Rabu, 14 Maret 2018
SUDAH DAPAT UPAHNYA
Selamat hari rabu yang kalau kata orang dalam inggris itu sadnessday.. Eh wednesday deng maksudnya.
Kembali kita chitchat berasama sharing sesuatu yang mungkin bisa jadi permenungan bersama diwaktu senggang.
Dinamakan Sudah Dapat Upahnya, sesungguhnya mereka sudah mendapatkah upahnya. Bagi sebagian orang pasti tidak asing dengan kalimat tersebut.
Bisa kita netralkan anggap saja sebagai seorang yang mencoba meng karma kan, suatu keadaan tidak menyenangkan yang pernah di alaminya di masa sebelum detik ini.
Owkay, hal tersebut adalah suatu ketidak kerenan di jaman ini. Kenapa? Kita ambil contoh, misalnya ya, suatu perempuan pernah mengagumi seorang lelaki, dan berjalan bersama selama bertahun tahun, namun saat perempun itu memberikan ajakan untuk mengarah yang lebih serius, bahkan sang perempuan sudah menyiapkan diri serta menerima sang lelaki segala kekurangan nya, namun sang lelaki tiba tiba menolak ajakan perempuan itu untuk lebih serius, karena.... Dia dahulu adalah seorang pelacur. (Misalnya contohnya)
Sampai akhirnya dia menyerah dan mundur secara sabar. Okay, dalam hati perempuan itu mencoba kuat. Dan ambil hikmah walau hanya kecil. "Disakiti, namun tidak berfikir untuk melakukan apapun selain menerima keadaan yang ada".
Untuk cut sampai kasus ini, jika memang dia sudah ikhlas dengan hal tersebut, pikir kita, oke Tuhan akan membahagiakan dia endingnya, upahnya akan datang dari atas.
Namun, cerita belum di cut sampai situ ternyata.
Selang beberapa Tahun, perempuan itu akhirnya mendapatkan apa yang dinantikannya, seorang sosok lelaki, merasa bahwa dia takut disakiti kembali atas hal masa lalu nya, dia menceritakan kala mereka sedang belum terikat apapun, sebatas sahabat, namun lelaki itu tidak sedikitpun memandang sebelah mata apa yang ada pada perempuan itu, ya, mereka menjalani pada akhirnya.
Lalu di tengah perjalanan, si perempuan mendapati beberapa fakta tentang lelaki itu. Fakta yang belum di ungkapkan, bahwa memiliki masa lalu jauh lebih kelam, dan masih saja membayangi sang lelaki.
Melihat hal itu, sang perempuan tak bisa menerima masa lalu itu.
Pada akhirnya perempuan memilih mundur dan tidak mau melanjutkan langkah nya. Karna kekelaman itu.
Semua orang, memiliki masa lalu, ada yang susah berlalu, ada yang masih membayangi, tetapi, masalalu tetaplah masalalu, sebesar apapun itu, kita hidup sekarang, jika di angkat menjadi satu vision dalam hubungan, tidak akan dapat di jawaban, karena kita tak tahu, karena tak lagi berada di masa lalu itu.
Sesungguhnya kita harus angkat kaki, pandang kedepan, kadang bayangan masa lalu menghantui, itu tanpa keinginan tanpa maksud, tanpa terbesit dipikiran, menghantui, beda dengan menjadi hantu. Menghantui itu kita pasif, menjadi hantu itu kita ikut serta peran itu.
So, moving on itu bukan kita dengan masa lalu kita aaja, tapi juga tentang dia dan masa lalunya, kelam? Biasa. Kalau engga kelam engga mungkin menghantui, lalau engga kelam engga mungkin akhirnya sama kita disini.
Toh jika ada seorang dari pasangan kalian yang berfikir seperti perempuan itu, kesabaran dia yang ingin dibalas manis oleh sang maha kuasa, mendadak sudah perempuan itu balas sendiri, dan perempuan itu lebih menerima membalas dengan hal setimpal, engga mau lebih. Dan disana, sang sutradara kehidupan merasa sudah tidak punya hutang, diam dan berkata
"sesungguhnya, dia sudah mendapatkan upahnya"
Sincerely,
Laurentia Tricilya Cascarine
Minggu, 11 Maret 2018
APA ADANYA
Selamat malam untuk waktu bagian bekasi, kembali aku ingin sharing sharing pengalaman yang sebenernya engga juga dikatakan pengalaman sih.
Ini tentang ungkapan "terima gue apa adanya"
Hampir setiap pasangan kekasih akan saling mengutarakan hal tersebut, ada yang karna ungkapan tersebut jadi ribut, ada yang karna ungkapan tersebut jadi semakin membuat salut.
Jadi begini, aku akan membahas mengenai, pengungkapan kalimat tersebut itu tidak bisa sembarangan, tidak bisa asal jeplak, dan ada aturannya.
Kata "apa adanya" saya tarik senetral netral nya adalah yang berhubungan dengan awal penciptaan diri kita. Yakan? Yadong?
Ketika kita sudah turun ke dunia baru deh banyak cemaran atau hal baru yang pada akhirnya melahirkan sebuah watak, ada juga karakter. Itu pengaruh lingkungan sih.
Sebagai contoh deh ketika suatu pasangan, sang lelaki mengungkapkan bahwa "ya aku orang nya begini, temprament, ba bi bu be bo, kamu terima aku syukur, engga mau yaudah" itu kalimat maut, ketika kita sudah tidak tahu lagi harus bela diri kaya apa. Karena kita engga pernah ikut kelas bela diri, #jir
Nah kalimat apa adanya itu bukan dari watak, melainkan lebih kearah yang udah dasarnya Tuhan berikan dari awal. Karena pada dasarnya Tuhan MENUNTUT WAJIB semua manusia itu KUDU BANGET menjadi orang baik, so temprament itu bukan untuk di pelihara atau sijadikan bawan lahir kita. No.
Kedua jika mempunyai badan gemuk, awal penciptaan manusia ya, proporsional,yagasih? Yadong. Tidak ada satupun manusia yang ditakdirkan jadi orang gemuk, tidak ada. Manusia itu Tuhan yang ciptain, tapi Manusia Gemuk itu Manusia yang ciptain. Menjadi gemuk itu bukan takdir tapi pilihan, pilihan untuk membiarkan hawa tamak dan rakus menjadi nama tengah mereka.
Simpel, so jika seorang menjadikan gemuk sebagai bawaan takdir, saya akan menggarisbawahi kata No.
Tapi engga sampe disitu, ketika seorang pada akhirnya menerima keadaan diluar takdir yang dipaksakan menjadi takdir oleh manusia itu sendiri, ya bebas. Itu jatuhnya menerima karena kebutuhan, optional.
Tetapi untuk barisan yang tidak mau menerima, cobalah bertanggungjawab atas ucapan kalian, bantulah mereka untuk melepaskan masa masa "memaksa untuk diterima" itu dengan mencoba untuk memotivasi mereka berubah.
Karena jika dibiarkan, bayangkan, jika dia tetap temprament, kalian yang hanya lihat sebagian temprament nya saja sudah tidak mau menerima, gimana Tuhan yang bisa lihat semua akibat dari ke tempramental an kalian itu?
Atau jika membiarkan orang untuk tetap hidup dalam ke tamakan? Kamu membiarkan mereka mati perlahan.
So, menerima apa adanya itu tidak bisa asal di utarakan, namun harus dilihat pada diri sendiri, jika "sesuatu" itu selalu menjadi masalah dalam hubungan kalian, terlebih pada akhirnya selalu terungkap kalimat maut "gue ya gini, terima syukur, gaterima yaudah". Kalau itu selalu jadi masalah dan berujung perpisahan, berarti harusnya sadar, itu hal paling egois.
Sincerely,
Wanita berkulit sawo mateng.
Terima syukur, gaterima yaudah.
Jumat, 15 Desember 2017
MIMPI 7
Adalah pemandangan alam bawah sadar kita, bisa tentang sesuatu yang terlalu kita pikirkan, sedang dipikirkan, atau bahkan hampir tak pernah terpikirkan,
Mimpi bisa hadir dalam berrrrrbagai macam cerita, suasana, bahkan tempat.
Aku ingin melanjutkan perjalana. Mimpi mimpi yang sudah aku lalui, pasti blogger paham ketika aku menulis dengan judul mimpi berarti aku sedang memimpikan itu.
Itu adalah bagian dari hidup aku yang udah jauhhhh di pisahkan bahkan sejak hampir 8 tahun lamanya.
Tak di pungkiri memang aku sangat merindukan itu, hanya untuk melihatnya saja aku tidak ada kesempatan, bahkan akupun tidak tahu apakah itu masih hidup ataupun sudah melanjutkan ke step kehidupan setelahnya.
Dalam mimpi ku, suasana yang ada disana benar benar tak pernah aku datangi, namun rasanya tidak asing, lalu aku ternyata ada pertandingan voli dan jaraknya memang terbilang jauh dari rumahku itu, waktu itu aku posisi sudah menjadi diriku yang sekarang, berpenampilan setidaknya lebihrapih dengan polesan wajah tipis yang nyaman di gunakan untuk harian.
Saat itu aku berangkat ke arah yang memuncak dimana tempat tanding voli di adakan di puncak bukit itu, setelah sampai sungguh ramah ku lihat orang orang dan banyak juga teman gereja ku dan teman rumahku, pada saat itu diriku tergabung dalam tim voli putri gereja mikael.
Saat aku sedang tiduran di bangku menunggu waktu giliran dengan cuaca yang mulai mendung, aku melihat ke arah kanan dan ku melihat sosok yang tidak asing
Tidak lain tidak bukan, dialah itu.
Namun posisinya membelakangi aku, aku kenal betul rupa nya dari belakang, dan dimana sekitar nya ada teman geng SMP nya dulu yang tak asing bagiku.
Aku langsung memegang wajah ku yang mulai kucel karena ketidak siapan batin untuk bertemu dengannya dalam keadaan super kucel seperti ini, lalu aku langsung bangun dan menghadap ke tembok seperti tidak ingin menemui itu bahkan melihatpun tak sanggup, aku hanya memandang tembok yang mengkilat itu dan aku bisa melihat itu mendekat kearahku dan mengatakan sesuatu namun aku tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan itu, ya Tuhan bahkan untuk balik badan aja aku engga sanggup, bahkan Engkau pun belum juga mengijinkan aku untuk melihat wajahnya meskipun hanya dalam mimpi.
Tak kuasa pun menahan, akhirnya aku menghela nafas. Itu pun berbalik dan pergi bersama temannya kembali.
Aku pun tahu jadwal pertandingan masih sekitar 3 jam lagi.
Aku berniat untuk pulang dahulu dan ingin membersihkan diri supaya terlihat lebih rapih.
Sesampainya dirumah, aku mulai mandi dan bersiap dengan segala yang ada dan waktu yang singkat dan kesempatan yang datang hanya hari ini, hanya untuk bertemu dengan itu.
Setelah selesai bersiap siap seketika...hujan yang lebat minta ampun menghujani rumah ini.. dengan petir yang menyambar dan cukup menyeramkan.
Aku hanya berharap agar hujan tak turun terlalu lama.
Setelah 2 jam menunggu, hujan pun reda, dan aku langsung meluncur menuju tempat pertandingan voli.
Setelh sampai, aku melihat bahwa tim ku sedang tanding dan aku langsung datang untuk segera melengkapi namun aku sudah tak lagi melihat itu disekitar lapangan.
Dan sekali lagi, Tuhan belum juga mengijinkan aku untuk menemui itu, atau Tuhan menunggu orang lain untuk membantuku menemui itu.
Akupun bangun dari tidurku,
Sincerely,
Laurentia Tricilya Cascarine
Rabu, 15 November 2017
LIFE CHANGED, PEOPLE NOT.
Terakhir ku ketahui menulis untuk sesuatu yang amat ku syukuri atas berhasilnya aku melalui tahap sidang Tugas Akhir.
Kali ini seperti awal fungsi blog pada akhir nya over and over again kembali lagi ke 0, yaitu untuk memendam cerita melow ku aja.
Ya, kehidupan selalu berubah ubah setiap detiknya, tak berarti bahwa manusia juga berubah.
Dikala kita sudah upgrade ke tahap kehidupan selanjutnya, masa transisi adalah masa yang penuh gejolak emosi yang begitu se begitu gitu berombaknya.
Kadang merasakan bahagia karena layaknya anak bayi yang akhirnya sudah dapat merangkak, tapi kedepannya harus menghadapi rintangan seperti menaiki sebuah tangga.
Aku sedang sepenat penatnya, dan seberubah ubah nya. Dari aku yang di kuliah hanya datang, belajar, pulang, ngumpulin nilai, nilai yang masih bisa di negosiasi jika tidak mencapai target, yang masih bisa santai jika membuat kesalahan. Lho benar dong, intinya kuliah itu belajar, saat belajar itu saat tepat buat banyak kesalahan dan menjadi kemakluman.
Sekarang, aku sudah masuk ke tahap yang namanya "Benar Sejak Awal". Kehidupan pekerjaan yang dimana setiap individu dari departemenku adalah pemegang ujung tombak uang perusahaan itu akan keluar.
Kehidupan dimana kita di gaji untuk membuang uang perusahaan dengan prosedur "Benar Sejak Awal". Pekerjaan dimana kita harus pada keadaan pura pura happy di depan pelanggan dengan suana hati dalam keadaan seterpuruk apapun tak perduli. Pekerjaan dimana kesalahan individu bukanlah tanggung jawab departemen, melainkan pribadi. Jika saya salah, ya saya yang salah, jika saya lalai ya saya yang lalai, jika saya yang terkena audit ya saya yang salah, jika harus nombok ya saya yang nombok.
Its not that damn easy.
Life changed, always.
Kehidupan itu berubah ubah, emosiku juga berubah setiap waktu.
So please, move on.
Jangan lagi memperlakukan wanita yang emosi nya bergejolak ini seperti hal nya menjinakan emosi laki laki.
Seorang laki laki jika melihat teman laki nya marah, mereka paham, diami selama paling 1 2 hari, baru ajak ngomong dan semua masalah kelar, he moved on.
Tapi tidak seperti perempuan, perempuan tidak dapat ditinggal begitu saja ketika kamu sedang memiliki masalah dengan dirinya.
Seorang laki laki tak patut menangis lebih dalam didepan perempuannya ketika peremuannya sedang marah, perempuan tak pernah bisa se lebih marah itu, ujung nya menangis, namun melihat lelakinya menangis, yeah haruskah berperan seperti lebih lelaki lagi?
Yeah, lelaki harus lebih tegas, seharusnya.
Tak berart bila lelaki hanya berlari menjauhi masalah atau membiarkan masalah itu mereda dan berakhir dengan sendirinya.
Seolah perempuannya paling mengerti segalanya.
Okey, its fine.
Fyi, bukan masalah saja yang berakhir, Tapi hubungan pun juga bisa berakhir.
Karna apa? Karna lagi lagi seorang wanita temprament ini dibiarkan untuk jadi pioneer untuk menegaskan jalan dalam meja catur.
Selalu saja,
Harusnya aku yang diam,
Harusnya aku yang masa bodo,
Harurnya aku yang menangis,
Harusnya aku yang diajar.
Harusnya aku yang dikhawatirkan.
Harusnya, aku diperlakukan seperti wanita, sekali lagi.
Sincerely,
Laurentia Tricilya Cascarine
Minggu, 06 Agustus 2017
KEKUATAN BERKAT
Kisah sebuah tahapan perjalanan seorang wanita yang penuh dengan kuasa mecin.
Aku punya pengalaman super hebat dari kata berkat. (=Blessed).
Berkat itu tidak bisa kita ukur, seberapa besar kita diberkati pokok nya kalau kita Percaya kita yakin pasti maha pecah berkat Nya atas kita. Saat ini si wanita mecin sedang mengalami berkat se nyata itu. Se keren itu. Se maha diluar akal manusia itu.
Jadi waktu itu aku akan mengadakan serangkaian anggap saja jalan salib (baca Tugas akhir), nah dalam kuk kali ini adalah aku tuh engga paham lagi gitu kenapaaaa tugas akhir ku problem mya maha dahsyat. Dimulai dari selama magang, aku ditinggal sebulan oleh pembimbingku yang benar benar lost contact, aku kerja sendiri, cari inspirasi sendiri, genba sendiri, sampe ke wc sendiri, huft...
Lalu step pikulan kedua ada ketika aku mendapati bahwa mesin rancanganku baru di po bulan mei, and you know ketika saat itupun aku cek prodi sebelah udah ada yang sidang. Whaaaaaaaaattttt seakan tenggorokan ini kaya abis nelen sendal swallow, maha mengejutkan.
Aku engga tahu lagi dikabari bahwa kalau po mei itu mesin baru buy off september. Hei nang? Hatop lah hatop kek mana pula. Batas sidang aja agustus.
Kegelisahan meliputi seluruh tubuh hingga bulu bulu yang tumbuh disekitarnya. Aku g.a.l.a.u
All that i can do ya saat itu (bulan april) hanya berdoa dan berdoa. Engga tahu lagi mau lakuin apa. Minta temen temen doain ta ku, doain proses. Udah berserah minta bunda segala bangsa mendoakan TA, nangis nangis mikirin print banyak tapi printer kampus batuk batuk, sempet despret tapi seakan setiap liat ke kamar mama selalu bisa menjadi motivasi utama. Dan si Mas yang udah berkali kena bentak, kena rewelan aku.
Teringat keadaan financial yang sedang bergejolak di bawah atap merpati ini, yang dia akhirnya meminjamkan untuk membelikan laptop, Yang sampe rok dibeliin, sepatu dibeliin, nemenin beli jas, saking bener bener uang buat itusemua sudah habis untuk transportasi, sampe di komen mama suatu malam "kamu yang sidang sidang, dia yang kena repot nya"
Jujur aku berterima kasih selalu support nya tuh engga padam.
Yang pada akhirnya saat ingin prasidang hal yang aku yakini itu pasti tes paling besar yang akan terjadi, mesin.aku.belum.jadi
Akhirnya semuaaaaaaa ulang dari awal aku ganti judul bukan pembuatan hanya perancangan, memang, Tuhan jelas ingin aku tetap jadi diriku, aku hanya merancang, jadikanlah judul mu dan TA mu hanya untuk sebatas merancang, jangan akuakui.
Oke Tuhan aku masih kuat.
Sampai revisi itu mungkin dihitung kertas terbuang akibat revisi sampai menyentuh 2 rim. Gimana printer gabatuk?
Sesudah semua hal itu terjadi, prasidang pun tiba. Puji Tuhan only by His Grace. Aku hanya persiapin sebisa ku, sisanya aku berdoa dan berdoaaaa saja.
Aku, lulus prasidang. What? Im so happy.
Dan komentar teman tuh presentasi TA ku sama sekali gajelas dan engga ngena, kenapa para juri bisa paham paham saja, yes, its called "im blessed"
Cara kerja Tuhan itu diluar logika manusia. Ya, kalau Tuhan masuk logika manusia, Tuhan berarti tidak lebih besar dari manusia.
Kejadian berlanjut terus hingga sidang tiba dan aku sempat menjadi kegalauan akut, karena biasanya sidang di pt itu saling nunggu, tetapi keadaan nya sudah tidak bisa menunggu waktu terus berjalan, jam selalu berdetak, dunia selalu berputar, dan matahari akan terbit lalu terbenam kembali.
Aku harus maju.
Aku mohon doa dariteman teman untuk TA ku dan sambil tak henti henti nya berdoa dan berdoa untuk kelancaran hari dan kesehatan semuanya.
Hari H sidang TA, perlahan Tuhan bekerja dengan caraNya, pak bagio tetiba bisa mengantar menggunakan mobil. Sungguh aneh dan maha dahsyat karena sehari sebelumnya merencanaan menggunalan taksi online pp, memang uang di reimburse namun perihal memang aku sudah tidak punya duit sama sekali, timbul kekhawatiran. Namun Tuhan tuh demen bet ngetes, saat sejenak khawatir ku akan ongkos taksi online pp sunter-cibitung teritung (IDR 250rb), kaya udah pasrah, yaudah deh Tuhan terserah lu aja, Aku ngikut.
Esoknya bener, pak bagio respon bisa anter, jadi gapake taksi online.
Hanya saja, rencana temen yang ikut gajadi semua deh karna tahunya naik taksi online. Kalau untuk hal satu ini aku masih belum mengerti kenapa Tuhan bikin "anak selain magang kayaba" gaboleh ikut. Dunno.
Sesudah itu semuaaaa berjalan. Aku diantar si Mas dan dia cuti demi semua ini. Aku gatau lagi Tuhan asli kalau engga ada dia aku itu urus semuaaaaaa nya sendiri, cari snack, cari nasi, siapin ruangan, siapin surat, manggilin, aware in semua semua sendiri, senang......... Sendiri juga. Itu pasti akan woooohh gakebayang semrawutnya kaya apa ya Tuhan kalau bukan campur tangan Tuhan mah udah give up aku.
Singkat cerita aku lulus dengan nilai yang maha diluar logika manusia ber akal. Still selesai sidang pun audience engga paham paham juga tentang ppt ku, tapi ke 5 penguji paham betul. Aneh kah? Engga, itu kuasa Tuhan.
Ya... Mungkin kalau andaikan semua temen aku menyaksikan kesimpel an sidangku seakan aneh rasanya mendapat nilai yang hanya Tuhan yang tahu "adil tidak nya"
Akhirnya aku sudah menjadi calon wisudawati polman astra mekatronika 14
Dan engga adalagi yang bisa aku lakukan selain sujud syukur banget ke Tuhan cuma karna Dia doang aku bisa seperti ini.
Intinya, kalau ada masalah tetap teguh aja, lakukan bagian mu, sisanya biar Tuhan yang repot nyusun rencana buat kamu.
"oh iya, tetep bersyukur ren sama semua ini. apapun nanti yang didepan terjadi, kita belajar bersyukur aja dan percayain semua ke Tuhan. biar Tuhan aja yang pusing . hehehehhe" - LMG
Senin, 05 Juni 2017
TIPIKAL
Ada dua tipikal orang dalam hal menunjukan rasa sayang nya kepada pasangannya.
Ada tipikal menyayangi
Ada tipikal memahami
Tipikal menyayangi itu akan cenderung menunjukan rasa sayangnya dengan cara pandang dia bagaimana menyayangi seseorang atau pasangannya.
Ingat, dengn cara pandang dia (him/her self) bagaimana menyayangi seseorang.
Tipikal memahami itu akan cenderung melihat dan mengidentifikasi apa yang di suka dan bagaimana cara pandang sayang menurut sang pasangan.
Jadi, yang kedua ini akan menunjukan sayangnya kepada sang pasangan dengan cara sayang sang pasangan.
Oke aku lebih milih menunjukan rasa sayangku dengan memahami daripada sekedar menyayangi.
Ingat engga dengan episode spongebob yang mr.Krab mau ajak Mrs.puff keluar untuk dating sampe nyuruh spongebob beli ini itu hingga banjir hadiah namun mrs.puff bilang apa "aku tidak membutuhkan semua ini" dan pada akhirnya mrs.puff dating dengn tidak memakai satupun hadiah dari mr.Krab.
Ironi? Ya.
Menunjukan rasa sayang itu enggabisa men dengan cara pandang dirikita yang menurut kita "ini cara terbaik menurut gua untuk nunjukin kalau gua sayang sama dia"
Engga bisa. Kamu harus memahami dia bro.
Intinya kalu sampai detik ini masih saja menunjukan dengan cara modal menyayangi, ku kasih contoh...
Kalian itu hanya akan seperti seorang Ayah yang rela engga pulang demi mencari nafkah dengan batin itu menunjukan rasa sayang nua agar dapat membahagiakan anak nya selalu.... Padhal sang anak sama sekali tidak merasakan bahwa ayahnya menyayangi dia... failed!
Atau bagai seorang ibu yang memaksa anaknya masuk kedokteran dengan batin menyayangi masa depan anaknya, padahal sang anak tak merasakan bahwa ibu nya menyayangi dia dengan memberikan gap yang begitu tebal antara dirinya berada dengan cita citanya dimasa depan.
Ya....
Sesekali coba difikirkan ketika kamu ingin menunjukan rasa sayangmu kepada mereka,
apakah...benar...seperti...itu...caranya?
Peaceful,
Laurentia Tricilya Cascarine
Jumat, 02 Juni 2017
FOR THE MOST BEAUTIFUL
Pernah kah kalian bertanya tanya kenapa ya semakin hari semakin semakin bergejolak amat goncangan dunia ini.
Dari mulai ketidak adilan,
Banyak nya manusia yang makin mudah berkompromi,
Intinya kehidupan ini adalah memiliki jiwa kemanusiaan. Hanya itu aja
Jika semua individu memiliki jiwa kemanusiaan. Kelar, Done! Semua pertikaian terpecahkan. Engga akan ada lagi.
Tapi makin banyak manusia, rasa kemanusiaan semakin berkurang. Terhitung ternyata banyak bayi yang lahir dari adukan manusia yang sedang tidak memiliki kemanusiaan, maybe? Adukan?
Ya begitulah. Sehingga tak jarang dari mereka yang kekurangan kasih sayang sehingga mereka mencari cari apa makna kemanusiaan disamping tulang tulang yang masih lunak dan butuh di jemur setiap pagi.
Ironi.
Melihat keadaan ketika akhir jaman semakin mendekat, semakin kesaring manusia manusianya.
Ternyta perbedaan terbesar bukan dari agamanya, tapi dari kemanusian nya.
Islam kristen sama sama punya belas kasihan, islam tidak berkemanusiaan dengan kristen menghasilkan kebencian akan kepercayaan yang gamasuk akal, Tuhan lahir, Tuhan mati, Tuhan domba dsb.
Sedng islam dengan kristen tidak berkemanusiaan menghasilkan intimidasi kepada tata cara kepercayaan yang nyembh batu, Allahnya tak pernah ngomong keNabi nya dsb.
Okay, itulah hasilnya.
Tapi kalau masing masing mempunyai kemanusiaan, menghasilkan persamaan, persamaan yang sama sama saling menghormati dan hidup dalm damai.
Karna apa ya aku percaya sama Tuhan, bukan SEKEDAR yang triak nyebut Yesus dalam gereja atau Allah dalam masjid yang akan selamat.
Tapi hanya karna belas ksih Tuhan, dan belas kasih Tuhan terasa ketika kita mau berbelas kasih.
Kita berbelas kasih, karna Tuhan sudah berbelas kasih kepada kita sampai detik ini.
Engga percaya?
Nih, kalau Tuhan engga berbelas kasih, dibayangkan esok kamu bangun dengan oksigen yang sudah tidak ada, atau matahari yang tak kunjung terbit.
Belas.kasih.
Sejujurnya ini hal yang bikin aku galau dan nangis. Nih lagu...
Kau yang terindah didalam hidup ini..
Tiada Allah Tuhan yang seperti Engkau..
Besar perkasa penuh kemuliaan..
Kau yang termanis didalam hidup ini..
Ku cinta Kau lebih dari segalanya..
Besar kasih setiaMu kepadaKu..
Ku sembah Kau ya Allahku..
Ku tinggikan namaMu selalu..
Tiada lutut tak bertelut menyembah Yesus Tuhan Rajaku..
Ku sembah Kau ya Allahku..
Ku tinggikan namaMu selalu..
SEMUA LIDAH kan mengaku, Engkaulah Yesus Tuhan Rajaku..

