Minggu, 02 Agustus 2015
H-2
Hai. Its been a long yah engga nongol di blog
Aku pengen cerita pengalaman menyenangkan deh hehe.
Aku menceritakan that day... Pas H-2 tampil Les Misérables. Nah gini nih.
Waktu itu kaka coach, yang bisa kita sapa dengan kaded, merencanakan untuk latihan hari ini itu si Taman Honda, Tebet.
Waktu denger itu sontak aku seneng banget karena taman honda itu menurut aku taman paling bagus lah yang deket deket SMA 54. Dan aku suka banget taman honda bahkan pernah sempet kita pake buat Tugas Bhs.Indonesia gitu yang shooting film pendek.
Nah kaded bilang kita akan kumpul jam 10. Okelah jam 10.
Nah senin itu aku bangun jam 8. Mengingat latihan jam 10 aku haarus sudah berangkat jam 9 deh. Paling telat. Okelah aku berangkat jam 9.
Ternyata prdiksi salah dan aku baru inget, ketika kita sampe kp.melayu kan kalau 54 tinggal jalam lalu sampe. Ini aku ke taman honda, sampe kp.melayu mesti lanjut lagi angkutan. Whaahahaha
Singkat nya aku sampe si taman honda jam setengah 11 lewat. Ya sebagai warga jakarta bisa di maklumi angkutan itu ngetem kaya ngongkrong di sevel nya anak gaul kekinian, betahhhhh banget set dah.
Sampe sana jeng jeng, belum ada seorang pun dan taman honda sepi. Tapi aku nelihat sedikit perubahan dari taman ini. Taman ini berkurang dari aisi kehijauan nya. Hmp, tumbuhan nya sudah tak sehijau dulu pas saya latihan paskib 2 tahun lalu. Tapi masih rindang sungguh.
Aku duduk di daerah seperti....center nya taman itu lha. Nah tak lama kaded dateng. So aku santai aja cuma...adek adek kelas nya belum ada yang dateng ini begimana coba???
Then. Kita duduk berdua di pinggiran center nya taman honda itu. Tak lama. Ada 2 orang berpakaian rapih. Dan mendatangi kami. Tepat nya kaded dulu
Ternyata mereka mau wawancara untuk program Ahok gitu deh. Kaded diminta berkomentar soal taman yang berada di jakarta.
Tagline nya "Saya lapor ke Ahok......(isi komentar).... Saya (sebut nama)" gitu aja.
Eh kirai cuma kaded ya yang di wawancara, setelah kaded eh aku kena di wawancara breh whaha. Agak malu sih padahal jujur kalau aku depan kamera aku bisa hyper whahah.
Akhirnya aku ngomong komen apa aja tentang taman taman di jakarta. Jujur saja menurut ku taman di jakarta itu masih kurang. Apalagi pemeliharaan nya, jadi memang banyak sudah jadi tapi engga di pelihara. Paling daerah elit doang yang di pemeliharaan nya bagus kaya tamsur, tameng, tamjog...tamhon masih jauh dari hijau. Rimbun, asri tapi tanaman sudah mulai menguning dan rumput sudah mulai tampak tanah tanah nya.
Pokoknya banyak hal aku komen dan kritik. Karna ketimbang duduk di sevel aku lebih milih duduk di taman. Bisa seharian bahkan sampe sore deh. Enak aja (in case kalau taman nya nyaman)
Dan....begitu deh setelah wawancara kami latihan aja seharian sampe jam 6an. Seru banget tempat ini.
Sabtu, 25 Juli 2015
*****PHOBIA
I didnt know what kind of phobias it is.
Phobia seperti phobia apa yang kita phobiakan.
Aduh sepertinya kata phobia itu terlalu mendalam. Lauren engga bisa kalau terlalu dalam. #Aeh.
Ini sudah terjadi sekitar 2 hari.
Orang yang paling baik, paling ramah, paling lemah lembut, paling loyal, paling dikangenin banyak orang karna sifat nya yang funny banget.
Iya. Dan berhubung dari situ, Hal yang paling aku takuti adalah ketakutan ku itu sampe kejadian
Duhduh. Positif dong sayang. I've tried. Tapi ini beda, bukan hanya sekedar hubungan antara teman antar saudara atau apalah.
Membuatku tak dapat langaung terlelap di malam gelap ini. Seakan ada yang mengganjal kelopak mataku untuk menutup. Dan aku pun juga tak bisa langsung terlelap begitu saja. Ada kegelisahan yang sesekali menyelimuti ku. Sungguh. Mudah mengatakan bahwa "jangan khawatir". He is here. With me. Okay yap aku percaya semua akan baik baik saja.
Tapi namanya hubungan ini sudah tak bisa lagi di pandang semudah itu.
Ketika ku mengetahui ada sesuatu yang menyakiti dada nya. Yang membuat dia sulit untuk beristirahat dan memejam mata. Dengan sifat nya yang kian hari semakin dan semakin baik. Dengan kadang banyak hal yang menunjukan bahwa "baik baik saja" dalam tanda kutip.
Nah aku pun hanya ingin menunggu nya hingga Ia terlelap terlebih dahulu ketimbang aku. Tetapi Ia pun tidak bisa tidur dengan cepat dan ini sudah 2 hari jam menunjukan pukul setengah 2 pagi pun Ia masih belum bisa memejamkan mata. Dia penuh dengan kekhawatiran dan membuat ku juga malah khawatir pula.
Bagaimana ya??
Selasa, 14 Juli 2015
"ALMOST"
He said "Almost".
Satu kata yang benar benar menggetarkah hatiku, sangat.
Saat ketika yang akan ku hadapi kedepan bahwa. Wow. Ini sebuah perjalanan yang akan sangat panjang dan berliku liku.
Aku hanya bisa mengatakan dalam setiap doa ku. "Tuhan, ini sebuah hadiah yang sungguh indah dari-Mu"
Aku merasa benar benar bahagia, karna dia, aku mengenal Yesus lebih dalam lagi. Karna dia aku semakin dan semakin mengerti arti hidup ini.
Dia juga mengajarkan aku banyak hal yang belum ku lihat sebelumnya. Dia membuatku semakin kuat untuk menghadapi segala tantangan, aku merasa dia mengerti betul hidup ku, dia mengerti betul posisi ku, porsi ku dan kisahku. seperti memang Tuhan yang antarkan, namun aku masih selalu bertanya,"Sekarang, dengan maksud apa dia Engkau hadirkan ke kehidupanku, Bapa?"
Karena yang kulihat, ke depan jauh kedepan. Tidak akan ada ending nya. Walaupun ku tahu Tuhan selalu mengatakan bahwa "janganlah engkau mengkhawatirkan hari esok, kekhawatiran hari ini cukuplah untuk hari ini saja"
Tetapi mungkin tekanan dari orang sekitar yang membuat ku selalu berfikir dan menjadi pikiran ku, dan pikiran dia tentunya.
Walau kami memang masing masing di hantui dengan kata "hampir". Yap dia hampir sempurna bagi ku dan ku hampir sempurna baginya. Hanya saja satu landasan iman kita yang berbeda.
Itu mungkin bukan sekedar "hanya".
Aku tahu bahwa dia pasti akan tersiksa dengan memikirkan masa depan aku bersama dia. Dengan tak semudah yang direncanakan. Dengan pastinya tekanan teman teman nya yang menganggap aku buruk dan tak beriman. Dengan keluarga nya yang pasti akan sangat kecewa. Terlebih Alm.Ayah nya. Aku sedih sekali memikirkan dirinya.
Dia begitu baik. Kalau saja kalian mengenal sosok ini--bagi kalian yang satu kepercayaan dengan nya--, Berbahagialah, dia calon yang menjadi idaman orang orang. Sekalipun dia engga pernah mencoba untuk menyakitiku. Dia selalu memberikan support ketika aku memang putus asa. Dia tak memberikan sebuah contoh konkret untuk menghibur, tapi saat nya kalian membuka mata, dialah sebenar nya yang menjadi contoh mengapa kamu itu harus bangkit, karna kehidupan yang dia rasakan sudah jauh lebih berliku dari kalian, indah, sedih, sukacita, air mata, bahkan segala senyuman pun sudah dia miliki dan lalui, senyum bahagia, senyum tegar, senyum tersakiti dan sebagainya.
Dia selalu belajar dan belajar. Dia tahu apa yang salah dan dia akan belajar.
Dia sudah mengajarkan aku untuk sabar dan menunggu, karna kalau kita melihat sisi "menunggu" dan "sabar" itu dari lain sudut, saat tiba sudah yang kita tunggu itu menjadi suatu hadiah istimewa. Kesenangan kita, kebahagiaan kita sudah terasa menjadi satu.
Tapi ada kala dimana dia akan merasa kesepian, dia akan merasa seperti aku tak bisa menggapai nya, seperti kita itu...jauuuh...sekali. saat dia bersujud di dalam suatu rumah ibadah, dan aku hanya akan dapat menemuinya lewat doa ketika aku berlutut di dalam rumah ibadah ku. Sungguh aku seperti terkikis. Yap. Rasanya orang akan mengatakan aku berlebihan(lagi dan lagi). Tetapi untuk kali ini. Kisahku bukan lagi saling menyakiti. Kisah ini sungguh indah.. Sungguh.
Aku tak pernah mengapa, karna, jujur aku berdoa selalu sendiri, aku tak mengapa, karna ketika berdoa, yang ingin ke temui hanyalah Tuhanku. Aku tak pernah masalah ketika di kanan kirikupun tak pernah ada yang duduk mendampingi ku.
Aku tak pernah mengapa ketika orang meledek soal Tuhan ku dengan kesalah pahaman yang mereka "seperti" mengetahui, padahal aku mengenalnya lebih dari mereka.
Tapi bagaimana jika mereka mengatakan nya kepada dia? Bagaimana jika itu akan membuat dirinya gentar? Bagaimana jika dia akhirnya berfikir dan mulai terdiam?
Bagaimana jika dia kesepian ketika tak ada seorang yang akan dia imami? Dan tak ada makmum yang berdoa bersama dia? Bagaimana jika...itu menyakitinya?
Tapi semua yang ingin ku sampaikan hanyalah bersyukur.. Aku bersyukur kepada Tuhan, karna memang ini adalah hadiah yang sungguh indah, Tuhan. Dan aku pada akhirnya akan tahu apa maksud dari karya-Mu yang indah satu ini.
Satu hal yang ingin kuucap, Berikan lah dia selalu berkat supaya dia bisa selalu bahagia beserta keluarga nya.
Ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia
Rabu, 08 Juli 2015
KABAR
Hari ini aku pagi pagi betul bangun. Berniat untuk sarapan(atau disebut lha boleh sahur) karna aku memang ingin mengikuti puasa. Hm jangan sebut aku tertarik dulu.
Gitu sih kebanyakan kalau orang indonesia itu. Kita toleransi dianggap ikutin ajaran tetangga atau mau ninggalin. Nope. Aku sudah terlalu nyaman disini. This is my home hehehe.
Oke aku puasa berniat untuk menemani mama ku yang beragama islam. Dan juga menemani pacar ku yang juga beragama islam. Dibalik itu biar aku semakin semangat untuk berpuasa, aku mengambil makna puasa dari yang di ajarkan di Katolik sendiri, ya... Jadi aku berpuasa sebagai bentuk rasa kesetiakawanan kepada orang yang berkekurangan diluar sana. Tanda syukur juga sudah terlalu banyak karunia dari Tuhan yang bahkan dengan ucapan "aku bersyukur" saja itu kurang. Maka aku mengambil puasa juga untuk hal ke-bersyukuran ku tentang ber-kecukupan nya hidup ku ini.
Okey then, aku hanya minum air putih karna jam sudah menunjukan waktunya berpuasa. Oke it looks like I'm late to take a breakfast. Oke no prob kalau niat bisa kok.
Yasudah aku berangkat tidak terlalu pagi dari rumah. Dan sampai di kampus oke disini sudah tidan ada pelajaran dan aku memang rencana hanya membalikan buku yang tempo hari ku pinjam di perpustakaan saja. Selagi aku sudah yakin bahwa jam minus ku sudah lunas. Jadi di Polman astra itu ada sistem jam minus. Jikalau kita telat, kita berbuat salah seperti merusak barang, tidur, atau banyak hal ya, kita akan diberikan jam minus yang harus kita bayar dengan cara....lembur. Jengjeng! "Apa itu lembur??" (Kata Univ sebelah) hehe
Oke jam minus ku awalnya 114. Tetapi karna mengingatnya banyak sekali jam minus yang di dapatkan di MK angkatan ini, maka direkapitulasi jam minusnya dan final result jam minus yang harus ku bayar sebanyak 53,3. Hm... Dan aku yakin aku sudah dapet 95 jam plus lembur. Sebener nya engga lembur sih. Waktu itu aku rapihin gudang MK +30 jam, bikin buku moduk digital +20 jam. Lalu lembur di bengkel P4 +8,5 jam. Lembur di PH +3,5 jam, pmb +8 jam, dan kerja di perpus +25 jam. Oke aku yakin aku aman
And then suddenly, Pas lagi santai duduk depan Lift MK. Dan Ardi dateng dengan muka memelas, he said,
"Anjir kabar buruk ya?" Katanya.
"Ha kenapa di?" Kataku.
"Jam plus di potong potongin jir" jawab nya. Aku langsung jengjengjet!!!! Panik. Wah maksudnya apa?
Jadi kata ardi bersihin bengkel + gudang waktu itu dipotong jadi 5,5 jam. What!? Dari 30 jam jadi 5,5 jam whahaha matekk guaa.. Masih utang jangan jangan yang lain di potong juga nih.
Akhirnya aku dateng ke mr.Chaerull selaku yang bertanggung jawab atas jam minus dan absensi MK. Aku tanya rekapan terakhirnya.
And then aku melihatnya depan mataku. Lalu namaku di stabilo oren bersama Pambayun, Tito dan Faisal.
Wah ternyata keempat orang ini yang di stabilo oren ternyata udah lunas jam minusnya!!!!! Waaaaaaaahhhhhh Puji Tuhan aku langsung merinding.
Dan aku liat rekapan trakhirnya jam plus ku dipotong dari 95 sisa 61. wah untung masih nutupin 53,3 nya itu.... Thanks God!!!!!!
So setelah itu aku duduk seperti.... Mau ngapain ya? Soalnya mau kerja lagi tapi itu sama aja ambil jam plus orang lain. Sementara papa ku jemput sore jam 4. Dan ini baru jam 10. What emma suppose to do?
Akhirnya Febri bilang yaudah cari Arief dan kerjain buku salah satu buat remidial dia bareng aja bantuin. Aku menyetujuinya dan akhirnya aku menemui Arief.
Pas ditengah pengetikan ada perbincangan sedikit dan intinya dia memang mengakui jam minusnya masih ratusan. Disamping yang lain tinggal lunasin dikit lha gitu ya, terus akhirnya aku bilang ke dia kalau "buku" nya gua bantu bantu deh nyambi dia cari jam plus mending biar 22 nya jalan gitu.
So, ditengah pengetikan kepalaku mulai kliyengan dan perutku bunyi terus. Waduh efek engga sarapan nih.... Kuat ren kuat... Aku melihat jam sudah pukul 1. Wah aku ngapain aje udah cepet bet tahu tahu jam segini aja.
Akhirnya pengetikan teruuuuusss berlanjut dan Arief masih mencari jam plus dengan jalan terakhir yaitu bikin sinopsis.
Jam sudah menunjukan hampir pukul 4, dan papaku sudah ngeping bilang siap siap. Okelah aku bilang ke arief dan minta maaf kalau masih 3/4 nih buat remidial nya. Dia its okay aja yaudah aku beberes dan siap siap turun. Menuju kebawah di tangga P4 aku berpapasan dengan seseorang dan dia membawa seperti tajil gitu deh. Dan aku tersadar kalau begini sih, pasti bakal buka dijalan. Akhirnya sembari turun tangga aku berfikir kemana aku akan mencari tajil ya?
Sesampainya di kantin ada Rifka temen ku anak konsentrasi TPM. Dan dia sendiri karna temannya lagi pada Sholat. Nah aku duduk di samping nya dan kita tak banyak bicara juga sih. Aku bertanya kepadanya, "Rif, nyari jajanan dimana ya? Buat nanti gua buka nih hehe" tetapi rifka tidak tahu. Dan jawaban pun datang, seketika seseorang instruktur pun keluar dari pintu Gdung C menuju kantin dan aku kenal He's the legend of Drawing. Ya pasti kalian kenal. Dan aku menyapa beliau, Rifka tidak mengenalnya. Dan tiba tiba pandangan beliau kaya menghampiri kita lalu akhirnya beliau meloncati kolam ikan bunderan dan naik ke bunderan menghampiri kita. Beliau tanpa basa basi langsung bilang "lauren ini kamu mau engga? Ambil saja", beliau menyodorkan sekotak berisi 2 buah roti. dan aku langsung tersentak. Aku agak ragu menerima karna....dari instruktur takut lancang atau gimanaaaa gitu. Akhirnya beliau bilang, "ambil aja engga apa sekotak kotaknya". Dan dengan perlahan aku mengambilnya dan...Puji Tuhan......dapet jawaban bangetttttttt nihhh. Tuhan memang luar biasa... Saat aku nyari Tajil. Dan Roti pun kudapatkan... Puji Tuhan.
Setelah itu aku menuju pulang ke rumah dan jengjet... Awalnya paling tidak ku mengharapkan ada sesuatu di meja makan... Dan ternyata dzing tak ada makanan apapun gitu... Huhu awalnya sedih sih... Tapi berkah pun datang kembali... Tiba tiba panggilan datang dan aku di ajak bukber... Dan dibayarin... Dan ini mengingatkan ku kepada isi Alkitab dari (Yohanes 6:35)
"Kata Yesus kepada mereka: 'Akulah roti hidup; barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi"
Oh Tuhan, berkat Mu sungguh melimpah. Terima Kasih banyak Tuhan. Kadang aku sungguh terharu.. Ia memang Maha mengetahui apa kebutuhan kita tanpa kita harus meminta.
Thank You Jesus❤
Minggu, 28 Juni 2015
PERANAN HIDUP
Aku masih tak mengerti kadang sebuah hal indah pun bisa berubah sejekab mata. Hal indah yang kita liat sekarang, bisa jadi satu detik kemudian berubah menjadi hal yang mengerikan.
Kita tidak bisa selalu memandang masa depan untuk dijadikan pelajaran, dan seharusnya kita selalu memandang masa lalu untuk belajar dan belajar. Bahkan satu detik pun berlalu sudah menjadi sebuah masa lalu. Dan tak bisa terulang kembali. Tetapi memang kejadian yang tak mungkin terjadi itu bisa jadi terjadi kembali dengan lain versi. Seperti lagu yang di cover. Atau film yang di retake. Atau masakan yang di duplikasi.
Aku sudah mengalami ini berkali kali. So many times. Dan aku benar benar mungkin belum mengerti saat itu. Tetapi sekarang aku mulai sadar ketika ku menengok masa laluku (pribadiku, bukan hubungan cinta semata), mungkin aku mempunyai suatu tujuan. Bukan untuk hanya kepada 1 orang tetapi untuk banyak orang. Hanya saja diperintahkan dari 1 orang. Hm halusnya kita sebut "di tunjuk".
Ya seperti yang orang-orang percaya imani, Bahwa kita masing masing mempunya peranan hidup. Yap! Masing-masing dari kita mempunya peranan yang berbeda beda, ada yang menjadi guru, menjadi dokter, menjadi lurah. Dan aku? Mungkin aku mulai dan baru sedikit keliatan. Walaupun masih samar.
Hm, aku dimintai untuk melayani banyak orang. Tidak terfokuskan pada 1 orang, karena setiap kali ku menetap pada 1 orang untuk aku tinggali. Pasti ada efek yang mengharuskan kita berpisah. Walaupun saat berpisah pun mereka yang meninggalkan ku jujur saja tak ada rasa sedih karna itu keinginan mereka. Tapi bukan aku, ya aku yang menjadi seperti kotak atau tempat pembuangan kesedihan mereka. Mereka sedih, mereka menuangkan ke aku lalu pergi dengan perasaan bahagia. Okay at least mereka sudah mendapatkan ruang untuk bergerak bebas kedepan. Dan apa? They said aku seperti keset yang mau aja gitu diinjek injek. Hm engga tahu ya tapi.... Rasanya aku tak seperti diinjak injak. Bodoh ya? Emang kalian pikir pasti bodoh lha mau aja dikibulin, di olok, di hina, di tinggalin pula. Tapi.... Setidaknya mereka sudah lega sekarang.
Mereka mendapatkan pandangan hidup baru.
Ketika seorang sebelum bersamaku dia hobi mancing kecemburuan ke ceweknya, sekarang dia awet dengan cewek yang sudah aman lah engga pernah digituin lagi.
Ketika sebelum bersama ku dia gonta ganti pacar seenaknya, sampai sekarang dia merasakan dan terlihat susahnya mendapat kan pacar lagi (a.k.a jombs) ketika dia tidak pernah niat untuk serius dan setia.
Ketika dia bermata belanja sebelum bersamaku, sekarang dia kembali ke mantan nya dan masih awet sampai sekarang like kemana pun seseorang membawa hati dan jauh pergi, hati akan tetap tahu kemana rumah untuk kembali.
Yak. Tugas ku sudah selesai. Dan aku masih akan melanjutkan. Ceritakanlah, maka aku akan mendengar, bertanyalah, aku akan membantu mu menjawab.
Sabtu, 20 Juni 2015
SELAMAT PAGI GENERASI MUDA
Hai selamat selamat pagi pagi para generasi muda penerus kehidupan dunia!
Generasi yang di anggap tunas baru,
Yang sangat di impikan oleh para mendiang untuk bisa menyejahterakan dunia di masa depan,
Generasi yang di anggap semakin maju dan pintar,
Tetapi tidak begitu pintar..
BELAJAR
Sebagai salah satu generasi muda aku merasa sedikit resah dan prihatin kepada masa kini dan menuju kedepan.
Pada jaman ku kecil.. Aku belajar dari bermain, terjatuh saat berlari, terluka saat bermain bola di bangku Taman Kanak kanak. Kita hanya bermain dan bermain. Sekarang aku melewati sebuah taman. Tak ada seorang anak kecil pun yang bermain dengan ayunan, prosotan, jungkat jungkit, dan sebagainya.
Sekarang aku menaiki transjakarta dan aku sudah melihat anak sekitar bawah 8 tahun sedang asyik memegang sebuah gadget memainkan permainan yang hanya melibatkan jari jari kecil mereka.
Sungguh di sayang kan.
Mungkin sebagian awam menangkap bahwa bermain di taman bermain itu adalah sebuah bentuk ke-ketinggalan-jaman-an. Padahal yang mereka tak tahu bahwa itu sangat penting untuk membuat kita belajar. Bahwa terjatuh itu sakit. Kita harus bangkit. Kita harus banyak menggerakan tubuh sejak kecil supaya setiap inci tubuh kita bisa bekerja dengan baik dan kita pasti tumbuh dengan sehat. Bukan merasakan jari yang sakit akibat terlalu lama bermain gatget. Atau tubuh yang sakit karna terlalu lama pada posisi tubuh yang sama, duduk, tiduran, duduk, tiduran, dengan gadget di tangan mungil itu.
Sadarkah?
Hai generasi muda..
SETIA
Ke soal percintaan.
Aku juga bukan lah dokter cinta yang paham betul soal percintaan yang sudah semakin rumit di kalangan jaman sekarang.
Dan aku juga memang terlihat belum banyak pengalaman. Tetapi aku belajar dari melihat, karna aku ingat kata kata salah seorang seniorku yang ku anggap bijak, dia mengatakan bahwa "kita harus bisa belajar dari pengalaman. Iya betul. Tetapi kita juga bisa belajar dari pengalaman orang lain. Karna tak selama nya kita harus tak naik kelas supaya tahu rasanya tak naik kelas"
Dan itu memotivasi aku, a lot.
Kembali, aku selalu melihat dan melihat perjalanan percintaan setiap teman yang ku kenal. Jika mereka kandas, ku pelajari apa yang harus aku hindari yang dapat mengancam kandas nya hubunganku. Jika mereka bahagia, aku pelajari apa yang membuat mereka berhasil. Memang tipe orang berbeda. Tetapi itu lah, aku tak mau salah memahami pacar ku. And so, aku terus melihat dari yang sudah sudah supaya aku mengerti dan lebih memahami pendamping ku kelak.
Sering ku bertanya...
Kalian pernah kah mengerti mengapa saat kesini masing masing individu yang memiliki pasangan sering kali tak menghargai satu sama lain?
Sering kali kalian di tinggalkan begitu saja, sering kali kalian putus nyambung, mengapa ya?
Ada suatu hal menarik yang aku temukan dari "see the unseen" yang selalu aku lakukan. Yaps... Generasi muda ini terlalu banyak.. Terlaluuuuuu banyak menghabiskan waktu dengan... Jeng jeng... Internet. Kembali ke internet tidak sehat, selalu dan selalu.
Internet itu baik, siapa bilang internet tidak baik? Tetapi kalau kasus nya untuk hanya sekedar "kepo" yang lagi "up to date".. Hmp.. Jujur itu yang bisa menjadi bahan dimana hubungan kalian itu jatuh bangun.
Yaps.. Jaman dahulu internet bukan lah menjadi sasaran utama untuk menghibur. Yakan? Itulah ke jaman generasi "labil" muda sekarang yang sekali lagi mau saja di bodohi. Semakin kalian terpaku pada satu pusat yaitu internet. Kalau tidak bijak, kalian akan menjadi sasaran empuk untuk di hasut oleh orang yang ingin menghancurkan masa depan kalian.
Jaman dahulu tak semua orang sesering sekarang untuk membrowsing, so hubungan mereka pun tak terlalu banyak tekanan eksternal seperti melihat foto cewek lebih cantik, atau cowok lebih tampan (maksudnya bukan artis, tetapi seperkawanan nya).
Tetapi sekarang semakin banyak orang "dalam konteks sedang menjalin hubungan" itu membuka internet, akan melihat teman dari teman teman teman yang bahkan jauh pun bisa melihat wajahnya dan fisiknya, juga perkembangan hidup nya HANYA dari sebuah foto. Namun visual saja bisa mempengaruhi kalian. Sungguh menyedihkan Hai pemuda dan pemudi! Sadarlah.
Hai generasi muda
TOLERANSI
Soal yang lebih intim..
Mengapa jaman sekarang banyak ke-kurang-tahu-an dan banyak terlalu terlarut dalam iming iming perkataan yang hanya ingin membuat kalian saling membenci
Mengapa generasi jaman sekarang kehilangan rasa toleransi mereka?
Aku bahas soal "toleransi beragama"
Mengapa mereka semua semakin menutup jendela hati kalian untuk melihat kearah luar? Hai generasi muda..
Jaman ku kecil. Semua terasa berbeda dari jaman ini. Aku begitu merasakan ketoleransian antar semua orang dari semua suku, agama, dan adat. Namun sekarang tidak.
Kembali ke ungkapan "toleransi beragama."
Aku tahu ini sangat unpleasure buat ngomongin soal agama yang sangat riskan untuk di bicarakan. Oke aku tidak akan membahas soal isi agama. Tetapi lebih ke hati kalian aja.
Beragama itu bebas pilihan. Tetapi me-nga-pa jaman sekarang itu kita semua semakin renggang?
Mengapa kalian sekarang hanya menunjukan urat dikepala kalian ketika melihat atau mendengar sesuatu dari agama yang lain?
Dahulu tidak begitu. Waktu natal.. Semua tetangga ku mendatangi rumah ku. Sekedar mengucapkan dan berbincang sejenak. Atau saat lebaran aku mendatangi ke tetangga tetangga ku untuk sebaliknya mengucapkan selamat dan berbincang ria. Aku merasakan puncak ketentraman dari damai nya kita.
Sungguh.
Tapi... Sekarang sudah tidak begitu..
Generasi muda yang muda-H sekali di bodohi dan di hasut oleh berbagai paham yang sebenar nya tak ada dalam kitab kita masing masing. Hanya mendengar dari cemoohan orang yang akan mengatakan itu dosa atau itu kafir "kalau misalnya" ini ini dan itu itu..
Sungguh ini mengancam masa depan masing masing agama. Kita akan semakin membenci dan membenci dan berujung pada kehancuran dan dosa juga kan? hai Generasi muda! Bangkitlah! Kita sedang di bodoh bodohi! Oleh perkembangan jaman
Mengapa kita tak mencari kebaikan dari sesama toh perbedaan itu tak selalu memisahkan bukan?
Sekarang aku tanya, apakah ada salah satu dari agama kalian yang mengajarkan untu membenci agama lain? Ada? Katakanlah coba?! Bukalah kitab kalian tunjukan! Itu kalau kalian dapat menunjukannya sih. HAHA, sekali lagi kalian di tarik keluar dari inti kalian beragama, sungguh generasi yang menyedihkan.
Hai generasi muda.. Jangan lah kalian terlalu mudah menyerap omongan orang "yang keliatan nya pintar" padahal sepintar pintar nya mereka untuk mencuci otak kalian.
Apa yang kalian butuhkan untuk mendapatkan jawaban? Berdoa. Jangan selalu meng-internet. Karna engga selama nya yang bersumber di internet itu benar. Ingat. Banyak orang yang ingin menghancurkan orang beragama. Banyak yang tak menyukai ketika kita damai, karna? Karna kita ingin di hancurkan. Karna generasi kita itu sasaran empuk yang sangat bodoh dan labil untuk tetap teguh pada hati kita dan lebih membiarkan emosi kita naik turun membara..
Berujung pada? Perselisihan antar beragama.
Sungguh buka kitab kalian. Buka sumber firman kalian. Itulah petunjuk hidup kalian. Apa kitab kalian sulit untuk dimengerti? itulah mengapa sulit, Karna kalian terlalu asik pada dunia kekinian kalian sehingga ketika jawaban dikatakan tetapi kalian tidak mendengar, malah browsing yang sekali lagi jelas belum semuanya benar!
Dan tak selama nya paham dari "OMONGAN" orang yang kalian yakini benar itu benar. Tidak. Kalian juga harus bijak menyaring apa yang orang katakan.
Dan jangan pernah takut untuk menelusuri kebenaran atau ketidak benaran dari informasi yang kalian dapatkan bahkan mengenai agama kalian sendiri pun.
Aku pun juga begitu. Banyak orang mengatakan ini itu soal agama ku. Salah dan hanya ada kesalahan. Tetapi apa? Aku jelaskan kepada mereka apa yang mereka tangkap itu totally salah... Harusnya tidak begitu.
Okelah beragama itu memang bertujuan untuk menyelamatkan kita pada akhir jaman. Tetapi apa dengan kalian meninggikan katolik, kristen, islam, buddha, hindu nya kalian dan menjatuhkan atau mengejek agama lain itu perintah dari agama kalian? Engga lah..! Hai generasi muda yang dianggap modern padahal jauh lebih kolot dari generasi penjajahan. Kalau kalian merasa bahwa agama kalian baik.. Tunjukanlah rasa toleransi kalian pada sesama. Kembalikan lah "ajaran agama" yang sesungguh nya ada dalam kitab kalian. Jangan lagi mau di bodohi oleh pastor, pendeta, ulama, biksu palsu yang hanya ingin menggembok hati nurani kalian yang sebenarnya baik tapi karna terlalu baik jadi semudah itu menyerap segala informasi.
Apakah generasi jaman sekarang ingin bertoleransi beragama? Atau BERTOPENG beragama?
Hai generasi muda. Bukalah mata kalian
Bermain lah terlusuri dunia, tahan ego kalian dalam iri hati atas apa yang mereka tunjukan di inernet yang engga terlalu ber benefit, tahan hawa nafsu kalian dalam berbagai visual dan tulisan yang sedang meracuni dan membekukan otak dan hati kalian.
Jangan menganggap kalian tahu segalanya. Padahal yang kalian ketahui jelas salah. Seperti mencontek ujian kepada orang yang lebih bodoh dari kalian.
Hai generasi muda ubahlah mindset kalian dalam membenci, sesungguhnya tak ada satupun dari kalian yang diperintahkan oleh Tuhan kalian untuk membenci. Hargailah, hormatilah, dan bukalah mata hati kalian.
Kitalah penerus bangsa, kitalah yang akan merawat dunia di masa depan, jangan sampai ketika generasi yang dahulu belajar, setia, dan bertoleransi itu sudah hilang dan habis menyisahkan kita yang akan menjadi calon penghancur dunia. Jangan. Bangkitlah!
Salam,
Salah satu Generasi Muda.
Selasa, 09 Juni 2015
ANGANKU DALAM TANGANMU
Another Short Story..........
Kadang ketika kita menggenggam sebuah tangan. Kita dapat merasakan sebuah harapan, sebuah dukungan, sebuah dorongan, sebuah masa depan, sebuah......
"Rakka!! Kamu mau kemana? Kok buru-buru sekali?"
Tanya Regina yang tersentak ketika tiba tiba Rakka bangun dari hadapannya dan terlihat tergesah gesah.
Rakka yang ingin memulai langkah nya meninggalkan Regina pun berbalik muka,
"Biasa, aku ada latihan lari untuk event running tahun depan udah telat nih, kapan kapan kita ketemu lagi"
Dan akhirnya Rakka pun melambaikan tangan nya dan pergi meninggalkan Regina yang masih duduk di tempat yang sama.
Regina memandangnya melangkah menjauhinya membuat seakan timbul rasa tak ingin berpisah walaupun dia tahu bahwa Rakka hanya ingin berlatih lari supaya saat perlombaan tahun depan dia dapat meraih juara.
2 minggu kemudian...
"Reg?? Ini apa?", tanya Rakka ketika sedang duduk di hadapannya di meja makan dan saat itu Rakka melihat bahwa di hp Regina menerima sebuah pesan yang bertuliskan
Received from : Gilang
Reg, Nanti kita ketemu an nya sore aja ya, soalnya aku harus kunjungi temen dulu. Oke? Engga apa apa kan?
Regina hanya memandang nya dan membatu. Dia tak bisa berkata apa apa melihat raut wajah Rakka yang sudah memerah, dan mungkin ingin marah.
"Reg! Jawab ini siapa? Apa apaan ini? Kamu..... Kenapa sih kamu kaya gini, coba jelasin dulu ke aku"
Tanya Rakka dengan nada bicaranya yang meninggi. Regina yang mulai ketakutan akhirnya memberanikan diri untuk menjawab,
"Maaf Rakka aku engga bilang sama kamu, dia temen ku, kita biasa nya main kalau sore sih tapi cuma temen kok beneran", jawab Regina dengan sedikit tertunduk karna Regina takuasa melihat ekspresi wajah Rakka dan dia pun merasakan rasa bersalah.
Rakka pun mulai bertanya banyak hal, dari mulai kelas berapa, umur nya berapa, temen dari mana, makanan kesukaan nya apa, hobi nya apa, kalau tidur ngorok engga. Wuaaat! Regina pun mulai gelisah.
2 bulan kemudian...
"Rakka, kamu kenapa sih masih aja mau sama cewek itu. Regina, cantik engga, engga bisa apa apa.mending sama kita kita aja, sama sama atlit lari. Hehe", kata salah seorang atlit wanita yang mempunyai tubuh hampir sempurna. Jauh melebihi Regina. Dialah Viky. Atlit lari dengan prestasi yang engga bisa lagi di tandingkan. Sangat terkenal dan keturunan orang kaya.
"Hm.. Iya juga sih tapi... Entahlah Vik aku sayang sama Regina, dia baik sekali sama aku", jawab Rakka.
Viky hanya memutarkan bola mata dan menghela napas.
Saat itu Viky mengajak Rakka untuk berjalan jalan mencari makan sembari istirahat latihan larinya,"Rak, lagi istirahat nih, cari makan yuk.gue laper banget!".
Rakka menyetujuinya dan mereka berdua berjalan melewati sebuah taman dimana dia biasa bertemu dengan Regina.
Dan seketika mata Rakka membelalak karna Rakka melihat sesosok wanita yang tak asing baginya, ya Regina.dia sedang duduk di sebuah bangku membelakangi dirinya dan Viky. Tak lama ketika Rakka melihat Regina seorang diri, datang lah seorang cowok menghampiri Regina. Dan dia tahu persis itu adalah Gilang, karna sudah beberapa kali dia berhubungan text message dengan Gilang.
Dengan penuh ke amarahan, Rakka pun menggapai tangan Viky dan berjalan menuju Regina dan Gilang.
Pertengkaran pun terjadi dengan Regina yang shock melihat pacarnya menggandeng wanita lain. Dan tatapan amarah Rakka melihat Regina yang meet up dengan lelaki lain. Pertengkaran mulut pun tak dapat dihindari. Dan akhirnya Regina menangis menyangkal apa yang Rakka sangka,
"Engga Rakka. Kamu harus percaya sama aku ini semua bisa aku jelasin", kata Regina dengan raut wajah penuh harapan.
"Yaudah jelasin Reg, sekarang jelasin!"
Teriak Rakka di depan Regina.
Dan Regina pun hanya tertunduk.
"Nah apa? Kamu tak bisa menjelaskannya bukan? Yuk Vik, kita pergi".jawab Rakka seketika dan menarik tangan Viky hendak meninggalkan Regina.
Regina yang mulai menitikan air mata berusaha mengejar kepergian Rakka,
"Rakka tunggu!", teriak Regina. Dan ketika Regina mengambil satu langkah untuk berlari menuju Rakka, ia pun terjatuh. Dia pun menangis.
Viky pun membalikan muka,"dasar cewek lumpuh aja engga sadar diri!"
Gilang pun menghampiri Regina.
Mendengar perkataan Viky, Rakka pun berbalik badan dan melihat Regina yang masih terjatuh. Rakka pun menghela napas dan membalikan badan lagi lalu akhirnya pergi meninggalkan Regina.
Satu minggu menuju hari perlombaan...
Voice note.
"Hei Rakka. Bagaimana kabar mu? Ini aku Regina, Cuma mau sampaiin kamu semangat ya untuk perlombaannya minggu depan oke?"
Pesan suara dari Regina yang mungkin sudah memenuhi pesan dari ponsel Rakka. Tak ada satupun voice note yang Rakka buka.
Hari Perlombaan Lari...
"Rakk, semangat ya! Kita hari ini jadi musuh dulu nihh setidaknya kan salah 1 dari kita harus menang supaya club kita bisa maju ke internasional.hehe awas lu ya sampe engga menang!", kata Viky sambil menepuk bahu Rakka.
Rakka pun tersenyun,"makasih ya! Lu udah selalu menyemangati gue. Beruntung banget gua punya temen lari kaya lu... Nanti.. Kalau misalnya ada waktu............."
"Pertandingan akan dimulai dalam 5 menit lagi, harap para peserta menempati posisi masing masing...!"
Seketika terdengar suara mc yang sudah mempersiapkan dimulainya lomba, Rakka pun menunda pembicaraan nya dan langsung menempati posisi. Posisi Rakka dan Viky hanya di selingi 2 peserta lain saja.
Viky yang optimis, memandang Rakka dengan penuh semangat. Mereka pun siap untuk berlari.
Bersidia.....
Siap..
Mulai!!!
Dan pertandingan pun di mulai.
Rakka dan Viky mulai berlari sekencang kencang nyaaa agar bisa menang.
Rakka berlari dan berlari sampai suatu ketika pandangan nya terpaku pada langit. Ada sebuah balon yang terbang di atasnya. Pandangan nya ke arah langit pun menembus suatu memori saat dia masih dibangku Sd. Berlari dan berlari. Seketika dia merasa ada sebuah tangan yang menggenggam nya.. Rakka terkejut dan melihat sesosok Regina menggenggam tangan nya. Mereka berlari bersama.
Sampai suatu ketika..
"Regina. Aku ambilkan balonmu ya!"
Rakka pun berlari mengejar balon itu. Balon itu mendarat di suatu ranting pohon yang lumayan tinggi. Dan ketika Rakka memanjat hendak mengambilnya, kakinya pun terpeleset dan terjatuhlah diadari atas pohon. Namun dia tahu bahwa dia tak mendarat di atas tanah. Dia mendarat di atas kaki Regina.
Saat itu Regina hanya menjerit kesakitan danmendapati bahwa kakinya patah akibat menopang seluruh tubuh Rakka.
Seketika pandangan masa lalu Rakka hilang dan melihat bahwa ia sudah hampir sampai di garis finish. Seketika ada yang membuatnya tersandung..
Rakka pun seolah terlempar karna sedang berlari dengan kecepatan tinggi.
Ia terguling dan semuanya menjadi....hancur.. Dia menepuk track lari dan rasanya ingin menangis. Memandang kedepan garis finish yang menunggu pijakannya.
Rakka punmendengar langkah lari yang berjalan menujunya. Dia tahu bahwa itu Viky dan dia tak ingin menatap Viky karna malu.
Seketika suara pun memanggil namanya,
"Rakka! Kamu engga apa apa?".
Mendengar panggilan itu, Rakka pun terkejut. Dengan suara yang amat sangat dia kenali... Regina!
Ia mencoba menolehkan kepala menuju sumber suara,
"Regina!! Kamu..." Kata Rakka.
Regina pun menangis di hadapannya,
"Hallo Rakka! Aku rindu dengan mu!"
Rakka pun memandang nya dan tahu bahwa dia juga masih merindukan Regina. Dia mencoba berdiri namun ternyata kakinya keseleo dan ia tak bisa jalan.
"Ayo kita selesaikan semua ini Rak!", jawab Regina sambil menyodorkan tangannya.
Regina pun membopong dengan tangan Rakka di bahu nya dan melangkah perlahan dengan masih tertatihnya.
Dalam sebuah tangan mu ada sebuah angan ku.
Voice note 4 week ago
"Hei Rakka, aku akhirnya harus berkata jujur. Gilang itu.....sebenernya dokter terapi aku. Aku ingin berjalan supaya saat lomba mu nanti aku bisa datang dan kamu tak malu untuk memandang ku dengan lumpuh ini. Saat ku tahu bahwa setiap genggaman tangan mu, aku merasakan adanya sebuah harapan untuk ku berjalan kembali. Maafkan aku tak memberi tahumu. Aku hanya ingin memberikan kejutan special untukmu."
Voicr note 3 weeks ago
"Selamat siang Rakka, aku sudah mulai bisa mengambil 1 langkah nih. Gimana dengan mu? Sudah bisa mengambil 1 medali emas? Hehehe semangat!"
Voice note 2 weeks ago
"Rakka, aku sudah bisa berjalan sedikit wow! Kemajuan pesat! Kamu harus semangat ya tinggal 2 minggu lagi"
Finish!!!
Rakka pun menutup kedua matanya dan menangis.
"Maafkan aku Regina!"