Minggu, 15 Maret 2015

BROKEN WING

Sayap..

Tak bisa selalu membawa kalian pergi kemana pun..ya?
Kadang sebuah sayap yang sudah hancur tidak akan dipercaya oleh siapapun dapat membawa mu terbang.

Aku ingin menceritakan sayapku dan sayap itu sudah sangat rapuh, karna sudah ku bawa terbang bersama beberapa orang, berkali kali aku jatuh, berkali kali sayap ku yang tidak kuat membuatku terbang terbawa angin, menjatuhkanku ke tempat yang tidak pernah di bayangkan oleh siapapun, jatuh sebelum sampai ke tujuan nya.

Kini sayap ku sudah hancur. Dan aku hanya ingin membuktikan bahwa sayapku ini masih dapat membawa seseorang terbang ke atas. Bisakah?
Semua orang sudah terlalu meracuni lingkungan sekitarku dan menyimpulkan bahwa akulah yang kelak akan menjatuhkan orang yang ku bawa terbang bersamaku. Akulah penyebab nya. Tak ada yang mempercayai sayapku.
Hanya karena aku sudah banyak membawa orang untuk terbang bersamaku dan selalu jatuh dan jatuh. Berulang kali. Membuat orang menilaiku hanyalah sebuah lelucon.

Banyak orang ingin meminjam sayapku untuk terbang. Tidak! Mereka meminjam hanya untuk di injak, di buang, dan dipermainkan, aku tak seperti itu. Sayapku istimewa, sayapku abadi, aku tidak menghancurkan sayapku agar aku menjatuhkan orang yang ku bawa terbang, kalian salah, tetapi ....arkkhh kalian tidak akan percaya.

Ku berusaha untuk menjelaskan bahwa sayap ini mampu, masih mampu, dan aku merasakan hal itu. Aku yang merasakan, memang untuk dijelaskan tidak akan ada yang percaya, aku akan membuktikan dan suatu hari nanti orang akan menyaksikan dari luar jendela, aku yang sedang membawa seseorang untuk pergi ke tujuan kami bersama.

Tapi mengapa? Ketika aku menceritakan ku kuat membawa seseorang, orang mengatakan kepadaku untuk tidak terlalu bangga sudah dapat membawa seseorang dengan sayap rapuh ini. Ya aku bahagia membawa nya, mengapa kalian tak dapat merasakan hal itu? Mengapa kalian menggap sayap ini lemah untuk terus bertahan di atas? Mengapa kalian hanya memnadang ku dari masa lalu ku saja? Apakah ketika burung pernah jatuh saat terbang lalu orang akan berfikir bahwa seekor burung tak lagi dapat terbang dan menjadi berenang? Tidak kan?
Maka mengapa jika aku sudah dapat terbang dan jatuh lalu kalian menertawaiku ketika aku dapat membawa orang terbng lagi?? Mengapa?

Sayapku abadi...sayapku akan selalu kuat membawa seseorang kemanapun ia mau, ku bebaskan, tetapi...adakah yang percaya kalau aku mampu? Adakah yang tak lagi memandang ku "menyedihkan dan lelucon"? Ada kah yang benar menuntun terbang nya aku menuju ke satu tujuan yang baik? Adakah yang tidak menyobek kembali sayapku untuk menghentikan kami di tengah jalan? Adakah yang tidak lagi mengolok sayap rapuhku ini?

Aku hanya ingin mengatakan....
Percaya kepada sayapku...semua akan baik baik saja.

Sabtu, 07 Maret 2015

KETIKA SUATU HAL KECIL BEGITU ISTIMEWA

Seperti halnya sekarang kini, tidak tahu dengan mengerti itu beda tipis.
Kadang orang menganggap bahwa dirinya mengerti segalanya padahal tidak...tidak tahu.

Banyak orang yang memberikan sesuatu kepada pacarnya dengan mencari segala informasi umum....bukan informasi mengenai sang kekasih. Mereka memeberikan dengan nilai harga atau nilai eksistensian barang itu di jaman kini, mereka berjuang untuk memberikan sesuatu yang akan di anggap berharga, berharga dalam bentuk material, bukan perasaan.

Aku....tidak pernah mengharapkan apapun yang ada pada dirinya untuk diberikan kepadaku, berikan apa yang kamu punya itu...untuk kita. Supaya kamu juga tetap memiliki nya, bukan hanya untukku, karena ku pun akan memberikan apa yang ku miliki untuk kita, dan aku tak ingin mengurangi bahkan menghilangkan apa yang kamu punya hanya karena memberikan untukku.

Aku diberikan sesuatu yang jelas dia mengerti bahkan sebelum aku mengetahui bahwa dia mengetahui nya. Dia memberikan begitu saja dengan senyum nya yang tulus dan aku tak tahu lagi harus berkata apa. Hal sederhana ini, hanya sebuah susu kotak. Yang memang sudah menjadi bagian hidup aku, dia memberikan dengan perasaan yang senang pula. Dia mungkin akan berfikir apa yang bisa membuatku bahagia dengan melihat wanita pada umumnya, tetapi akhirnya dia mendapatkan jawaban dan dia tahu aku menyukai itu....bukan yang cewek cewek umunya suka.... jangan lihat dari harganya. Memang tak seberapa. Dan hampir setiap yang sudah berlalu tidak menganggap itu memiliki makna untuk diberikan, mereka sibuk mencari benda benda yang sebenernya tidak aku butuhkan, mereka menganggap dirimereka mengerti "pacaran pada umumnya" tapi justru dia tidak tahu apapun yang benar benar mmbuatku bahagia...

Tidak, tapi ini lebih dari segera berharga, karena ke care an dia itu yang membuat susu ini jadi terlihat sangat berbeda.
Makasihh yaa! Kamu kok tahuu?
Itu yang aku ungkapkan sebagai suatu hal yang mengejutkan saat orang yang tidak kita pernah kenal sebelumnya membrikan hal yang begitu istimewa untuk kita.
Mungkin perasaan suka bagi beberapa orang itu di ungkapkan dengan memberikan barang yang masih di "kira kira" kan kalau target "akan" suka, todak benar benar mengetahui yang target suka. Tak ada rasa gengsi sedikitpun untuk memberikan barang sesimpel ini ke orang yang disayang.
Suatu hal yang hampir tidak di anggap penting oleh beberapa orang...
just.. susu?

Maksud ku ya dia jelas mengerti, kalau dia bisa memberikan barang yang jelas aku suka walaupun barang engga jelas, kenapa harus memaksakan untuk mencari barang yang "kayaknya" cewek cewek umum suka. Namun belum tentu sebetulnya aku suka. Dia tahu porsinya gitu. Kaya sop digaremin lah, dia tahu takerannya walaupun hanya sejumput ujung jari yang sedikit, dia engga memaksakan untuk memberikan lebih banyak dengan harapan kira kira lebih enak.

Dear Naufal,
Makasih untuk susunya! You are really kind!♥

Sincerely, Laurentia.

Senin, 02 Maret 2015

APA, DIMANA, BAGAIMANA, BAHAGIA.

"Apa tidak terlalu cepat ren mengungkapkan kebahagiaan seperti itu? Apa tidak terlalu dini gitu? Bukankah itu yang udah kamu lakukan kepada yang lalu lalu dan ternyata akhirnya mereka tidak seperti itu?"

itu suatu ungkapan yang memang selalu aku pikirkan selepas hubungan ku dengan C.
Aku sangat menyadari diriku yanh selalu mengungkapkan kebahagiaan semata yang aku rasakan semata yang saat semata dan berakhir dengan semata. Seperti lelucon ya?

Ku memuji mereka, menunjukan bahwa aku bahagia, aku yang terlihat sangat mengharapkan kebahagian, aku yang terlalu mengungkapkan apa yang hatiku rasakan ini. Seperti orang bodoh ya?

Tidak, bagiku itu sebuah hal yang natural. Memang bagi beberapa orang, aku jadi terlihat sangat bodoh dan terlalu mudah terbawa suasana. Tetapi aku hanya menjalani apa yang sudah Tuhan rencanakan untuk ku, kebahagiaan yang walau semata mata terjadi, jika memang itu membuat ku bahagia, ya...aku bahagia.
Kadang memang sulit untuk menerima pada akhirnya tidak sesuai dengan apa yang ku ungkapan di awal nya. People change.

Semua akkhir menyedihkan itu bukan aku yang sudah tak lagi mendapatkan kebahagiaan bersama dirinya, tetapi merekalah yang sadar bahwa aku bukan lah yang mereka cari, aku yang terlalu menempatkan kebahagiaanku kepada orang yang ku sayang, tanpa menunggu apakah akulah kebahagiaan yang mereka cari? Itulah sehingga mereka pergi, ya mereka, mereka yang dahulu seharusnya menjadi kebahagiaan ku.

Jadi menurutku tak ada kata terlalu dini untuk mengungkapkan rasa bahagia, rasa cinta,jika memang itu terjadi begitu saja ketika kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang.
Bahagia itu memang sederhana, sangat sederhana, dengan hanya duduk di belakang kursi motor beat hijau, dan melihatnya mengatur spion kanan nya dan ku dapat melihat wajah nya dari kaca itu, seketika ku pernah bertanya kenapa dia melakukan nya, dan dengan jawaban singkat
Spion kiriku buat ngeliat belakang motor ku, spion kanan ku buat ngeliat yang di belakang jok motor ku

Hanya seperti itu, semudah itu kebahagiaan muncul begitu saja, melihat nya tertawa, mmelihatnya tersenyum, melihatnya makan, melihat caranya menatapku, cara nya memanggilku, melihat nya bisa bebas berekspresi dan menjadi dirinya seperti burung yang terbang bebas di langit biru, disitu pula kebahagiaan ku ada. Aku melihat dirinya, seperti ku melihat diriku. Senyumnya pun melambangkan senyum ku.

Aku tak pernah menyesal akan hari esok, hari esok adalah sebuah kejutan, jika pada akhirnya apa yang ku ungkapkan bahagia dihari ini tak ada lagi di hari esok, itu adalah sebuah kejutan. Aku tak pernah takut.
Seperti hal nya sekarang, ia begitu banyak berkata kata yang membuatku yakin, kenapa yakin? Padahal kan kalian tahu sendiri sebelum nya selalu begitu, (ayolah jangan lagi lagi, nanti salah lagi ternyata) itulah, sebuah keyakinan. Aku tak pernah bersedia jalin hubungan jika keyakinan yang ku rasakan baru 99% pun, jika aku bersama nya berarti keyakinan ku kepadanya sudah 100%, tanpa memikirkan perkara esok dia akan mengkhianati semua, karena aku yakin, sampai detik ini, aku masih menjadi serangkaian dan bagian dari rencana masa depan nya.
Terdengar bodoh, aku bodoh, iya.
Hanya mencoba untuk tidak membohongi diriku. Aku mencintai seseorang....sepertiku mencintai diriku sendiri. 100 persen.

What Is On Your Mind? by Laurentia Tricilya Cascarine. Diberdayakan oleh Blogger.