juga tidak paham. Sampai saat ini aku selalu "ya sudahlah. Mungkin memang caranya"
Tapi untuk beberapa case tidak bisa seperti itu.
Ke-cengagas cengenges-an itu sangat memperkeruh keadaan. Hal yang terus berulang ulang. Pertengkaran yang harus nya mendewasakan kita. Tetapi seakan tidak ada perubahan atau naik level karna goal untuk mencapainya dengan... ke-yasudah-an.
Kata maaf sulit terucap.
Kata terima kasiu sulit terucap.
Terssenyum,ketawa kecil, sambil membercandakan dengan usaha mencairkan suasana adalah cara anak SMA dan cinta monyet.
Itu-tidak-akan-berhasil-dalam-hubungan-tingkat-serius.
//Di mimpi itu aku berantem hebat dengan Raga. Dan seperti yang terjadi di dunia nyata dan sudah berulang kesekian kali nya, dia datang ke depan rumahku. Ketika ku membuka pintu gerbang dia langsung tersenyum. Dengan raut wajah ku bingung dan mengerutkan alis karna kondisi 5 menit yang lalu baru saja terjadi pertengkaran lewat chatting kita.
Dia berusaha bercandain aku, godain, berusaha mencairkan swasana layaknya cinta anak SMA yang "semakin membenci semakin cinta"
Disitu aku hentak dan aku menjadi sangat marah. Aku tak tahu mengapa di mimpi itu aku dapat marah atas sikap nya. Padahal di dunia asli. Tak bisa ku utarakan amarah sehebat itu. Atau mungkin, kependaman dalam hati selama ini, akhirnya meledak lewat mimpi.
Dia pun mengangkat tas gendong nya dengan raut wajah yang berubah 180 derajat dari yang ceria tadi. Dan dia pergi. Dan tidak kembali//
"Dan penyebab nya... kita lakukan kembali didunia nyata Ga."
"Iya.."
"Aku minta maaf. Its not working. Mungkin diluar sana ada wanita yang bisa menerima cara kamu menyelesaikan masalah dalam hubungan. But not this relationship. Not us"
:)
Jumat, 12 Juli 2019
365 DAYS TOGETHER
selamat udah 1 tahun!
yah, aku mengucapkan selamat kepada diriku sendiri dan kepada hatiku dan kepada seluruh alam yang sudah mendukung hubungan aku dengan dia.
pasti orang juga udah biasa saja dengan hubungan yang masih sangat umur jagung ya, 1 tahun mah belum ada apa apa nya kok. apalagi pacaran ya emang iya sih hehe.
tapi engga banyak juga temenku yang bertanya kepada kami bagaimana asal muasal ketemu nya dengan dirinya. baiklah, aku akan coba cerita pengalaman seru ketemu dengan dia. hmm.... dimulai dari mana ya...
well,
waktu aku masih kerja di salah 1 perusahaan asuransi kendaraan yang cukup memiliki pamor di indonesia, saat itu aku baru saja putus cinta sekitar kurang lebih 3 -5 bulan, aku menjalani hari dengan bekerja di weekdays dan kuliah di weekend, sungguh hidup yang memiliki tingkat padat hampir maksimal, belum lagi kadang minggu pun aku tetap masuk kerja juga. well, jangan di bayangin.
tetapi karena aku sudah single saat itu aku cukup enjoy menjalani nya, ya karena belakangan sebelum putus ya banyak konflik gitu jadi mengganggu semangat kerja dan kuliah dan kerja.
tapi selang 5 bulan aku merasa udah biasa.
selama 5 bulan itu aku cuma berniat mencari teman ngobrol (please ini memang niat awal yang siapa tahu bisa lebih dari temen ngobrol wahaha LOL). aku tuh bermain aplikasi jodoh yang cukup terkenal banget gitu lah. cari temen stranger aja gitu yang keluar dari circle temen gereja (karena mantan ku temen gereja dan cukup terkenal jadi susah pasti kalau mau cari orang katolik deket rumah gamungkin ga kenal dia).
namun karna biar seru dan koneksi nya lebih deket aku batasi KM nya hanya ma 10 KM dan aku milih milih yang namanya kira kira ada ke katolik katolikan (santo santo - an) gitu deh. masih ga ngotak si bayangin aja niatnya gamau dapet yang 1 circle dengan mantan ku tapi nyari katolik dan radius 10 KM. hampir mendekati kata mustahil.
disitu lah aku melihat nama Rafael (tulisannya cuma rafael) dengan foto hitam putih. biasa bisa di swipe left untuk liat foto foto lainnya, first impression aku akan look nya dia itu.. sepertinya ini kaya anak kecil. entah apa dia pake foto lama ya? karena aku liat disitu umur nya 24 tahun, saat itu aku 22 tahun. beda 2 tahun ya.
akhirnya aku swipe kanan yang menandakan "love" gitu. dan langsung muncul notif di layar bahwa sebelum nya dia udah swipe kanan juga aku, jadi sama sama swipe kanan.
tapi kita engga langsung chatting saat itu di aplikasi itu.
aku pun masih ngobrol sama para nama nama katolik yang lain, tapi aku males ketika berujung.....
"kamu kerja di astra ya?"
aku paling males. gatau. biasanya yang sudah tanya itu pasti aku engga lanjut chatting. somb banget ya keliatannya.
lalu aku lupa selang berapa hari... si rafael ini follow dan chat aku di IG.menanyakan apakah aku warga gereja di Kranji?
aku mengiyakan btw tahu dari mana? dan ternyata dari salah 1 postingan aku di IG toh. dan ternyata dia juga warga gereja aku dong! tapi aku engga kenal. dia pun engga kenal aku juga. siapa sebenrnya dia?
lalu akhirnya saling tukar nomer WA. saat itu aku kasih nomer WA kantor ku, bukan WA pribadi. karna aku mikir awalnya mungkin engga lama akan lalu juga. ya semacam antisipasi di awal aja.
trus berlanjutlah dia WA yang aku jaraaaaang banget on time bales karena itu adalah WA kantor dan kerjaan ku itu mobile plus memakai hp untuk kerjanya (semacam mobile = jalan jalan, dan go mobile = yang pake applikasi HP untuk proses penanganan asuransinya).
dan saat itupun kadang aku ada kuliah kelas malam pula yang pulang kerja langsung berangkat kuliah. jadi aku jarang banget bales WA selain dari customer. dan chat dia pun selalu tenggelam, kalau aku udah agak free dikit aku kadang scroll dan beberapa kali melihat ternyata dia udah pernah chat aku lagi dan lagi aku kelupaan bales. ini for sure bukan karena aku sombs apa gimana.
toh sampai detik itu (saat itu) ternyata yang tahan masih wa aku entah komentar whatsapp story atau tiba tiba sapa manggil atau just say hi, kirim gambar sedang di kereta, mengucapkan happy sunday setiap hari minggu sambil kasi foto dia beli siomay gereja atau kirim video youtube. (aku ingat banget segala detil). dan saat itu jujur memang aku tidak punya waktu untuk balas 1 pun pesan dia.
dan sampailah pada suatu hari aku berangkat kerja, disitu aku super ngantuk dijalan dan dekat lagi sampai, disitu aku naik motor. melewati daerah pegangsaan dan lancar saja. membuat aku super ngantuk. dan tanpa sadar aku pun merem di atas motor yang sedang ku kendarai, tiba tiba pas melek depan ku sudah ada motor super dekat dan akhirnya aku banting kiri dan aku jatuh menabrak pembatas beton (karena itu lagi ada konstruksi bangunan jadi banyak pembatas beton) aku jatuh dan saat itu aku mau merem aja. tapi aku ngeliat hp ku tergeletak, hp kantor, buat aku kerja, akhirnya aku berusaha melek dan disitu banyak banget orang kerubungin aku dan aku mendengar mereka mau membantuku, dengan angkuhnya aku menolak semua tawaran pertolongan mereka. aku berusaha bangun dan ternyata celana, lengan jaket dan sarung tangan ku sudah sobek dan aku bisa melihat beberapa bagian tubuhku sudah berdarah disitu dan sepatuku terlepas, aku merangkak dan pakai sepatuku dan mencoba bangun mengambil barang tentengan ku yang terlempar dan menggapai hp ku (karena takut di modusin nolong ternyata di colong in, takutnya bro, ini Jakarta, hidup, bukan drakor) dan akhirnya aku membangunkan kembali motor dengan segala pandangan heran dari orang orang, aku melanjutkan kembali perjalanan ku hendakku berhenti di SPBU terdekat dan cuci semua lukaku, niatku kembali bekerja. lalu aku kabari bos ku kalau aku jatuh dijalan. dan akhirnya dia bilang suruh aku stay di SPBU itu, di samperlah oleh OB dan security kantor ku untuk jemput, ternyata motorku tangki mesin nya keluar oli. kayanya efek benturan deh. akhirnya OB ku bawa motor ke kantor, dan aku dibawa ke RS oleh security.
singkat cerita aku diijinkan stay at home 1 minggu, padahal aku tahu bahwa 3 hari lagi libur lebaran saat itu. hari Kamis aku jatuh.
aku tinggal sendiri di rumah karena kedua orang tua ku di rumah sakit. dan kaka ku kerja, jadi hari hari ku sendiri dirumah dengan pesan makanan online, tidak mandi karna kaki tangan ku semua pada bengkak, wahahah.
lalu sampai lah kejenuhan biasa nya sibuk banget eh ini memaksa ku untuk hanya berdiam di kasur. hari minggu pun aku paksakan ke gereja berarti kira kira baru 3 hari luka ini.
aku ke gereja di anter papa ku. tapi sendiri. aku berusaha khusyuk meski kaki super nyut nyut an. aku jalan tertatih sampai oma oma sebelahku nanya "kamu gapapa?"
wahah keliatan ya sepertinya aku meringis kesakitan. singkat nya setelah pulang gereja aku angkat celana kiri ku sedikit ternyata udah berdarah lagi. wahahaha shit.
dapet pesan WA mama ku mnta di belikan paket Gudeg, huft Tuhanku...kuatkan jir ini masih pincang padahal, gedung gereja ke kantin sebenernya deket tetapi kalau kaki pincang terasa 2 km kali.
aku kesana dan jengjeng! GUDEG NYA ENGGA JUALAN! shit bray. aku WA mama bilang engga jualan, then dia minta dibelikan siomay. aku okein dan jalan ke tukang siomay.
pas aku ke gerobak siomay, aku langsung TENG keinget Rafael tiba-tiba. dan siomay lagi ramai, aku coba buka Wa dan scroll scroll scroll..... dibawah, liat WA Rafael aku buka. udah 2 mingguan ternyata dia akhirnya engga pernah WA aku lagi. entah aku tergerak untuk WA dan menyapa dia
"happy sunday"
dia menjawab "happy sunday, udah misa belum ren?"
aku jawab "ni lagi beli siomay buat mama, barusan kelar misa"
dia tiba tiba kirim foto siomay.
LHO!? aku angkat kepala ku liat grobak aku coba cari dia. karena kita belum pernah ketemu sebelumnya, jadi aku engga tahu muka real nya karena foto WA nya dari samping dan hitam putih dan gajelas deh, dan fotoku kan logo kantor ku (karena aku wa an sama dia pake nomer kantor).
aku engga mendapati dia yaudahlah dan aku akhirnya beli siomay dan foto siomay nya dan hendak telfon papaku untuk jemput.
dia bilang "ih kok aku ga liat kamu yaa, kamu misa sama siapa?"
aku jawab sambil start jalan balik ke pintu belakang gereja (which is di belakang gedung gereja). "sendiri, as always, nih lagi mau minta jemput bokap"
dia tiba tiba jawab "bareng aja yuk"
dan bla bla akhirnya ketemulah di parkiran samping gereja dan for the first time aku ketemu dia.
dan deg deg an super. ditambah aku susah jalan makin susah jalan rasanya. akhrinya aku di titah dan dianter pulang saat itu.
tapi.... sejak awal ketemu bulan May, kami jadi sedikit lebih intens untuk bercakap di WA.
namun, tidak semulus itu.......
Sincerely,
Laurentia Tricilya Cascarine
Selasa, 04 September 2018
WHY LEAHKIM
Leahkim
Sebuah ungkapan singkat yang sarat makna
Leahkim
Sebuah doa dengan besarnya keyakinan
Why Leahkim?
Leahkim, entah mengapa adalah sebuah ungkapan yang akan menjadi bagian dari masa depanku, dan masa depanmu.
Mengapa leahkim,
Bila kita ucapkan agaknya seperti orang amerika korea, Leah dan Kim
Bukan, Leah Michelle, atau Kim Jong Un.
Melainkan Leahkim.
Sebuah ungakapan maha penting yang telah berperan hebat dalam hidup saya.
Membuat saya memaknai arti menghargai sesama.
Leahkim, bila kita ucapkan terbalik, menjadi Mikhael.
Salah 1 dari ketiga malaikat agung Allah.
Peran nya sangat besar.
Mengajarkan aku untuk selalu mencintai sesama no matter what bentuk dan latar belakang nya.
Dahulu saya pernah menyukai seorang bocah laki laki, karna kala itu aku masih duduk di bangku salah 1 sekolah menengah pertama di Jakarta.
Dia adalah mayoritas, dan aku monoritas. Dari segi ras.
Teman ku A, minoritas dan di anggap freak
Teman ku B, fisiknya tidak sempurna.
Dan teman C hingga Z dengan kekurangan masing masing.
Berkali kali aku menjadi saksi hampir bisu ditengah kebaikan yang sudah malaikat itu lakukan, dia menolong kala aku sedang di olok
Dia menolong A B C hingga lainnya, dengan aki menjadi saksi tanpa ia ketahui.
Aku melihat adanya banyak kasih dalam hati bocah super nakal itu di umurnya.
Walau ku pribumi di antara 98% darah chinese saat itu, dia mau menjadi sahabatku.
Mikhael
Hal kedua yang aku maknai dari kata mikhael adalah, tempat ku mengadu mengeluh berserah dan menaruh harapan akan masa depanku
Ya, my only second home, saint mikhael church.
Tempat yang dengan pede nya aku taruh harapan bahwa aku akan menemukan masa depan ku disana.
Mikhael Kranji.
Semua yang terjadi pada hidupku tak lepas dari 1 kata ini, mikhael.
Dengan penuh kebahagiaan dan pelajaran yang sudah menjadi memoriku, aku simpulkan dalam 1 kata,
Yaitu,
M i k h a e l
Izinkan untuk aku dapat membawa selalu nama ini kemana pun dan sampai akhir nanti karna kebahagiaan ini.
Leahkim❤
I love you my lil future.
Sincerely,
Laurentia Tricilya Cascarine
Kamis, 09 Agustus 2018
CARA DIA BEKERJA
Ironi
Rasanya aku seperti di hadapkan pada suatu hal yang dimana aku harus berpasrah atas apa yang akan terjadi, sambil tetap berfikir kebaikan sang Pencipta dalam menyusun skenario hidup aku.
Dihadapkan pada sesuatu yang masih gambling.
Cinta
Bukan karena aku sudah mulai aware sama 1 hal ini. Tetapi lebih ke pasrah kepada Tuhan aja.
Bukan berarti aku tidak akan berusaha atas cinta. Aku bukan akan berusaha namun mencoba untuk berjuang.
Cara ku menyampaikan cara kerja Tuhan mungkin sulit dimengerti bagi sebagian orang.
Kamu naif, dan nothing to lose aja, kamu bilang ke aku seolah kamu udah bakal fine fine aja kalau tiba tiba aku ragu ragu dan pergi.
Iya, aku se pasrah itu. Aku se nothing to lose itu.
Bukan aku menyerah, tapi aku berserah.
Aku mengatakan aku berpasrah untuk hidup sendiri pada akhirnya kepada dirinya, dan juga mengatakan bahwa rencana Tuhan indah atas aku.
Apakah kurang clear? Somepeople told me itu sangat berkontradiksi.
Mungkin, makna yang di tarik dari kata kata rencana Tuhan itu baik itu berpusat pada ketika Ia memberikan seseorang kekasih mungkin. Padahal tidak seperti itu maksud ku.
Maksudnya, ketika aku memang pada akhirnya harus hidup sendiri, itu pasti rencana Tuhan paling indah yang belum ku mengerti sekarang, namun pada akhirnya iya.
Kita per kecil suatu contoh.
Bahkan saat di lampu merah saja, ketika antrian cukup panjang, dan lampu sudah menyala hijau cukup lama, tak menutup kemungkinan akan merah tiba tiba saat sebelum aku melalui perempatan tersebut.
Dalam jarak 100 meter aku selalu berkata dalam hati
Jika Tuhan mengijinkan aku untuk lewat, maka lampu akan tetap hijau, jika Tuhan tidak ingin aku lewat, maka lampu merah dan aku berhenti, meski aku tahu bahwa aku sedang terburu buru.
Yang ada dalam pikiranku, rencan Tuhan pasti indah, entah telat namun ada somethinh lah, atau tetap tepat waktu. Who knows?
Perkara sekecil itu saja sudah aku pasrahkan ke Tuhan, apalagi perkara pasangan hidup nantinya
Aku bukan wanita sempurna, aku wanita yang dunia melihat aku meninggalkan sebuah berlian, they said and i fvcking know it, i can feel it.
Tapi, kembali pada rencana Tuhan, akan indah, bukan saya naif, namun saya mencoba tak terlalu bergantung pada dunia ini.
Jika dia memang pilihan Tuhan maka segala keraguan dalam hatinya memudar, dan segala tanda tanya dalam benak nya terjawab.
Bahwa aku mencintai dia, dan bersyukur karena Tuhan masih mengijinkan itu. Dan aku akan selalu berjuang atas apa yang sudah aku dan dia mulai supaya selalu ada restu Tuhan disitu.
"Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak" (Yoh 13:7)
sincerely,
Laurentia the Unqualified girl, yet.
Rabu, 14 Maret 2018
SUDAH DAPAT UPAHNYA
Selamat hari rabu yang kalau kata orang dalam inggris itu sadnessday.. Eh wednesday deng maksudnya.
Kembali kita chitchat berasama sharing sesuatu yang mungkin bisa jadi permenungan bersama diwaktu senggang.
Dinamakan Sudah Dapat Upahnya, sesungguhnya mereka sudah mendapatkah upahnya. Bagi sebagian orang pasti tidak asing dengan kalimat tersebut.
Bisa kita netralkan anggap saja sebagai seorang yang mencoba meng karma kan, suatu keadaan tidak menyenangkan yang pernah di alaminya di masa sebelum detik ini.
Owkay, hal tersebut adalah suatu ketidak kerenan di jaman ini. Kenapa? Kita ambil contoh, misalnya ya, suatu perempuan pernah mengagumi seorang lelaki, dan berjalan bersama selama bertahun tahun, namun saat perempun itu memberikan ajakan untuk mengarah yang lebih serius, bahkan sang perempuan sudah menyiapkan diri serta menerima sang lelaki segala kekurangan nya, namun sang lelaki tiba tiba menolak ajakan perempuan itu untuk lebih serius, karena.... Dia dahulu adalah seorang pelacur. (Misalnya contohnya)
Sampai akhirnya dia menyerah dan mundur secara sabar. Okay, dalam hati perempuan itu mencoba kuat. Dan ambil hikmah walau hanya kecil. "Disakiti, namun tidak berfikir untuk melakukan apapun selain menerima keadaan yang ada".
Untuk cut sampai kasus ini, jika memang dia sudah ikhlas dengan hal tersebut, pikir kita, oke Tuhan akan membahagiakan dia endingnya, upahnya akan datang dari atas.
Namun, cerita belum di cut sampai situ ternyata.
Selang beberapa Tahun, perempuan itu akhirnya mendapatkan apa yang dinantikannya, seorang sosok lelaki, merasa bahwa dia takut disakiti kembali atas hal masa lalu nya, dia menceritakan kala mereka sedang belum terikat apapun, sebatas sahabat, namun lelaki itu tidak sedikitpun memandang sebelah mata apa yang ada pada perempuan itu, ya, mereka menjalani pada akhirnya.
Lalu di tengah perjalanan, si perempuan mendapati beberapa fakta tentang lelaki itu. Fakta yang belum di ungkapkan, bahwa memiliki masa lalu jauh lebih kelam, dan masih saja membayangi sang lelaki.
Melihat hal itu, sang perempuan tak bisa menerima masa lalu itu.
Pada akhirnya perempuan memilih mundur dan tidak mau melanjutkan langkah nya. Karna kekelaman itu.
Semua orang, memiliki masa lalu, ada yang susah berlalu, ada yang masih membayangi, tetapi, masalalu tetaplah masalalu, sebesar apapun itu, kita hidup sekarang, jika di angkat menjadi satu vision dalam hubungan, tidak akan dapat di jawaban, karena kita tak tahu, karena tak lagi berada di masa lalu itu.
Sesungguhnya kita harus angkat kaki, pandang kedepan, kadang bayangan masa lalu menghantui, itu tanpa keinginan tanpa maksud, tanpa terbesit dipikiran, menghantui, beda dengan menjadi hantu. Menghantui itu kita pasif, menjadi hantu itu kita ikut serta peran itu.
So, moving on itu bukan kita dengan masa lalu kita aaja, tapi juga tentang dia dan masa lalunya, kelam? Biasa. Kalau engga kelam engga mungkin menghantui, lalau engga kelam engga mungkin akhirnya sama kita disini.
Toh jika ada seorang dari pasangan kalian yang berfikir seperti perempuan itu, kesabaran dia yang ingin dibalas manis oleh sang maha kuasa, mendadak sudah perempuan itu balas sendiri, dan perempuan itu lebih menerima membalas dengan hal setimpal, engga mau lebih. Dan disana, sang sutradara kehidupan merasa sudah tidak punya hutang, diam dan berkata
"sesungguhnya, dia sudah mendapatkan upahnya"
Sincerely,
Laurentia Tricilya Cascarine
Minggu, 11 Maret 2018
APA ADANYA
Selamat malam untuk waktu bagian bekasi, kembali aku ingin sharing sharing pengalaman yang sebenernya engga juga dikatakan pengalaman sih.
Ini tentang ungkapan "terima gue apa adanya"
Hampir setiap pasangan kekasih akan saling mengutarakan hal tersebut, ada yang karna ungkapan tersebut jadi ribut, ada yang karna ungkapan tersebut jadi semakin membuat salut.
Jadi begini, aku akan membahas mengenai, pengungkapan kalimat tersebut itu tidak bisa sembarangan, tidak bisa asal jeplak, dan ada aturannya.
Kata "apa adanya" saya tarik senetral netral nya adalah yang berhubungan dengan awal penciptaan diri kita. Yakan? Yadong?
Ketika kita sudah turun ke dunia baru deh banyak cemaran atau hal baru yang pada akhirnya melahirkan sebuah watak, ada juga karakter. Itu pengaruh lingkungan sih.
Sebagai contoh deh ketika suatu pasangan, sang lelaki mengungkapkan bahwa "ya aku orang nya begini, temprament, ba bi bu be bo, kamu terima aku syukur, engga mau yaudah" itu kalimat maut, ketika kita sudah tidak tahu lagi harus bela diri kaya apa. Karena kita engga pernah ikut kelas bela diri, #jir
Nah kalimat apa adanya itu bukan dari watak, melainkan lebih kearah yang udah dasarnya Tuhan berikan dari awal. Karena pada dasarnya Tuhan MENUNTUT WAJIB semua manusia itu KUDU BANGET menjadi orang baik, so temprament itu bukan untuk di pelihara atau sijadikan bawan lahir kita. No.
Kedua jika mempunyai badan gemuk, awal penciptaan manusia ya, proporsional,yagasih? Yadong. Tidak ada satupun manusia yang ditakdirkan jadi orang gemuk, tidak ada. Manusia itu Tuhan yang ciptain, tapi Manusia Gemuk itu Manusia yang ciptain. Menjadi gemuk itu bukan takdir tapi pilihan, pilihan untuk membiarkan hawa tamak dan rakus menjadi nama tengah mereka.
Simpel, so jika seorang menjadikan gemuk sebagai bawaan takdir, saya akan menggarisbawahi kata No.
Tapi engga sampe disitu, ketika seorang pada akhirnya menerima keadaan diluar takdir yang dipaksakan menjadi takdir oleh manusia itu sendiri, ya bebas. Itu jatuhnya menerima karena kebutuhan, optional.
Tetapi untuk barisan yang tidak mau menerima, cobalah bertanggungjawab atas ucapan kalian, bantulah mereka untuk melepaskan masa masa "memaksa untuk diterima" itu dengan mencoba untuk memotivasi mereka berubah.
Karena jika dibiarkan, bayangkan, jika dia tetap temprament, kalian yang hanya lihat sebagian temprament nya saja sudah tidak mau menerima, gimana Tuhan yang bisa lihat semua akibat dari ke tempramental an kalian itu?
Atau jika membiarkan orang untuk tetap hidup dalam ke tamakan? Kamu membiarkan mereka mati perlahan.
So, menerima apa adanya itu tidak bisa asal di utarakan, namun harus dilihat pada diri sendiri, jika "sesuatu" itu selalu menjadi masalah dalam hubungan kalian, terlebih pada akhirnya selalu terungkap kalimat maut "gue ya gini, terima syukur, gaterima yaudah". Kalau itu selalu jadi masalah dan berujung perpisahan, berarti harusnya sadar, itu hal paling egois.
Sincerely,
Wanita berkulit sawo mateng.
Terima syukur, gaterima yaudah.
Jumat, 15 Desember 2017
MIMPI 7
Adalah pemandangan alam bawah sadar kita, bisa tentang sesuatu yang terlalu kita pikirkan, sedang dipikirkan, atau bahkan hampir tak pernah terpikirkan,
Mimpi bisa hadir dalam berrrrrbagai macam cerita, suasana, bahkan tempat.
Aku ingin melanjutkan perjalana. Mimpi mimpi yang sudah aku lalui, pasti blogger paham ketika aku menulis dengan judul mimpi berarti aku sedang memimpikan itu.
Itu adalah bagian dari hidup aku yang udah jauhhhh di pisahkan bahkan sejak hampir 8 tahun lamanya.
Tak di pungkiri memang aku sangat merindukan itu, hanya untuk melihatnya saja aku tidak ada kesempatan, bahkan akupun tidak tahu apakah itu masih hidup ataupun sudah melanjutkan ke step kehidupan setelahnya.
Dalam mimpi ku, suasana yang ada disana benar benar tak pernah aku datangi, namun rasanya tidak asing, lalu aku ternyata ada pertandingan voli dan jaraknya memang terbilang jauh dari rumahku itu, waktu itu aku posisi sudah menjadi diriku yang sekarang, berpenampilan setidaknya lebihrapih dengan polesan wajah tipis yang nyaman di gunakan untuk harian.
Saat itu aku berangkat ke arah yang memuncak dimana tempat tanding voli di adakan di puncak bukit itu, setelah sampai sungguh ramah ku lihat orang orang dan banyak juga teman gereja ku dan teman rumahku, pada saat itu diriku tergabung dalam tim voli putri gereja mikael.
Saat aku sedang tiduran di bangku menunggu waktu giliran dengan cuaca yang mulai mendung, aku melihat ke arah kanan dan ku melihat sosok yang tidak asing
Tidak lain tidak bukan, dialah itu.
Namun posisinya membelakangi aku, aku kenal betul rupa nya dari belakang, dan dimana sekitar nya ada teman geng SMP nya dulu yang tak asing bagiku.
Aku langsung memegang wajah ku yang mulai kucel karena ketidak siapan batin untuk bertemu dengannya dalam keadaan super kucel seperti ini, lalu aku langsung bangun dan menghadap ke tembok seperti tidak ingin menemui itu bahkan melihatpun tak sanggup, aku hanya memandang tembok yang mengkilat itu dan aku bisa melihat itu mendekat kearahku dan mengatakan sesuatu namun aku tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan itu, ya Tuhan bahkan untuk balik badan aja aku engga sanggup, bahkan Engkau pun belum juga mengijinkan aku untuk melihat wajahnya meskipun hanya dalam mimpi.
Tak kuasa pun menahan, akhirnya aku menghela nafas. Itu pun berbalik dan pergi bersama temannya kembali.
Aku pun tahu jadwal pertandingan masih sekitar 3 jam lagi.
Aku berniat untuk pulang dahulu dan ingin membersihkan diri supaya terlihat lebih rapih.
Sesampainya dirumah, aku mulai mandi dan bersiap dengan segala yang ada dan waktu yang singkat dan kesempatan yang datang hanya hari ini, hanya untuk bertemu dengan itu.
Setelah selesai bersiap siap seketika...hujan yang lebat minta ampun menghujani rumah ini.. dengan petir yang menyambar dan cukup menyeramkan.
Aku hanya berharap agar hujan tak turun terlalu lama.
Setelah 2 jam menunggu, hujan pun reda, dan aku langsung meluncur menuju tempat pertandingan voli.
Setelh sampai, aku melihat bahwa tim ku sedang tanding dan aku langsung datang untuk segera melengkapi namun aku sudah tak lagi melihat itu disekitar lapangan.
Dan sekali lagi, Tuhan belum juga mengijinkan aku untuk menemui itu, atau Tuhan menunggu orang lain untuk membantuku menemui itu.
Akupun bangun dari tidurku,
Sincerely,
Laurentia Tricilya Cascarine


