Rabu, 11 November 2015

AKU, KAU, DAN KITA

Sungguh sangat berbeda berada dalam situasi seperti ini. Rasanya... senyum ini tidak akan hilang lagi. 

Dan aku baru merasakan semuanya, benar adanya aku sudah mulai belajar menjadi lebih dewasa. Dia sudah merangkai hubungan sampai 8 bulan kemarin ini dengan sungguh amat baik.

Aku, kau, dan kita. Sekarang memang engga ada "kita" yang adalah 1. Tapi kita sekarang adalah 2. 2 yang berhimpitan. Bukan dengan rasa cinta, tetapi dengan rasa sayang.. sebagai sahabat.

Yap. Aku baru 1x ini merasakan dan rasanya mempersahabatkan seorang yang sudah berlalu, dahulu aku mati matian menolak, Menepis kenyataan, Dan seakan aku terlalu awam gitu, membenci seorang mantan. Tapi itu tidak merubah suasana hatiku menjadi lega, tidak sama sekali.

Tidak, lauren sudah berubah sekarang dan aku sungguh nyaman dengan keadaan ku yang sekarang ini. Keputusan yang kita tetapkan bersama, perpisahan yang memang sakit minta ampun namun kita sama sama mengerti keadaan yang ada. Membuatku tahu, bahwa tidak boleh aku selalu menghakimi seseorang dengan kata "tidak", tanpa mempertimbangkan sama sekali dan tidak terpikirkan untuk di ungkit kembali. Sampai, aku tak tahu bahkan wajah mereka semua yang sudah berlalu itu seperti apa, masih hidup apa engga? *eh

Nah, aku berfikir, bahwa masih banyak hal yang pengen kita wujudin sama sama. Dan aku masih mempunyai janji kepadanya dan aku pasti akan tepati kelak.
Dan salahkah bila aku menganggap dia sebagai sahabatku.
Dan dia akan selalu menjadi sahabatku. Rasa ini...... benar benar meningkatkan kebahagiaan ku. Walau aku sudah bukan menjadi prioritas utamanya, namun ketika dia butuh sesuatu aku siap berada di "saat" itu, dan itu tidak akan melanggar keputusan yang ada, melewati batas atau aku tidak akan menghalangi dia untuk move on.

Memang, tidak akan ada yang tahu ending nya seperti apa, Tetapi yang ku tahu, hubungan ku dengan dia tidak akan pernah aku sia sia kan. Meskipun sekarang kami hanya sebagai sahabat.
I hate you :)

Minggu, 08 November 2015

TO NOISE TO MAKE IT SILENT

Sampai hari ini, aku seperti di tuntun untuk segera berjalan kedepan tak lagi terus meringkup disini, aku tahu Tuhan sedang berusaha membujuk ku untuk mengemasi barangku dan melanjutkan petualangan ini.

Dan selayaknya ayah yang seperti hero. Tuhan perlahan menghapus semua kesedihanku. Dimulai dengan rasa rindu yang akut ini membuatku harus melenyapkan segala media sosial yang dapat menghubungkan aku dengan dirinya karna ku yakin aku tidak akan rela untuk melihat langkahnya tak lagi bersama ku, menumbuhkan rasa egoisku dan rasa cemburu ini, yang tak ada lagi "kita" dalam setiap langkahnya kembali. Membuatku harus menghapus semua yang dapat menambah kenangan yang terlalu indah itu. Sampai pada suatu malam aku pulang dan dikabarkan.
"Cing, data lu di laptop gua ilang semua nih, laptop gua baru di install ulang" mendengar kaka mengatakan itu, rasanya aku ingin teriak karna menyayangkan semua dataku, tapi entah kenapa saat itu aku tak bisa berkata apa apa. Seperti berfikir yang terjadi terjadilah, mau apa? Kaya gitu, aneh.

Masih ada pula suatu data yang memang tak ku pikirkan bisa menimbulkan suatu kesedihan, Tuhan lagi lagi bertindak, memory hp ku tak terbaca, dan tak bisa terbaca sama sekali. Seketika ku repair and repair karna "sayang" akan data itu, tak ada hasil, ku membuka gallery dan kosong fotoku dengan dia lenyap begitu saja, ku buka WA dan semua chat history tak dapat di input dari memory, membuat chatku dengan dia pun lenyap sudah.
Itu kejadian pertama.

Hari ini terjadi sebuah percakapan antar aku dengan dirinya yang sangat tidak baik. Aku pun sendiri tidak menyukainya.

Dimulai saat aku harus meluapkan semua yang mengganjal disini (hati) yang tak tahu lagi aku tidak mungkin menceritakan ke orang lain dan akhirnya aku langsung menembak dirinya.
Semuanya aku ungkapkan dengan blak blak an. Semua rasa amarahku semua rasa yang masih tertinggal yang sejujurnya ingin ku hapuskan namun......

Memang saat aku meluapkan semua itu, percakapan kami semakin dan semakin buruk. Seperti layaknya manusia, tak ada satupun yang mau mengalah, tapi seperti biasa hebatnya pada akhirnya dia menyelesaikan perdebatan dengan kata maaf dan membiarkan ku merenung sejenak dengan tak lagi membalas chatku. Seketika handphone ku mati mendadak, mati begitu saja, reboot.
Dan ketika sudah menyala, tahu kan memory tak terbaca, otomatis chat barusan memang tak masuk memory dan langaung hilang ketika buk WA semua kosonh, membuat ku melihat bahwa dunia memaksaku untuk tak lagi setitikpun melihat kenangan apapun lewat percakapan yang sudah berlalu.

Melanjutkan tugas, sehari ini aku bertugas full 1 hari dan baru selesai jam 9 malam. Aku mulai merasakan adanya, hilang.
Saat break jam 12 siang dan jam 6 sore untuk makan disambi bebrapa snack di jam tertentu saat itu aku merindukan semua yang biasanya ku lakukan saat senggang, mengabarinya, semua hal yang utama dia yang tahu, aku makan apa, apa yang aku kerjakan aku kirim lewat foto, apa yang ku pegang, siapa yang kutemui, apa yang aku alami.
Sesaat semua itu terpikirkan ketika aku tidak sedang melakukan aktifitas seperti pada saat istirahat.

Dan ketika pulang, dijalan aku mulai berfikir, kata kata kasar amat kasar yang sudah aku lontarkan kepadanya lewat percakapan pagi ini. Membuatku seakan merasa....ini bukan kamu ren. Kamu engga seperti itu. Kamu engga boleh serti itu

Memang rasanya lega..sangat lega pada akhirnya aku hanya ingin mengatakan kesalahan yang terjadi belakangan ini. Yang harusnya tidak terjadi, perlakuan dia yang kurang baik itu akhirnya ku tegur pula. Namun teguran dengan cara seperti itu.... aku menyesal.

Sampai ketika sampai rumah tak ada lagi yang ku pikirkan, pukul 9.58 p.m aku membuka pintu rumah dan berlari menyalakan handphone ku lalu menghuhungi dia.... tak ada lagi yang aku pikirkan. Hanya dia.
Apa hanya aku saja wanita bodoh ini yang masih saja memikirkannya. Apa dia juga merasakan hal yang sama? Atau dia sedang memikirkan seorang yang disana?

Aku hanya berharap untuk saat ini dia akan mengangkat panggilanku ini..

Jumat, 06 November 2015

THE ANSWEAR AND I SWEAR

Sebuah jawaban...
Seperti hal nya sebuah jawaban dari sebuah doa.
Tak harus sang Pencipta yang datang dan membisikan, bisa jadi melalui suatu pertanda pertanda atau pun melalui teka teki hidup yang akhirnya terpecahkan.

Ya semenjak hari itu tiba, selalu ku pertanyakan. Selalu ku tepis kehendakNya. Serasa belum menerima. Dan terus menjadi pertanyaan.
Namun, pertanyaan ku selama ini pun terjawab.

Dan membuatku menerima. Dan membuatku membuka mata.
Aku bermimpi belakangan ini, dan aku yakin itu bisa menjadi pertanda, bahwa aku harus mulai waspada. Tetapi sering kali aku menutup telinga dan memejamkan mata.

Tetapi memang benar hanya Engkau lah yang tahu apa yang terbaik untuk ku. Kini tak perlu lagi ku pertanyakan dalam setiap langkah ini "Tuhan, mengapa engkau menjemputnya? Mengapa engkau mengambil nya kembali? Mengapa disaat aku merasakan akhirnya suatu keutuhan yang ada tapi ternyata pergi pula? Mengapa disaat semua sedang berjuang mempertahankan tetapi engkau memutuskan dia untuk melangkah lebih jauh?"

Now, I knew it. Thanks God.
Dan terima kasih karna aku mengetahui hal itu setelah semua ini selesai, sebuah benang yang seakan tipis terikat pada tangan kirinya, ketika tangan kanan nya masih menggenggam tangan ku. Memang belum lama itu terjadi. Tetapo rasanya semua lontaran kata-katanya terdengar sia-sia.

Ketika ia begitu cemas khawatir dan cemburu terhadap kesibukan ku, atau kesingkatan waktu untuknya, atau mungkin tentang banyaknya wajah disekitarku. Tetapi tak ada sedikit pun ia memandang...atau bertanya pada dirinya,"apa aku sudah bercermin?"

Memang aku tidak sempurna, aku harus banyak belajar, orang seperti aku yang over and over again di bodohi, diinjak injak. Seperti kata orang "lu tuh kaya keset, terlalu welcome makanya diinjek injek terus"

Terima kasih Tuhan, aku sudah bisa menjadi berkat bagi kaki kaki yang ingin masuk, walau hanya singgah, atau beristirahat, atau bahkan menetap untuk selamanya.

Dan aku berjanji dengan panggilan hidupku ini. Apapun yang Engkau kehendaki, terjadilah.

Sabtu, 31 Oktober 2015

MERPATI YANG TIDAK AKAN PULANG KEMBALI

Aku tak tahu lagi, akhir oktober ini seharusnya bisa menjadi akhir yang baik di setiap bulannya sedari yang lalu.

17 februari 2015 - 30 oktober 2015.

Hanya bisa mengucapkan terima kasih seribu saja, dan kata maaf yang tak kunjung habisnya.
Sudah lama tak kalian lihat aku mengepost lagi ya?
Sudah selama ini aku diselimuti kesibukan awal tahun ajaran semester 3 ini. Sudah selama ini tak terasa hubungan ini berjalan lewat belakang. Tak ada habis habisnya cara ia untuk berjumpa dengan ku, membohongi dunia hanya untuk membuatku bahagia.

Dan aku bersyukur sampai detik ini tak ada satupun kata kecewa, tidak percaya, berpaling yang melesat di pikiranku ketika aku bersama kamu. Naufal Izzatur Rahman, lelaki yang mungkin kalian lihat biasa saja. Lelaki yang mungkin tak memiliki apa apa, sederhana, dan tidak istimewa, tapi bagi aku hanya dia yang bisa melengkapi kekurangan aku. Menjadi utuh. Menjadi sepasang merpati. Yang setia, berjiwa besar.

Tapi, bagaimana kita kedepannya?

Pertanyaan itulah yang perlahan menghancurkan benang merah ini. Tk ada orang ketiga, tak ada yang perasaan bosan, hilang, atau luntur. Tidak ada.

Semua hal yang tak pernah terpikirkan untuk di kunjungi, tak pernah di bayangkan, tak pernah dipertanyakan, akhirnya datang menghampiri, iya, "perpisahan"

Semua ini hanya karna keyakinan yang berbeda. Yap. Jalan nya berbeda. Pikiran yang beda, ajaran yang beda, semua berbeda, They said.

Tak perlu ada lagi kita. Kamu dan aku sekarang sepasang merpati yang berada di beda sagkar.
Yang tak akan pulang ke rumah lagi.

Sampai jumpa, Naufal.

Just me, LTC.

Kamis, 13 Agustus 2015

SEBAB KAKIKU BELUM SEPERTI PIJAKANMU

Kakiku adalah sebuah kenangan buruk ku. Kenangan yang amat sangat meninggalkan bekas pijakan kaki yang tak akan pernah bisa terhapus.

Kakiku belum kamu ketahui
Sebab kakiku belum pernah kau coba untuk melangkah bersamamu.

Ku bisa mengatakan bahwa kamu melangkahlah jauh dari pijakan kakiku karna apa? Aku sudah pernah merasakan nya.

Kamu mengatakan bahwa kakiku begitu angkuh ketika berdiri sendiri tanpa suatu tubuh daripadamu yang mengarahkannya. Aku yang menolaknya.
Kamu mengatakan bahwa kamu tak terima di hantam keras oleh kakiku.
Bahkan kau tak pernah merasakan apa yang kakiku rasakan, ketika kakiku pernah di tolak oleh badan nya yang seharusnya ia bawa bersama kemana ia melangkah.

Coba saja kamu merasakan. Pasti kau akan mengerti mengapa kakiku memilih untuk pergi begitu saja. Mengapa?

Dahulu kakiku pernah berpijak tanpa restu dari tubuh nya, membuat kakiku harus merelakan rasa sakitnya melepaskan diri dari sebuah tubuh yang tadinya begitu utuh. Dihina, di caci, di maki, di olok. Tetapi aku bisa apa? Kakiku hanyalah kaki dengan apa adanya sebuah kaki. Tak ada hal istimewa dari ini semua. Tetapi aku merasakan begitu sempurna, sempurna yang nista begitu saja.
Bayangkan saja. pikirkan saja. Dan posisikan saat itu kamu berada menjadi kakiku.

Saat kakiku yang ingin melangkah lebih jauh ternyata hampir tak mendapat restu sedikit pun kembali dari tubuhnya, di olok, di caci, di maki kembali.... Apa tak pantas kakiku ketika harus merasakan kembali melangkah tanpa arah dari tubuhnya, apa iya kamu bisa memikirkan apa yang kakiku rasakan?

Apakah ketika kakimu merasakan sakit yang begitu mendalam ketika kamu tak sengaja melukainya lalu kamu akan menyalahkan kakimu yang sebenarnya hanya mendapatkan perintah dari tubuhmu? Apakah masih kamu akan mengatakan hal itu? Masihkah kamu akan menyalahkan kakiku.
"Lebay ah lu...." Dan kamu pun tertawa.

unspoken message

Minggu, 09 Agustus 2015

JAWABAN AKHIR

Hari ini.. Tepat nya tanggal 7 Agustus, kami akhirnya mengikuti Yudisium disitu maksudnya Yudisium itu kami mengambil Kartu Hasil Studi ku untuk tahun pertama ini di polman astra.

Dag dig dug bukan main mengingat tahun pertama dan masih banyaj kekurang jelasan dalam syarat Yudisium ini.
Okey, dan Syukurlah Surat Bebas Tanggungan jam minus, koin dan kunci loker ku sudah lunas dan aku bisa mengambil KHS ku.

Pagi ini aku mengabsen untuk Matrikulasi Camaba Polman Astra 2015 dulu. Sekitar sampai jam 8.lalu kami, MK tingkat 1 dipanggil sang ketua untuk diadakan rapat Makrab diruang Robotik.

Yaudah okay kita semua langsung kumpul selama ternyata kejelasan kapan dan jam berapa Yudisiumnya akan di adakan.
Then, kita rapat makrab dengan keadaan anak MK1 yang belum lengkap, Arief, Ilando dan Dwiyan belum datang. Karna kata Sekretaris Prodi MK, beliau tidak mau melangsungkan Yudisium kalau Mahasiswa MK1 belum lengkap, (kata Febri) oke di gantungin nih kita kapan Yudisium nya.
Pas rapat, kami para MK1 segera mencoba menghubungi Arief, Ilando dan Dwiyan. Dan kabar pertama Dwiyang sakit jadi tidak dapat hadir(waduh boleh Yudisium kah?), lalu Ilando mengabarkan sudah dijalan, nah Arief terakhir mengatakan bahwa ia sedang mandi dan setelah itu ke kampus. Oke aman.

Selama Rapat berlangsung, kami membahas semua ke Fix an yang akan menunjang jalan nya Makrab MK 2015 ini.
Tak lama ilando datang, lalu arief datang.
singkatnya rapat selesai pukul 11:30 dan kami semua bersiap untuk ibadah karna hari ini adalah hari jumat.

Setelah selesai beribadah sekitar pukul 12:45 kami bersiap untuk mengabsen kembali camaba.
Lalu Febri mengabarkan bahwa Yudisium akan dilaksanakan pada pukul 14:00 diruang Robotik.

Oke singkat nya jam 2 itu kami semua kumpul dan yap..kurang Dwiyan namun ternyata tidak masalah.
Setelah itu ternyata teman teman yang belum menyelesaikan Surat Bebas Tanggungan itu, belum dapat menerima Kartu Hasil Studi. waduh....... Tak ada toleransi kah?
Ternyata tidak.

MK 1 yang menerima KHS pada hari ini sekiranya 13 orang, dan sisa nya 16 orang belum bisa karna SBT itu.
Nah waktu itu pula diumumkan beberapa nama anak yang diinfokan kalau KHS semeser 1 ada perubahan nilai PMD.
Aku yang tadinya tertunduk langsung mengangkat kepala ku karna penasaran.
Setelah itu Instruktur dan Sekprod MK menginfokan nama nama yang KHS smt1 nya dirubah. Dan....namaku disebutlah.

Aku langsung deg deg an......
Nilai PMD ku berubah????!!
Muka ku memasang tampang biasa aja, tapi jujur hati aku bener bener gembira luar biasa.
Tak lama aku pun maju mengambil KHS smt2 ini. Puji Tuhan Hallelujah, aku mendapatkan nilai yang baik atas kerja keras ku selama ini di polman. Terima Kasih Tuhan Yesus. My Savior.

Then tak berenti disitu saja kuasa dan kasih sang sutradara hidup, aku melihat nilai dari KHS smt1 yang di akumulasikan, ternyata bener, nilai PMD ku yang tadinya C di smt1 ternyata dirubah jadi B dan benar benar menaikan dengan drastis nilai IP smt1 dan ketika di akumulasikan dengan IP smt2 mempengaruhi IPK tahun pertama sangat luar biasa.
Aku bahagiaaaa sekali.
Aku sadar memang benar benar engga habis habisnya bersyukur, dahulu ketika aku melihat KHS smt1 ku aku merasa kecewa akan nilai pmd ku, dan aku tahu bahwa nilai yang sudah di share instruktur itu aku dapet B. Tetapi kenapa di KHS dapet C? Beberapa yang sudah berpengalaman di polman mengatakan sudah biasa, mungkin saja dari attitude nya karna P4 itu bener bener harus mempunyai kualitas dan disiplin yang baik. Dan aku sadar tak sadar aku sekiranya pernah bertindak kurang baik dan mempengaruhi nilaiku.
Aku sudah punya bukti namun aku lebih baik terima saja dan diam. Mencari hal positif dan turun nya nilai PMD aku dari motivasi orang orang disekitar ku. Tanpa sekali pun meragukan bahwa Tangan Tuhan sedang mempersiapkan karya yang baik untuk hidupku kedepan.

Okey dan ternyata, nilai pmd ku di perbaiki, dan aku sangat bersyukur dengan apa yang terjadi dihidupku. Semua tak hanya sebatas hanya kemampuan manusia saja yang menentukan hasil, tetapi disitu Tuhan yang mengkehendaki... Bagi manusia itu tidak mungkin tetapi bagi Allah, semua itu mungkin. Percayalah

Thanks God.

Minggu, 02 Agustus 2015

H-2

Hai. Its been a long yah engga nongol di blog
Aku pengen cerita pengalaman menyenangkan deh hehe.

Aku menceritakan that day... Pas H-2 tampil Les Misérables. Nah gini nih.
Waktu itu kaka coach, yang bisa kita sapa dengan kaded, merencanakan untuk latihan hari ini itu si Taman Honda, Tebet.
Waktu denger itu sontak aku seneng banget karena taman honda itu menurut aku taman paling bagus lah yang deket deket SMA 54. Dan aku suka banget taman honda bahkan pernah sempet kita pake buat Tugas Bhs.Indonesia gitu yang shooting film pendek.

Nah kaded bilang kita akan kumpul jam 10. Okelah jam 10.
Nah senin itu aku bangun jam 8. Mengingat latihan jam 10 aku haarus sudah berangkat jam 9 deh. Paling telat. Okelah aku berangkat jam 9.
Ternyata prdiksi salah dan aku baru inget, ketika kita sampe kp.melayu kan kalau 54 tinggal jalam lalu sampe. Ini aku ke taman honda, sampe kp.melayu mesti lanjut lagi angkutan. Whaahahaha

Singkat nya aku sampe si taman honda jam setengah 11 lewat. Ya sebagai warga jakarta bisa di maklumi angkutan itu ngetem kaya ngongkrong di sevel nya anak gaul kekinian, betahhhhh banget set dah.

Sampe sana jeng jeng, belum ada seorang pun dan taman honda sepi. Tapi aku nelihat sedikit perubahan dari taman ini. Taman ini berkurang dari aisi kehijauan nya. Hmp, tumbuhan nya sudah tak sehijau dulu pas saya latihan paskib 2 tahun lalu. Tapi masih rindang sungguh.

Aku duduk di daerah seperti....center nya taman itu lha. Nah tak lama kaded dateng. So aku santai aja cuma...adek adek kelas nya belum ada yang dateng ini begimana coba???
Then. Kita duduk berdua di pinggiran center nya taman honda itu. Tak lama. Ada 2 orang berpakaian rapih. Dan mendatangi kami. Tepat nya kaded dulu
Ternyata mereka mau wawancara untuk program Ahok gitu deh. Kaded diminta berkomentar soal taman yang berada di jakarta.

Tagline nya "Saya lapor ke Ahok......(isi komentar).... Saya (sebut nama)" gitu aja.

Eh kirai  cuma kaded ya yang di wawancara, setelah kaded eh aku kena di wawancara breh whaha. Agak malu sih padahal jujur kalau aku depan kamera aku bisa hyper whahah.
Akhirnya aku ngomong komen apa aja tentang taman taman di jakarta. Jujur saja menurut ku taman di jakarta itu masih kurang. Apalagi pemeliharaan nya, jadi memang banyak sudah jadi tapi engga di pelihara. Paling daerah elit doang yang di pemeliharaan nya bagus kaya tamsur, tameng, tamjog...tamhon masih jauh dari hijau. Rimbun, asri tapi tanaman sudah mulai menguning dan rumput sudah mulai tampak tanah tanah nya.

Pokoknya banyak hal aku komen dan kritik. Karna ketimbang duduk di sevel aku lebih milih duduk di taman. Bisa seharian bahkan sampe sore deh. Enak aja (in case kalau taman nya nyaman)

Dan....begitu deh setelah wawancara kami latihan aja seharian sampe jam 6an. Seru banget tempat ini.

What Is On Your Mind? by Laurentia Tricilya Cascarine. Diberdayakan oleh Blogger.