Sabtu, 25 Juli 2015

*****PHOBIA

I didnt know what kind of phobias it is.

Phobia seperti phobia apa yang kita phobiakan.
Aduh sepertinya kata phobia itu terlalu mendalam. Lauren engga bisa kalau terlalu dalam. #Aeh.

Ini sudah terjadi sekitar 2 hari.
Orang yang paling baik, paling ramah, paling lemah lembut, paling loyal, paling dikangenin banyak orang karna sifat nya yang funny banget.
Iya. Dan berhubung dari situ, Hal yang paling aku takuti adalah ketakutan ku itu sampe kejadian

Duhduh. Positif dong sayang. I've tried. Tapi ini beda, bukan hanya sekedar hubungan antara teman antar saudara atau apalah.

Membuatku tak dapat langaung terlelap di malam gelap ini. Seakan ada yang mengganjal kelopak mataku untuk menutup. Dan aku pun juga tak bisa langsung terlelap begitu saja. Ada kegelisahan yang sesekali menyelimuti ku. Sungguh. Mudah mengatakan bahwa "jangan khawatir". He is here. With me. Okay yap aku percaya semua akan baik baik saja.

Tapi namanya hubungan ini sudah tak bisa lagi di pandang semudah itu.
Ketika ku mengetahui ada sesuatu yang menyakiti dada nya. Yang membuat dia sulit untuk beristirahat dan memejam mata. Dengan sifat nya yang kian hari semakin dan semakin baik. Dengan kadang banyak hal yang menunjukan bahwa "baik baik saja" dalam tanda kutip.
Nah aku pun hanya ingin menunggu nya hingga Ia terlelap terlebih dahulu ketimbang aku. Tetapi Ia pun tidak bisa tidur dengan cepat dan ini sudah 2 hari jam menunjukan pukul setengah 2 pagi pun Ia masih belum bisa memejamkan mata. Dia penuh dengan kekhawatiran dan membuat ku juga malah khawatir pula.

Bagaimana ya??

Selasa, 14 Juli 2015

"ALMOST"

He said "Almost".

Satu kata yang benar benar menggetarkah hatiku, sangat.
Saat ketika yang akan ku hadapi kedepan bahwa. Wow. Ini sebuah perjalanan yang akan sangat panjang dan berliku liku.

Aku hanya bisa mengatakan dalam setiap doa ku. "Tuhan, ini sebuah hadiah yang sungguh indah dari-Mu"

Aku merasa benar benar bahagia, karna dia, aku mengenal Yesus lebih dalam lagi. Karna dia aku semakin dan semakin mengerti arti hidup ini.

Dia juga mengajarkan aku banyak hal yang belum ku lihat sebelumnya. Dia membuatku semakin kuat untuk menghadapi segala tantangan, aku merasa dia mengerti betul hidup ku, dia mengerti betul posisi ku, porsi ku dan kisahku. seperti memang Tuhan yang antarkan, namun aku masih selalu bertanya,"Sekarang, dengan maksud apa dia Engkau hadirkan ke kehidupanku, Bapa?"

Karena yang kulihat, ke depan jauh kedepan. Tidak akan ada ending nya. Walaupun ku tahu Tuhan selalu mengatakan bahwa "janganlah engkau mengkhawatirkan hari esok, kekhawatiran hari ini cukuplah untuk hari ini saja"

Tetapi mungkin tekanan dari orang sekitar yang membuat ku selalu berfikir dan menjadi pikiran ku, dan pikiran dia tentunya.
Walau kami memang masing masing di hantui dengan kata "hampir". Yap dia hampir sempurna bagi ku dan ku hampir sempurna baginya. Hanya saja satu landasan iman kita yang berbeda.
Itu mungkin bukan sekedar "hanya".

Aku tahu bahwa dia pasti akan tersiksa dengan memikirkan masa depan aku bersama dia. Dengan tak semudah yang direncanakan. Dengan pastinya tekanan teman teman nya yang menganggap aku buruk dan tak beriman. Dengan keluarga nya yang pasti akan sangat kecewa. Terlebih Alm.Ayah nya. Aku sedih sekali memikirkan dirinya.

Dia begitu baik. Kalau saja kalian mengenal sosok ini--bagi kalian yang satu kepercayaan dengan nya--, Berbahagialah, dia calon yang menjadi idaman orang orang. Sekalipun dia engga pernah mencoba untuk menyakitiku. Dia selalu memberikan support ketika aku memang putus asa. Dia tak memberikan sebuah contoh konkret untuk menghibur, tapi saat nya kalian membuka mata, dialah sebenar nya yang menjadi contoh mengapa kamu itu harus bangkit, karna kehidupan yang dia rasakan sudah jauh lebih berliku dari kalian, indah, sedih, sukacita, air mata, bahkan segala senyuman pun sudah dia miliki dan lalui, senyum bahagia, senyum tegar, senyum tersakiti dan sebagainya.

Dia selalu belajar dan belajar. Dia tahu apa yang salah dan dia akan belajar.
Dia sudah mengajarkan aku untuk sabar dan menunggu, karna kalau kita melihat sisi "menunggu" dan "sabar" itu dari lain sudut, saat tiba sudah yang kita tunggu itu menjadi suatu hadiah istimewa. Kesenangan kita, kebahagiaan kita sudah terasa menjadi satu.

Tapi ada kala dimana dia akan merasa kesepian, dia akan merasa seperti aku tak bisa menggapai nya, seperti kita itu...jauuuh...sekali. saat dia bersujud di dalam suatu rumah ibadah, dan aku hanya akan dapat menemuinya lewat doa ketika aku berlutut di dalam rumah ibadah ku. Sungguh aku seperti terkikis. Yap. Rasanya orang akan mengatakan aku berlebihan(lagi dan lagi). Tetapi untuk kali ini. Kisahku bukan lagi saling menyakiti. Kisah ini sungguh indah.. Sungguh.

Aku tak pernah mengapa, karna, jujur aku berdoa selalu sendiri, aku tak mengapa, karna ketika berdoa, yang ingin ke temui hanyalah Tuhanku. Aku tak pernah masalah ketika di kanan kirikupun tak pernah ada yang duduk mendampingi ku.
Aku tak pernah mengapa ketika orang meledek soal Tuhan ku dengan kesalah pahaman yang mereka "seperti" mengetahui, padahal aku mengenalnya lebih dari mereka.

Tapi bagaimana jika mereka mengatakan nya kepada dia? Bagaimana jika itu akan membuat dirinya gentar? Bagaimana jika dia akhirnya berfikir dan mulai terdiam?
Bagaimana jika dia kesepian ketika tak ada seorang yang akan dia imami? Dan tak ada makmum yang berdoa bersama dia? Bagaimana jika...itu menyakitinya?

Tapi semua yang ingin ku sampaikan hanyalah bersyukur.. Aku bersyukur kepada Tuhan, karna memang ini adalah hadiah yang sungguh indah, Tuhan. Dan aku pada akhirnya akan tahu apa maksud dari karya-Mu yang indah satu ini.
Satu hal yang ingin kuucap, Berikan lah dia selalu berkat supaya dia bisa selalu bahagia beserta keluarga nya.

Ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Rabu, 08 Juli 2015

KABAR

Hari ini aku pagi pagi betul bangun. Berniat untuk sarapan(atau disebut lha boleh sahur) karna aku memang ingin mengikuti puasa. Hm jangan sebut aku tertarik dulu.
Gitu sih kebanyakan kalau orang indonesia itu. Kita toleransi dianggap ikutin ajaran tetangga atau mau ninggalin. Nope. Aku sudah terlalu nyaman disini. This is my home hehehe.

Oke aku puasa berniat untuk menemani mama ku yang beragama islam. Dan juga menemani pacar ku yang juga beragama islam. Dibalik itu biar aku semakin semangat untuk berpuasa, aku mengambil makna puasa dari yang di ajarkan di Katolik sendiri, ya... Jadi aku berpuasa sebagai bentuk rasa kesetiakawanan kepada orang yang berkekurangan diluar sana. Tanda syukur juga sudah terlalu banyak karunia dari Tuhan yang bahkan dengan ucapan "aku bersyukur" saja itu kurang. Maka aku mengambil puasa juga untuk hal ke-bersyukuran ku tentang ber-kecukupan nya hidup ku ini.

Okey then, aku hanya minum air putih karna jam sudah menunjukan waktunya berpuasa. Oke it looks like I'm late to take a breakfast. Oke no prob kalau niat bisa kok.

Yasudah aku berangkat tidak terlalu pagi dari rumah. Dan sampai di kampus oke disini sudah tidan ada pelajaran dan aku memang rencana hanya membalikan buku yang tempo hari ku pinjam di perpustakaan saja. Selagi aku sudah yakin bahwa jam minus ku sudah lunas. Jadi di Polman astra itu ada sistem jam minus. Jikalau kita telat, kita berbuat salah seperti merusak barang, tidur, atau banyak hal ya, kita akan diberikan jam minus yang harus kita bayar dengan cara....lembur. Jengjeng! "Apa itu lembur??" (Kata Univ sebelah) hehe

Oke jam minus ku awalnya 114. Tetapi karna mengingatnya banyak sekali jam minus yang di dapatkan di MK angkatan ini, maka direkapitulasi jam minusnya dan final result jam minus yang harus ku bayar sebanyak 53,3. Hm... Dan aku yakin aku sudah dapet 95 jam plus lembur. Sebener nya engga lembur sih. Waktu itu aku rapihin gudang MK +30 jam, bikin buku moduk digital +20 jam. Lalu lembur di bengkel P4 +8,5 jam. Lembur di PH +3,5 jam, pmb +8 jam, dan kerja di perpus +25 jam. Oke aku yakin aku aman

And then suddenly, Pas lagi santai duduk depan Lift MK. Dan Ardi dateng dengan muka memelas, he said,
"Anjir kabar buruk ya?" Katanya.
"Ha kenapa di?" Kataku.
"Jam plus di potong potongin jir" jawab nya. Aku langsung jengjengjet!!!! Panik. Wah maksudnya apa?
Jadi kata ardi bersihin bengkel + gudang waktu itu dipotong jadi 5,5 jam. What!? Dari 30 jam jadi 5,5 jam whahaha matekk guaa.. Masih utang jangan jangan yang lain di potong juga nih.

Akhirnya aku dateng ke mr.Chaerull selaku yang bertanggung jawab atas jam minus dan absensi MK. Aku tanya rekapan terakhirnya.
And then aku melihatnya depan mataku. Lalu namaku di stabilo oren bersama Pambayun, Tito dan Faisal.

Wah ternyata keempat orang ini yang di stabilo oren ternyata udah lunas jam minusnya!!!!! Waaaaaaaahhhhhh Puji Tuhan aku langsung merinding.
Dan aku liat rekapan trakhirnya jam plus ku dipotong dari 95 sisa 61. wah untung masih nutupin 53,3 nya itu.... Thanks God!!!!!!

So setelah itu aku duduk seperti.... Mau ngapain ya? Soalnya mau kerja lagi tapi itu sama aja ambil jam plus orang lain. Sementara papa ku jemput sore jam 4. Dan ini baru jam 10. What emma suppose to do?

Akhirnya Febri bilang yaudah cari Arief dan kerjain buku salah satu buat remidial dia bareng aja bantuin. Aku menyetujuinya dan akhirnya aku menemui Arief.
Pas ditengah pengetikan ada perbincangan sedikit dan intinya dia memang mengakui jam minusnya masih ratusan. Disamping yang lain tinggal lunasin dikit lha gitu ya, terus akhirnya aku bilang ke dia kalau "buku" nya gua bantu bantu deh nyambi dia cari jam plus mending biar 22 nya jalan gitu.

So, ditengah pengetikan kepalaku mulai kliyengan dan perutku bunyi terus. Waduh efek engga sarapan nih.... Kuat ren kuat... Aku melihat jam sudah pukul 1. Wah aku ngapain aje udah cepet bet tahu tahu jam segini aja.
Akhirnya pengetikan teruuuuusss berlanjut dan Arief masih mencari jam plus dengan jalan terakhir yaitu bikin sinopsis.

Jam sudah menunjukan hampir pukul 4, dan papaku sudah ngeping bilang siap siap. Okelah aku bilang ke arief dan minta maaf kalau masih 3/4 nih buat remidial nya. Dia its okay aja yaudah aku beberes dan siap siap turun. Menuju kebawah di tangga P4 aku berpapasan dengan seseorang dan dia membawa seperti tajil gitu deh. Dan aku tersadar kalau begini sih, pasti bakal buka dijalan. Akhirnya sembari turun tangga aku berfikir kemana aku akan mencari tajil ya?

Sesampainya di kantin ada Rifka temen ku anak konsentrasi TPM. Dan dia sendiri karna temannya lagi pada Sholat. Nah aku duduk di samping nya dan kita tak banyak bicara juga sih. Aku bertanya kepadanya, "Rif, nyari jajanan dimana ya? Buat nanti gua buka nih hehe" tetapi rifka tidak tahu. Dan jawaban pun datang, seketika seseorang instruktur pun keluar dari pintu Gdung C menuju kantin dan aku kenal He's the legend of Drawing. Ya pasti kalian kenal. Dan aku menyapa beliau, Rifka tidak mengenalnya. Dan tiba tiba pandangan beliau kaya menghampiri kita lalu akhirnya beliau meloncati kolam ikan bunderan dan naik ke bunderan menghampiri kita. Beliau tanpa basa basi langsung bilang "lauren ini kamu mau engga? Ambil saja", beliau menyodorkan sekotak berisi 2 buah roti. dan aku langsung tersentak. Aku agak ragu menerima karna....dari instruktur takut lancang atau gimanaaaa gitu. Akhirnya beliau bilang, "ambil aja engga apa sekotak kotaknya". Dan dengan perlahan aku mengambilnya dan...Puji Tuhan......dapet jawaban bangetttttttt nihhh. Tuhan memang luar biasa... Saat aku nyari Tajil. Dan Roti pun kudapatkan... Puji Tuhan.

Setelah itu aku menuju pulang ke rumah dan jengjet... Awalnya paling tidak ku mengharapkan ada sesuatu di meja makan... Dan ternyata dzing tak ada makanan apapun gitu... Huhu awalnya sedih sih... Tapi berkah pun datang kembali... Tiba tiba panggilan datang dan aku di ajak bukber... Dan dibayarin...  Dan ini mengingatkan ku kepada isi Alkitab dari (Yohanes 6:35)

"Kata Yesus kepada mereka: 'Akulah roti hidup; barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi"


Oh Tuhan, berkat Mu sungguh melimpah. Terima Kasih banyak Tuhan. Kadang aku sungguh terharu.. Ia memang Maha mengetahui apa kebutuhan kita tanpa kita harus meminta.

Thank You Jesus❤

What Is On Your Mind? by Laurentia Tricilya Cascarine. Diberdayakan oleh Blogger.